
Hari sudah siang ketika kami sampai di Paris.Penerbangan yang melelahkan terbayarkan sudah dengan pemandangan kota paris."pa janji ya bunda jalan jalan,gak di kamar aja kayak di belanda kemarin".protesku ketika kami sampai di kamar hotel."Ya bun,apapun asal bunda senang papa pasti kasih".katanya dengan senyum kemenangan."tapi malamnya tetap waktu untuk papa lho ya,sampe jelang pagi".godanya sambil mengecup keningku."huft...... dasar suami mesum".candaku dengan tersenyum.Namun keinginan langsung jalan harus tertunda karena ulah jail suamiku yang meminta jatah sebelum jalan."sekali aja ya bun".rengek nya dengan tangan yang sudah bergerilya kemana mana."pa geli,beneran sekali ya".kataku pasrah meladeni kemesuman suamiku.Yang tak pernah puas dengan ku.Jam terus berjalan pukul 11 siang waktu paris suamiku sudah meminta jatah dan ternyata bukan sekali entah ke berapa kali hingga membuat Aku sudah kelelahan dan terbangun pukul 2 siang lebih.Aku menggerutu dan jengkel."tuh kan papa sudah jam 2 lebih.janjinya jalan jalan".rengekku."ok ok maaf papa khilaf".candanya dengan wajah memelas."khilaf kok berkali kali".sewotku."eh dosa lho menolak suami".tegurnya."siapa yang menolak,dari tadi papa minta berkali kali kan bunda layani,tapi papa ingkar janji" .kataku merengek seperti anak anak."ya deh papa salah,ya uda ayo mandi trus kita belanja belanja".katanya sambil menggendongku ke kamar mandi.Bukannya mandi hal serupa berulang lagi dari kamar mandi sampai ke kamar tidur lagi.Hingga aku kelelahan dan enggan protes.Suamiku menggauliku berkali kali tanpa bosan.Entah tenaga dari mana yang membuatnya berstamina tinggi.Baru pukul 2 malam dia melepas kan ku untuk tidur.Kami hanya istirahat untuk makan.Aku kelelahan dan tertidur lelap.hingga pagi menjelang.
__ADS_1
Badanku terasa remuk redam tulang tulang rasanya sudah gak karuan.Stamina suamiku memang tiada tanding.Ku buka mataku perlahan,kuraba tempat di sebelahku.Kosong.Aku langsung bangun dan mencari keberadaannya di ranjang.Kosong masih tetap kosong.Ku alihkan pandanganku ke sudut ruangan di atas sofa suamiku sedang asik berkutat dengan laptopnya."pa".kataku lega melihatnya ternyata tidak pergi kemana mana."bunda sudah bangun".katanya langsung menutup laptop dan menghampiri ku."aku kira papa kemana".ujar ku."kenapa?kangen ya?".dia malah menggodaku."huft......".kata ku sambil memutar bola mata jengah.aku hendak bangkit namun badanku terasa sakit semua."awww......".kataku menahan rasa sakit seluruh badan."sebentar bun".kata kak gio yang langsung menggendongku turun dan membawaku ke kamar mandi.didudukan aku di tempat duduk dan perlahan di mandikan nya tubuhku."awww.....pa pelan pelan,sakit".kataku yang merasakan nyeri di pangkal pahaku."ya bun maafin papa terlalu bersemangat".katanya bersedih."ya tapi nanti jangan gitu ya.bunda istirahat dulu ya".rengek ku."ya sayang janji nanti papa ga macem macem lagi,bunda istirahat nanti sore kita jalan jalan.janji".kata suamiku yang membuat aku tersenyum dan dia menggendongku kembali ke kamar.Perhatian suamiku walau kadang menjengkelkan membuat aku tersenyum ketika dia menyisir rambutku."kenapa senyum senyum bun?".tanya suamiku sambil menatapku di kaca."aku bahagia memiliki papa sebagai imamku".kata ku sambil ku tatap matanya.Dia tersenyum dan mencium keningku."papa lebih bangga punya istri dan makmum seperti bunda".ujar nya lagi."Bunda sarapan terus istirahat ya.papa urus kerjaan sebentar".katanya sambil membelai rambut panjangku.Setelah makan pagi aku segera istirahat tidur membiarkan suamiku bekerja.
__ADS_1
...... TAMAT......
__ADS_1