Aku Istri Ke 2

Aku Istri Ke 2
KEEGOISAN


__ADS_3

"Kak ini laporan laporan penjualan dan rekapan barangnya".Difa menyerahkan laporan kepadaku ketika aku sudah duduk di kantor ku di Malang."Kak untuk resto di kota malang ini jangan di tambah dulu,kalo terlalu banyak cabang nanti malah kesannya ga bonafit".ujar difa menambahkan usulan.aku mengangguk angguk mengiyakan usulannya."ya dif rencana juga kakak gak nambah dulu,untuk online juga gita sementara 3 tempat aja,kalo terlalu banyak kasihan reseller jadi pangsa pasarnya berkurang.kalo cuma sedikit kan kita lebih fokus pada pelayanan reseller aja untuk umum hanya sebagian,Kakak juga fokus pengembangan yang di yogya dulu biar ga keder semua".ujarku."Oh ya kak kalo masalah retail suamiku mau mengembangkan sebentuk supermarket tapi lebih cenderung grosir,gimana kak?".tanya difa."Dek kalo masalah retail itu sudah 100% milik kamu dan suami.itu usaha kalian sendiri.kalo kalian minta saran kakak kasih saran tapi kalo untuk keuangan dan lain lain 100% itu milik kalian.jafi ini apa?".tanyaku ketika membuka sebuah map laporan keuangan retail."Tapi kak ini kan milik mama dan hak kita bertiga".ujar difa."Dek dari awal kan kakak dan semua sudah bicara.kalau retail itu sudah serah terima dan hibah dari mama untuk kalian.kalo yang usaha mbak di luar kota untuk restonya kakak kasih ayah,untuk onlinenya kakak kasih tania.karena tania belum siap menjalankan sendiri,sementara di pegang winda dulu.Nanti kalo tania sudah siap 100% kakak kasih tania.kalo yang di yogya dan kota malang bisnis online dan resto kakak untuk kamu pantau dan kelola.kakak juga tetap gaji kamu setiap bulan seperti sebelum sebelumnya".ujar ku panjang lebar."semua surat surat kepemilikan juga sudah di legalkan atas nama kamu untuk retail dan untuk ayah dan tania pun juga sudah kakak ganti semua surat surat atas nama mereka".Difa mengangguk."Terimakasih kakak,semoga kedepannya kita selalu rukun ya kak".ujar difa sambil memelukku."bertengkar itu wajar dek,tapi ingat jangan lebih dari 3hari,berlapang dada untuk mengalah dan meminta maaf walau tidak salah itu kunci perdamaian".panjang lebar kami membahas semua.Hingga sebuah panggilan di hp ku yang membuyarkan pembicaraan kami.Kak Nando,kulihat di layar hpku nama pemanggilnya.Kuraih hpku dan ku geser tombol hijau.

__ADS_1


Anyelir~"hallo,asslmkm kak".

__ADS_1


Nando~"waallaikum slm,kamu sibuk nye?"

__ADS_1


Nando~"temui aku di resto xxx".

__ADS_1


Tanpa menunggu jawaban dariku panggilan sudah di matikan."dasar matikan telf sepihak,ndak sopan".gerutu ku."kenapa kak?".tanya difa yang mendengar aku menggerutu."Kak Nando,mau ketemu".ujar ku masih dengan nada jengkel."ngapain lagi dia telf telf dan ganggu hidup kakak,ga cukup apa dia udah buat kakak seperti kemarin".difa emosi."Sabar dek,giman pun dia ayah dari Revalno,anak kakak.kakak ga mau menjauhkan valno dari ayahnya.masalah yang terjadi cuma antara aku dan ayahnya,valno hanya korban".ujar ku.Difa mendekat dan memelukku memberi semangat dan kekuatan."kakak keluar dulu temuin kak nando".pamit ku yang di jawab anggukan oleh difa.Kemudian aku melangkah keluar.Aku melangkah memasuki caffe dekat kantor,ku edarkan pandangan mencari meja tempat kak nando duduk.Ku langkahkan kaki menghampiri mejanya."Siang kak".sapa ku ketika sudah ada di depannya."eh duduk nye".ujarnya sambil berdiri menarikan kursi di depannya untukku."makasih".ujar ku sopan.Setelah memesan makanan dan makanan tersaji kami makan dalam diam.Aku merasa canggung dan agak riskan."nye....".panggil kak nando membuka percakapan."Ya kak"."gimana kalo kamu sama revalno tinggal sama saya lagi?".tanyanya seperti tanpa beban.Ku pandang dia sesaat dengan heran."maksudnya?".tanyaku heran."Ya kamu tinggal serumah lagi sama saya dan revalno".ujarnya enteng.Semudah itu pemikirannya mempermainkan perasaanku,menalakku sekarang dengan tanpa bersalah minta aku tinggal serumah dengannya.Hatiku berujar tak habis pikir dengannya.Keegoisan nya ternyata belum juga berubah,masih tetap berpikir dia kaya dan berkuasa,jadi dengan mudah mempermainkan rumah tangga dan perasaan ku.Aku tak menjawab langsung berdiri dan beranjak dari dudukku serts berlalu pergi darinya tanpa kata."Anye......!!!!!".bentaknya.Aku terus melangkah tak memedulikan panggilannya.Hatiku telah lelah untuk berdebat,kekacauan yang dia buat untukku sudah cukup banyak menguras hati dan perasaanku."Kalau kamu gak berhenti,aku akan urus hak asuh untuk Revalno".teriaknya emosi."Silakan,aku tak gentar melawan laki laki sepertimu".ujarku lalu melanjutkan melangkah keluar.Banyak mata memandangku dan kak Nando,yang masih ku dengar kak Nando mengumpat ngumpat dan memaki ku.Aku tak pedulikan ucapannya dan berlalu pergi dengan hati dan pikiran yang tak karuan.Aku yakin aku bisa untuk putraku.Ku usap air mata yang menetes di pipi ku.Air mata ini adalah air mata penyesalah,menyesal aku mengenal dia,menyesal aku pernah percaya dan mencintainya dengan sepenuh hati.Pria yang ku cinta ternyata hanya seorang player.

__ADS_1


__ADS_2