
Apakah aku bisa menjalani hari hari seperti ini.tanyaku pada hatiku.setiap hati nando datang namun malam dia selalu pulang.ta pernah menemaniku.sepi itu yang kurasakan setiap dia pergi.ada apa dengan hatiku.mengapa aku sedih dia tak ada di sampingku,mengapa aku selalu mengharapkan dia disisiku.tanya diriku pada hatiku.Malam kian larut namun rasa lelahku tak membuatku lekas terpejam pikiran pikiran tentang hari hari kedepan yang mungkin terasa lebih sulit untukku.Masa depan yang ta akan jelas ujung pangkalnya."kenapa aku begitu mudah memutuskan menikah dengannya,apa aku silau dengan harta,apa aku begitu murahan?".lirihku pada diriku sendiri.sepi dan kosong dalam hatiku.tanpa terasa air mataku mengalir hangat dipipiku."kedua orang tuaku mengapa begitu mudah pula mereka mengiyakan nando,apa mereka ta memikirkan nasibku menjadi istri k2.ato mereka hanya peduli karena nando orang kaya".kataku lagi lagi dalam sepi.Segala pikiran masa lalu yang menyakitkan,orang tua yang berpisah dan tak ada yang peduli kepadaku,ma2 yang selalu merongrong masalah keuangan,adikku yang ta pernah peduli kakaknya,penghianatan penghianatan orang orang yang aku cintai.mulai dari dimas laki2 yang pernah berpacaran denganku selama 1tahun yang berakhir dengan perselingkuhannya,satria dan pram bahkan kak handoko semua laki laki yang aku cintai dulu dan berakhir dengan mereka berselingkuh."apa kurangku?".monolog ku lagi.Aku terus menangis dalam keheningan malam.Tanpa terasa aku tertidur karena lelah menangis.Entah pukul berapa aku baru bisa tertidur.
__ADS_1
Aku terbangun oleh suara khas pria yang beberapa hari ini selalu ada di sekitarku.nando pria yang sebentar lagi menjadi suamiku."sayang,kenapa matamu bengkak?kamu menangis?".tanyanya yang melihat mataku sembab dan bengkak karena terlalu lama menangis semalam.Aku hanya diam dan membuang wajahku menghindari tatapannya.Di cengkramnya daguku di hadapkannya wajahku kepadanya dengan mata tajam penuh intimidasi."kenapa kamu menangis?".tanyanya lagi.Aku masih bungkam."Jangan pernah berpikir macan macam kamu!".herdiknya dengan nada mengancam."macam macam apa ndo,apa bisa aku memilih saat ini?semua aku sudah lakukan keinginanmu,apa lagi yang kau pertanyakan?".cecarku dengan segala unek unek yang ingin aku luapkan."lalu untuk apa kamu menangis?".tanyanya tajam."semua masa depanku di tanganmu,aku harus rela menjadi ke dua karena keegoisanmu merenggut kehormatanku,apa untuk menangispun aku ta memiliki hak di sini".nada suaraku kian tinggi ta kusadari air mataku sudah meleleh di pipi."aku mencintaimu nye,aku ingin kau menjadi istriku dan selalu ada di sisiku".ucapan tajam nando dengan emosinya."lalu bagaimana dengan mbak sarah,apa dia rela dimadu?".tanyaku dengan nada tinggiku.Sarah seorang wanita yang harus ku rusak rumah tangganya,wanita karir baik hati namun harus kuambil haknya,dia adalah istri pertama nando."sanggupkah aku hidup dengan menyakiti hati mbak sarah".ulangku lagi."cukup nye cukup,kenapa kamu selalu berpikir untuk orang lain.tidak kah kamu bisa berpikir egois untukmu sendiri?" .nando semakin emosi."aku bukan kamu ndo,aku bukan bos kaya yang egois dan arogan.menghalalkan segala cara untuk memiliki sesuatu tanpa berpikir hati hati yang terluka".ucapku dengan isak tangisku."aku egois aku arogan ya aku memang egois dan arogan tapi semua karena aku mencintaimu".jawabnya."cinta ato hanya nafsu ndo?".lirihku sambil kutenggelamkan wajahku kedalam selimut."anye jangan pernah kamu berpikir seperti itu,aku melakukan ini juga atas ijin Sarah.sarah ta bisa memberiku keturunan karena sakit yang dia derita dia harus kehilangan kandungannya".kata nando menjelaskan semua."apa se murahan ini aku bagimu ndo,bahkan orang tuaku pun mengiyakan aku di peristri pria bersuami.mengapa semua tak ada yang peduli pada diriku".tangisku kian menjadi.nando merengkuh wajahku.di dekapnya aku dia biarkan aku menangis di dadanya."mengapa ndo mengapa?".tangisku kian lirih."maaf kan aku nye,maaf tapi aku janji aku akan mencintaimu tulus,aku akan berusaha adil padamu dan sarah.jangan menangis lagi".ucapnya sambil membelai rambut panjangku."ayo mandi,kamu pasti lapar".katanya lagi.yang ku jawab dengan anggukan.aku sendiri tak tahu kenapa aku selalu mudah mengiyakan ucapan nando.aku mencoba lepas dari pelukannya dan berjalan gontai kekamar mandi untuk membersihkan diri.
__ADS_1
Selesai mandi dan memakai pakaian rumah yang nyaman aku turun ke bawah untuk sarapan.kulihat nando sudah duduk di meja makan memungguku sambil menikmati secangkir kopi buatan mbak saroh."gitu donk cantik".sapanya ketika melihatku sudah segar lagi."apaan sich".kataku malas.ku ambil piring hendak menyiapkan sarapan untuknya namun di tolak."kamu makan aja aku tadi sudah sarapan di rumah".jawabnya yang ku angguki.aku makan dalam diam.nando memandangku sekilas kemudian kembali menyesap kopinya."kamu ta tidur semalam?wajahmu pucat".tanya nando ketika aku selesai makan."aku tidur cuma entah jam berapa,aku cuma merasa kurang enak badan".ujarku."apa aku panggilkan dokter".katanya sambil menempelkan tangannya ke keningku."tapi kamu nggak panas".katanya lagi."entahlah mungkin hanya kecapekan,ndak usah ke dokter aku istirahat saja pasti nanti enakan".kataku lagi."ok nanti biar tio yang jemput ayahmu di stasiun".katanya lagi."ayah datang hari ini?".tanyaku yang di jawab anggukan."ya jam 12 ayahmu tiba,kamu istirahat dulu lagi ya".ucapnya yang ku iyakan.kami melangkah menuju kamar.ku rebahkan badanku senyaman mungkin mencoba terpejam lagi.nando meninggalkanku dia berjalan ke arah lemari pakaian yang.melepas jas dan pakaian kerjanya menggantinya dengan celana boxer dan kaos polos santai.kemudian menyusulku naik ke tempat tidur dan memeluku untuk sama sama tertidur.
__ADS_1