
Ketika kami sampai di vila mami sudah tidak terlalu pusing,kak Nando dan papi memapah mami masuk ke dalam.Tak lama seorang dokter wanita datang dan memeriksa mami."gimana istri saya?".tanya papi khawatir."tidak apa apa tuan hanya masuk angin dan Kecapekan istirahat dan makan teratur.Aku berada di dapur membuat bubur dan minuman jahe untuk mami.setelah dokter pulang semua sudah matang,aku pun membawa bubur dan minuman ke kamar mami."mi makan dulu,ini anye buatkan bubur dan wedang jahe".kataku setelah ada di dalam kamar.Revalno yang duduk di samping omanya pun tersenyum."bunda".panggilnya yang membuat oma memandang ke arahku.Aku pun duduk di samping ranjang dan meletakan nampan di pangkuanku."jahenya di minum dulu te biar hangat perutnya setelah itu makan".ujar ku sambil ku bantu mami minum dan setelahnya ku suapi bubur.Mami menurut dan menghabiskan separuh bubur yang ku buat lalu minum obat dari dokter."tante istirahat,Valno biar oma istirahat.kita keluar dulu".ajak ku pada Revalno.setelah membenahi selimut mami kami pun melangkah keluar kamar.Ber sisipan dengan papi yang akan masuk setelah mengantar dokter."terimakasih anyelir".kata papi ketika berpapasan dengan ku."iya om".jawabku singkat lalu melanjutkan berjalan ke ruang keluarga bersama Revalno.Kami duduk menghilangkan lelah."anak bunda seneng nich liburannya?".candaku sambil ku acak acak rambut halusnya."seneng bun bisa bareng ayah,bunda dan oma opa apalagi kali sama oma dan tante tania juga".jawabnya."ya kapan kapan kita liburan sama tante tania,tante difa dan oma"."ya bun,bunda istirahat dulu.pasti bunda capek banget".kata Revalno."kamu gak capek nak?".tanyaku balik."Valno mau lihat oma dulu lalu tidur".jelasnya."Ya uda bunda tidur duluan ya cuapek".kataku sambil melangkah menuju kamar,dan berpapasan dengan kak nando yang keluar kamar dengan rambut basah khas habis mandi."nye".sapanya singkat."eh kak".jawabku sambil berhenti sejenak."mau tidur?"."ya kak,kakak belum istirahat?".tanyaku."mau lihat mamj sebentar baru istirahat,makasih ya sudah ngerawat mami tadi".katanya tulus."hmmm ya kak".jawabku"aku istirahat dulu kak".kataku pamit.kak nando pun mengangguk mengiyakan.Aku melangkah masuk kamar,setelah membersihkan diri dan ganti piyama aku pun merebahkan tubuhku di atas tempat tidur dan terlelap dalam buaian mimpi.
"bunda masak apa?".tanya revalno yang pagi ini sudah bangun dan memakai celana pendek jins dan kaos hitam.duduk di meja makan memperhatikanku yang sibuk menata masakan di meja makan."Rendang sama udang crispy juga bubur manado untuk oma".jawabku sambil membawa semangkuk bubur manado dan teh hangat menuju kamar oma."tok....tok......"aku mengetuk pintu kamar mami dan papi."ada apa nye?".tanya om yang membukakan pintu."ini om sarapan untuk tante,sarapan untuk om juga sudah tersedia di meja".kataku."oh ya terima kasih nye".jawab om."siapa pi?"tanya mami dari tempat tidur."anyelir mi,antar bubur untuk mami".jawab om pada tante."masuk nye".kata mami ramah.Tak biasanya mami welcome padaku.Aku melangkah masuk dengan hati hati."ini te anye buatkan bubur manado biar tante bertenaga dan teh hangat".kataku berjalan mendekat."sini nye".kata tante menepuk ruang duduk di samping tempat tidur.Aku duduk sambil memangku nampan berisi sarapan untuk tante."gimana keadaannya te,apa masih terasa sakit?".tanyaku hati hati."sudah mendingan nye,terimakasih kemarin kamu sudah rawat mami".jawab mami dengan tersenyum.Tante yang kemarin kemarin jutek dan judes padaku sekarang tersenyum ramah padaku."biar anye suapi te".kataku ketika melihat tante yang masih terlihat pucat hendak mencoba bamgkit.Sesuap demi sesuap ku suapi mami hingga habis bubur di mangkuk,lalu ku ambil obat d atas meja dan membantu tante minum obat."nye makasih banyak,maaf tante kemarin kemarin sudah jahat sama kamu".ucap tante dengan menundukkan kepala menyesal."tak papa te,anye sudah maaf kan dan tidak masukan ke hati kok"jawab ku dengan tersenyum."andai kamu dan Nando belum berpisah,pasti semua tak seperti sekarang".ungkap mami."kita tetap keluarga te,revalno tetap cucu tante dan om serta putra kandung kak Nando".jawabku."Hatimu sungguh baik nye,tante buta dengan kebaikanmu".Jawab tante lagi."ah sama saja te".jawab ku."kamu sudah sarapan?".tanya tante."belum te"."Kamu sarapan dulu,tante jadi merepotkan km".Aku mengangguk."anye keluar dulu tante gapapa di tinggal sendiri?".tanyaku sungkan."gapapa nye,paling habis ini om juga sudah selesai".jawabnya sambil tersenyum."ya uda tante anye keluar dulu".Aku pun berjalan melangkah membawa alat makan ke dapur dan bersiap makan bersama."gimana mami pi?".tanya kak Nando yang rupanya baru tiba."mami sudah membaik,apalagi anye merawatnya dengan baik".puji om membuat aku tersenyum malu."bukan om karena obat dari dokter bukan karena anye".jawab ku."bunda selalu rendah hati".canda revalno.Semua pun tersenyum.dan memulai makan dengan suasana yang hangat.