Aku Istri Ke 2

Aku Istri Ke 2
PERTENGKARAN PERTAMA


__ADS_3

Seperti biasa kak nando siang datang malam.pulang bahkan kadang masih sore sudah pulang.Hari ini setelah melakukan tugas rutin suami istri aku dan kak nando tertidur.Rasa lelah karena pergulatan membuat kita tertidur pulas.aku tertidur dalam pelukan nyaman suamiku.Tanpa ku tahu ini adalah awal bencana untuk rumah tanggaku.Aku yang tertidur nyanyak tak menyadari hari telah malam bahkan bisa di bilang hampir tengah malam.Aku terbangun karena rasa hausku.Aku terkejut menemukan suamiku masih tertidur dengan memeluk ku hangat.Aku mencoba melepas pelukannya untuk bangun dan agar ta mengusik tidurnya.Namun pergerakanku yang pelan pun masih bisa membangunkannya."hemm sarah ada apa?".tanya suamiku yang tak sadar sedang bersamaku.Sakit rasa hati mendengar suami menyebut nama wanita lain ketika bersama kita.ya tuhan sesakit ini rasanya."yah......".ucapku menyadarkannya.kusembunyikan mataku yang sudah berkaca kaca,kucoba menahan air mata ini agar tak jatuh."jam berapa ini?".tanya nya bingung."jam 1 malam lebih yah".jawabku mencoba biasa saja.berharap suamiku menyadari kesalahannya dan meminta maaf.Namun semua hanya angan.ketika bentakan yang kuterima."mengapa kamu tak membangunkanku,apa kamu sengaja".bentaknya dengan nada tinggi dan baru sekali ini keluar dari mulutnya kepadaku.semakin sakit hati rasanya."maaf yah,aku jg tertidur".jawabku sambil menunduk mencoba menyembunyikan mataku yang kian tak tahan ingin meneteskan air mata."Kamu tuh emang sengaja biar aku ga pulang,biar aku nginap sini kan!".herdiknya kian membuat hatiku hancur."maksud ayah apa?kok tiba tiba marah marah kayak gini?".aku mulai jengah dengan sikapnya yang tiba tiba marah marah gak jelas."kamu tuh istri ke dua harusnya tau diri tau posisi,sudah untung aku pulang masih di jebak untuk menginap.dasar wanita egois".bentaknya lagi.deg......hatiku langsung seperti tertampar,aku mendapatkan pukulan keras di hatiku karena ucapan laki laki yang menikahiku dan calon ayah anakku.air mataku mengalir tak terbendung."Memang salah yah kalo ayah nginap di sini?".ungkapku dengan nada yang mulai meninggi."Jelas salah,istri tak tau diri".jawabnya sambil segera bangkit dan berganti pakaian kerjanya tadi.Tanpa pamit dia langsung berlari keluar kamar dan pergi.Aku duduk terpaku di tempat tidur berharap ini hanya mimpi.Suami yang selama ini ku banggakan di hatiku,kuanggap sebagai imam yang sempurna untukku memakiku dan merendahkan ku sebagai istri ke dua nya.tangisku kian pecah.Nelangsa dan kecewa.Tuhan kenapa aku harus menerima semua ini.Ketika aku sedang berbadan dua aku harus merasakan semua.Andai kemarin sebelum aku hamil mungkin aku akan memutuskan untuk pergi dan mengakhiri kisah pernikahan kami.Tapi saat ini ada dia di rahimku,dia tak bersalah dia tak berdosa aku tak mau dia lahir ta tau ayahnya.Air mataku kian deras mengalir.sepanjang malam aku menangisi takdirku.Hingga tanpa kusadari aku tertidur karena lelah menangis.


Suara adzan subuh membangunkanku setiap hari.Ku ambil wudhu dan bersujud kepadanya.menangis dan mengeluhkan semua.Berharap sebuah keadilan untukku dan buah hatiku.Selesai sholat aku bergegas mandi dan merapikkan kamarku,walo ada asisten rumah tangga aku tetap terbiasa membereskan kamar tidurku sendiri.bahkan kadang lemari dan isi kamar semua aku yang merapikan.warni hanya tingga lap dan sapu pel saja.Hari ini pun aku membersihkan kamarku memcoba mengalihkan pikiranku dari hal semalam.Mencoba berdamai dengan keadaan ini."bersih bersih kamar udah,enaknya aku ngapain lagi ya?".tanyaku pada diriku sendiri."Mumpung masih jam 5.30 mending aku lari lari pagi sebentar di sekitar sini biar badan sedikit membaik".monologku pada diriku sendiri.ku ganti baju tidurku dengan training dan hijab instant serta sepatu oleh raga.handphone dan hadsat ta lupa kukenakan.sambil lari lari lebih asik sambil dengerin lagu lagu slow biar pikiran juga ikut fres."non mau kemana?".tanya warni yang melihatku hendak menuju pintu keluar."mau lari lari aja warni di sekitar sini,mau ikut nemenin?".tanyaku.kalo ada warni setidaknya aku tak sendiri."ya non sebentar warni ganti celana dulu".katanya sambil segera berlari kekamarny untuk ganti.Tak sampai 10 menit warni sudah muncul dengan celana pendek 3/4 dan kaos oblong santai."Tapi non warni ga punya sepatu olah raga".katanya sambil menunduk malu.gapap war pakai sendal aja,nanti kalo pas ke mall aku belikan.kalo ku beri punyaku pasti beda ukuran karena kakiku besar".kataku sambil segera berlari kecil ke arah pintu.Setelah keluar dari gedung apartmen kami berlari ke arah kanan apartmen jalanan masih belum begitu ramai,polusi udara dari asap asap mobil pun belum padat.embun embun di rerumputan menambah sejuk suasana pagi ini.Tak terlalu jauh jarak yang ku tempuh mengingat aku sedang hamil muda dan rentan."sudah mbak kita balik,sebelumnya mampir warung ato apa lah,buat sarapan biar kamu ga keburu buru masak warni".ungkapku yang di ikuti warni dengan lari lari kecil di belakangku."Ya non,apa non mau bubur ayam?itu di ujung jalan dekat apartmen ada bubur ayam enak non".kata warni sambil mengacungkan jempolnya dengan gaya lucu dan medoknya."boleh war nanti kita coba".jaeabku sambil terus berlari lari kecil menuju arah yang di bilang warni.Benar saja kulihat di ujung jalan tukan bubur ayam gerobak yang ramai pembeli,pasti enak kalo rame gini.gumanku dalam hati.Setelah sampai di abang tukang buburnya kami langsung memesan 3 bubur ayam di bungkus sekalian untuk mbak saroh.Selesai kami lanjut lari kecil menuju apartemen."huft........".nafasku ngos ngosan karena lama aku ta berolah raga."capek ya non?".tanya warni ketika kami sudah ada di dalam unit kami."ya war tolong ambilkan air putih hangat ya".perintahku yang di angguki warni.setelah meminum air putih hangat aku menyelonjorkan kaki dan merenggangkan tubuh di sofa tidur di ruang tv."non mau makan sekarang?mumpung masih hangat no".saran warni."emmm boleh war bawa sini".Rasa lapar menyerang karena kelelahan.Ketika ku buka kemasan bubur ayam aku langsung berlari ke wastafel terdekat untuk mengekuarkan isi perutku yang masih kosong."non......non kenapa,ga enak ya buburnya.mau di masakin apa?".tanya warni panik sambil membantu memijat tengkuku untuk meredakan muntah muntahku."Enek war lihat buburnya entah bawaan hamil mungkin".seolah menenangkan warni."buatkan air gula panas bawa kekamar ya war sama minyak kayu putih" perintahku untuk meredakan mualku pada bubur ayam.Sambil aku berlalu menuju kamarku.


__ADS_2