
Hari ini pas 1tahun sudah kak Nando ta pernah lagi hadir d hidupku.Aku menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan.Bisnis yang ku rintis kian berkembang pesat.Bahkan bisnis restoran ku pun juga berjalan lancar.Pelan pelan aku bisa membangun istana bisnisku sendiri.Walau tak besar namun aku bersyukur,aku bisa memberi yang terbaik untuk mama dan anakku.Bisnis retail yang di beri kak Nando untuk mama 100% sudah kami berikan pada difa yang sudah menikah.Rumah di sana pun sudah mama berikan pada difa.Karena mama dan tania menempati rumahku d pulau seberang ini.Aku yang masih bolak balik Malang ke pulau ini masih menempati rumah yang di hadiahi kak Nando karena Revalno juga masih bersekolah di sini.Aku bersyukur karena dalam keadaan seperti ini ada mama,difa tania saudaraku yang sayang padaku dan Valno,sahabat sahabat karibku serta asisten dan suster yang setia padaku.Marni masih tetap menjadi asistenku.Semua orang banyak memuji keberhasilanku.Namun hatiku sampai saat ini masih kosong dan tetap sepi.Tanpa ada cinta dan kasih dari suamiku.Orang yang seharusnya menjaga dan membimbing kami hilang bak di telan bumi."non......".sapa Marni ketika melihatku termenung di teras belakang."eh mar,ada apa?".tanyaku."non kenapa?".tanyanya dengan wajah ibanya padaku.Marni asisten rumah tangga yang tau masalah apa yang aku hadapi.Dia sudah seperti keluarga bagiku."ga papa mar".jawabku "non bisa cerita sama marni,kalo non mau nangis marni siap dengerin non".ungkap marni dengan mata berkaca kaca."ya mar kamu sudah begitu faham apa yang aku alami".ungkapku dengan rasa sesak di hatiku."non marni boleh kasih usul gak?".tanyanya tiba tiba yang membuat aku memicingkan mata heran."ada apa mar?".tanyaku merasa ada yang tidak beres."ndak ada apa apa non,cuma kalo saya boleh kasih saran gimana kalo apartmen yang di jaga mbak saroh di sewakan atau di jual aja non?".ungkap marni semakin membuat aku bingung tak mengerti,karena tak biasanya marni membahas masalah ini."itu barang pemberian kak Nando mar,nanti kalo di jual gimana jadinya.mungkin kalau di sewakan akan saya pertimbangkan".jawabku yang tiba membuat nafas lega marni.aku semakin bingung marni adalah gadis yang tak pernah mau ikut campur masalah harta atau apapun dia jujur dan tak pernah neko neko."sebenarnya ada apa mar,sepertinya ada yang kamu sembunyikan dari saya?".tanyaku lagi."entahlah non marni juga ga tau".jawabnya yang ambigu kemudian dia segera ijin berlalu dari ku.aku semakin di buat penasaran dengan sikap marni yang tidak biasanya.Namun aku tak ambil pusing mungkin marni sedang ada masalah.
__ADS_1
Hari berganti bulan berlalu dan sekarang aku masih kosong dengan harapan harapan tak menentu."bunda valno kangen oma".ungkap putraku.sepertinya dia sekarang sudah mengerti keadaan kami.Akhir akhir ini dia tak pernah bertanya tentang ayahnya.Aku semakin merasa kasihan pada putraku.Anak yang lama tak mengenal ayahnya.baru beberapa bulan bersama ayahnya tapi harus di tinggal lagi.Aku berusaha untuk jd ibu sekaligus ayah untuknya.Untung ada dion,bian dan suami difa yang memanjakan revalno bahkan mereka selalu ada untuk valno."bunda.....".panggil valno lagi."ya sayang ada apa?".tanyaku yang terkaget."kok bunda dari tadi ngelamun,valno mau ketemu oma".ungkapnya lagi."ya sayang lusa ya kalo valno libur sekolah bunda ajak ke tempat oma.kalo sekarang kan valno harus sekolah.Saat ini valno sudah duduk di kelas satu SD di Malang ini.Anakku terbilang anak pendiam dan cuek namun pintar dan berprestasi.Dalam hal pendidikan dan dalam hal agama insya allah dia tak mengecewakan.Aku bersyukur Tuhan memberi aku jagoan yang sangat membanggakan.
__ADS_1
Sore ini aku akan pergi ke Resto cabang ku di mall.Dengan tania yang selaku asisten dan orang kepercayaanku yang selalu ada bersamaku."kak nanti mampir butik biasanya ya kak,tania mau belikan sweter untuk mama".ungkap adikku sambil berjalan bersama menuju lantai tempat restoku berada."boleh dek kamu beli aja,nanti biar kakak yang bayar".jawabku."anye......".sapa seorang wanita dengan gaun ketat dan sexy."mbak sarah".sapaku terkejut.Tak menyangka bertemu dengan mbak sarah istri ke satu kak Nando."gimana kabar kamu?".tanyanya basa basi."ehmmm baik mbak gimana?".tanyaju balik."Sudah makin sukses kamu nye,bang Nando bener bener bisa modalin kamu".sindirnya.tania yang mendengar ikut memicingkan mata heran."maksudnya?".tanya tania yang tidak suka dengan ucapan mbak sarah padaku."ups.....maaf ada juga benalu lain penikmat harta bang Nando".ungkap mbak sarah sengaja memancing emosi.Aku yang pada dasarnya sudah tau sifat mbak sarah hanya tersenyum saja.Tapi tania sudah akan maju dan hendak menampar mbak sarah.Namun untung aku lebih dulu menghentikannya."apa kalian,memang salah yang saya bilang.Kak Nando bercerai dengan saya demi pelakor macam kamu yang menggerogoti harta suami!".ungkapnya dengan nada yang agak tinggi.Aku terkejut dengan ungkapan mbak sarah.
__ADS_1