
Pukul 16.15 aku terbangun dari tidurku.Ku dapati putra ku masih tertidur di sampingku.Perlahan aku bangun agar tak mengganggu tidur Revalno.Aku berjalan keluar kamar.kulihat tania yang lagi asik main hp sambil santai nonton tv."Dek sudah makan?".tanyaku yang merasa lapar karena melewatkan makan siang."udah kak tadi,mau bangunin kakak kasihan,kakak kayak capek banget".jawabnya."yang lain kemana dek?"."bik minah dan pak tobi tania suruh istirahat kak,kasihan berbenah rumah dari tiba tadi.kalo suster berni lagi di kamar Revalno beberes sama beres beres kamar dia".ujarnya menjelaskan.Aku hanya manggut-manggut mengiyakan."ya udah kakak makan dulu,laper".ujar ku sambil melangkah menuju meja makan.dan menyendok kan makanan dan lauk ke piringku."oh ya dek nanti habis isya di undang kak weni makan malam di rumahnya"."ya kak,o ya kak besok mama datang di antar dinar sekalian bawa laporan bulanan dari pulau seberang".ujar adik ku."ya dek,mama sama kamu apa tinggal di sini aja sama kakak dek".ajak ku."nanti coba di bicarakan sama mama kak.lagian kakak kan masih harus memulai dulu".ujarnya.Aku kemudian melanjutkan makan.Hingga ku dengar suara panggilan dari putraku yang sudah berdiri di depan pintu kamar."bunda....".sapa nya dengan suara khas bangun tidur"anak bunda udah bangun,sini mamam sm bunda".ajak ku sambil ku lambaikan tangan kepadanya.Valno duduk di kursi sebelahku.mencium pipiku."Valno mandi dulu ya bun,nanti baru mamam".ujarnya yang ku jawab dengan anggukan.Suster berni menggandeng tangan putraku untuk di bawa ke kamarnya dan mandi.
Malamnya aku,tania dan revalno berangkat ke rumah orang tua Weni.Sebenarnya agak malas harus ketemu istri kak Handoko dan kak Handoko.Kalo sama mama n papanya weni sich asik asik aja orangnya.Sepanjang jalan aku bernostalgia dengan suasana kota yogya,kota yang tenang damai dan nyaman.Entahlah dari dulu aku suka dengan kota ini,orang orangnya yang masih memegang adat dan kalem.hati terasa tenteram.Kami sampai di depan rumah berpagar tinggi hitam rumah yang bisa di bilang cukup mewah.Weni dan keluarganya sudah menyambut kami di depan pintu."Asslmkm ma..pa..."sapa ku kepada kedua orang pasutri paruh baya itu.kusalimi dengan takzim.di susul tania dan revalno."asslmkm opa oma".sapa revalno yang memang di biasakan memanggil opa oma oleh weni dan aku."waallaikum slm wah cucu opa sudah tambah ganteng aja".puji papa weni sambil mencium pipi revalno dan mencoba menggendongnya."opa valno udah besar,nanti opa keberatan kalo gendong valno".ujar revalno yang tak mau di gendong."Ya ya valno sudah besar,opa sudah ga kuat lagi angkat cucu opa".ujar papa dengan tersenyum."masuk dulu yuk,ngobrol di dalam".ujar mama weni sambil menuntun revalno.Di sini kami selalu di sambut hangat oleh keluarga Weni.Kami duduk di ruang keluarga sambil bercengkrama dan berbincang.Weni yang sedang hamil besar duduk di sampingku."nye,kamu beneran jadi mau stay di kota ini?".tanya weni."sementara ya wen,ni sudah mulai siap siap untuk toko.di online sich sudah lumayan banyak wen resellernya.cuma tinggal aku buka toko dan gudangnya".ujar ku menjelaskan."Kamu memang berbakat dalam berbisnis nye,baru beberapa tahun aja udah punya banyak cabang".ujar weni sambil menepuk pundak ku pelan."alhamdulillah wen,mungkin jalan dari allah".kami berbincang dan becanda ria.hingga masakan di atas meja sudah tertata rapi."udah dulu yuk ngobrolnya,kita makan malam dulu".ajak mama.ketika semua sudah siap."asslmkm ma pa".suara wanita dan pria yang sangat ku kenal.ya handoko dan istrinya.Mereka yang baru tiba di kediaman weni."waallaikum slm".kami serempak menjawabnya."eh tamunya sudah datang".sindir sinta istri kak handoko.aku hanya diam malas meladeni."ayo kita makan dulu".ajak mama lagi.Kami pun bersama menuju meja makan.Sambil makan ada beberapa obrolan obrolan kami sambil menghangatkan suasana.Sinta sedari awal sudah memandangku tak suka.Tapi tetap aku abaikan.selesai makan kami kembali ke ruang keluarga melanjutkan perbincangan."anye jadi mulai kapan buka usahanya?".tanya papa ketika kami sedang nonton tv sambil nyamil dan ngobrol."insya allah minggu minggu ini pa kalau tidak ada kendala".jawabku yang di jawab anggukan papa."kenapa harus tinggal di ruko nye,kok ga tinggal sama mama di sini".ujar mama yang sudah beberapa kali menawariku tinggal di sini.aku hanya tersenyum.Sinta kian sewot memandangku penuh kebencian."o ya denger denger kamu sudah di campakkan jadi istri ke dua".cerocos sinta sengit.Semua mata langsung menatap tajam padanya.Dia yang awalnya ingin menyerang ķu jadi salah tingkah dan diam.Aku diam karena takut melukai revalno."Valno kita main yuk ke kamar calon dedek bayi".ajak weni pada putraku.Agar dia tidak terprofokasi ucapan ucapan orang dewasa.Aku sudah terbiasa mendengar ucapan kasar sinta,namun jangan untuk anakku."kamu tuch ngapain sich bahas kayak gitu,bikin keder suasana aja".bisik kak handoko.memarahi istrinya."gapapa kak,santai aja".ujarku yang mencoba membawa suasana menjadi rileks lagi.