Aku Istri Ke 2

Aku Istri Ke 2
GIO POV


__ADS_3

"Aku tak akan membuat hidupmu mudah wanita ******,tunggu pembalasanku!".Hilda mengancam ku ketika dia lewat di bimbing polisi menuju ruang penyidik.matanya penuh kebencian kepadaku.Hatiku menciut bukan karena aku khawatir dengan diriku sendiri,tapi aku khawatir dengan orang orang yang aku sayangi.Hilda bisa tega mencelakai putraku,aku takut itu terjadi lagi.Gio seperti mengerti kepedihan dan ketakutanku.Dia melingkarkan tangannya d pundak ku."Aku akan ada menjagamu".bisik nya lirih.Entah mengapa ucapan itu malah membuat emosiku memuncak."keluarlah dari hidupku,jauhi aku.jangan mempersulit aku dan putraku gio".makiku kemudian aku menangis."semua tak akan terjadi jika aku tak mengenalmu,hilda tak mungkin mencelakai revalno jika bukan karena rasa cintanya padamu!".ujar ku sambil menangis."kak".tania membawaku dalam pelukannya."tuan biar kakak tenang dulu".bujuknya agar semua bisa kembali damai.dia tahu betapa tertekannya aku 1 bulan ini.Mulai hinaan dari keluarga kak Nando,makian dari Hilda di depan umum hingga insiden tertabraknya Revalno.kejadian beruntun yang menguras pikiranku.Aku menangis tersedu di pelukan adik bungsuku."bunda".tangan yang dulu kecil kini sudah bisa membelai ku dan menenangkan ku."Bunda jangan takut ada valno di sini yang jagain bunda,om gio gak salah bun.wanita itu yang jahat".ujar nya.Ku seka air mataku tak mau terlihat begitu lemah aku ketika ku lihat keluarga hilda keluar dari ruang penyidikan.Mereka menunduk dan tak bersuara meninggalkan kantor polisi."kamu sudah selesai nak?".tanyaku pada valno setelah aku sedikit tenang.Dia mengangguk "ya bun sudah"."kita makan siang ya nak sambil jalan kemana,bunda pengen rileks".kataku yang d jawab anggukan valno dan tania.Bagai mana kalau kita ke salon kak?".ajak tania yang langsung di tolak revalno."malas ah tante masak valno harus nungguin tante sama bunda nyalon pasti lama dan membosankan".jawabnya.Aku tertawa,kita jalan jalan ke mall aja sambil makan di sana".ajak ku yang di setujui semua.Gio diam menatapku dan tersenyum hangat ketika aku tak sengaja melihatnya.Rasa apa ini,melihat senyumnya saja hati dan pikiranku sudah gak sinkron.Aku menunduk karena salah tingkah.Gio menghampiri kami."bagai mana valno?".tanyanya sambil membelai rambut pendek putraku."eh om gio,makasih banyak ya om uda bantu nangkap yang nyuruh tabrak revalno".katanya jujur dan polos."ya sudah tugas om membantu semua,kamu libur sekolah apa ijin nich?".tanya nya dengan senyum hangat itu lagi."revalno libur om 3hari,ni mau jalan sama bunda dan tante".ujar nya.Gio menatap tania dan aku."boleh gak om antar,om juga lagi gak ada kerjaan".tawarnya.Aku hendak menolaknya namun revalno sudah menjawab duluan."boleh,tapi nanti apa gak masalah om?".katanya khawatir padaku."om akan jaga kalian kok,tenang aja".jawab nya.'bilangnya gak ada kerjaan,namanya bos suka suka dia dech'.gerutu ku dalam hati.Sebenarnya aku bukan tak mau jalan sama gio tapi aku takut keselamatan keluarga aku lagi lagi terusik oleh wanita wanita yang menyukai gio.Aku hanya diam.Akhirnya kami pun berangkat bersama.Pak tobi kami suruh pulang dulu bersama tania,karena tania tiba tiba ada telf dari toko kuenya.kami naik mobil Gio dengan willy yang menyetir.Revalno yang berinisiatif duduk di depan membuat aku canggung duduk bersebelahan dengan gio.

__ADS_1


Gio pov

__ADS_1


Hatiku benar benar tak karuan ketika mata kami bertemu pandang.Senyumnya yang sejuk dan kelembutannya.Wanita dengan gamis abu abu hijab senada itu berdiri bersebrangan denganku.Telah lama aku menyimpan rasa ini.Namun setelah kejadian tak mengenakan waktu itu,wanita ini seperti menghindar dan jaga jarak dari ku.Aku kian penasaran.Ketika ku dengar putranya tertabrak mobil dan polisi menyelidiki kasus ini berencana.aku pun memutuskan membantunya.Dan ternyata Hilda mantan tunangan ku lah pelakunya.Dan hari ini kami berada di kantor polisi.Dia mengantar putranya yang menjadi saksi dan korban peristiwa itu.Di temani adiknya dia menunggu di ruang tamu kantor polisi.aku mencuri curi pandang padanya.Hingga tak sengaja mata kami saling bertemu pandang,aku pun tersenyum.Walau sebelumnya dia sempat memaki aku karena kejadian ini terjadi karena hilda cemburu pada anyelir.ku hampiri mereka ketika ku lihat mereka tertawa bertiga dengan revalno yang sudah keluar dari ruang penyidik.Kami pun ngobrol basa basi namun dia banyak diam.Ternyata mereka berencana untuk jalan jalan ke mall.Aku pun berinisiatif mengantar mereka.Entah keberuntungan atau gimana saat ini aku duduk berdua di bangku belakang mobilku.Tania adiknya mendadak ada telf darurat,putranya dengan sengaja memilih duduk di samping willy asistenku.Setengah jam perjalanan kami pun sampai di mall.willy langsung pamit untuk menyelesaikan tugas tugas kantor dan mobil dia tinggal di parkiran."tuan ini kuncinya saya langsung balik ke kantor".pamit willy.Aku pun menerima kunci,baron bodyguard sudah datang menjemputnya dengan mobil lain.Setelah willy pergi aku anyelir dan revalno berjalan memasuki mall.Banyak ibu ibu menatap kami dan berbisik bahkan ada yang langsung bicara pada kami."wah benar benar keluarga yang serasi,ayah bundanya cantik dan tampan anaknya pun sangat tampan".kata seorang ibu ketika kami berjalan memasuki toko sport.Aku menengok pada revalno dan tania takut mereka merasa tak nyaman dengan ucapan ibu tadi.Namun mereka hanya diam dan aku pun lega.Revalno memilih beberapa pakaian dan celana anyelir hanya melihat lihat,karena toko ini memang lebih cocok untuk remaja.Selesai ku bayar belanjaan revalno yang sempat di tolak anyelir,kami pun berjalan lagi mencari tempat makan untuk makan siang.

__ADS_1


__ADS_2