Aku Istri Ke 2

Aku Istri Ke 2
PERTEMUAN


__ADS_3

"ak....".panggilku terbata."ya sayang maafin aa,maaf jangan pergi dari aa".mohonnya dengan air mata yang masih mengalir."maaf aa sudah jahat sama kamu".ku tutup mulutnya dengan tanganku."aku sudah memafkanmu ak,aku sudah berdamai dengan hatiku".lirihku.di ciumnya tanganku.Mengapa ketika melihat suamiku yang seprti ini membuat hatiku sakit."maaf anye sudah mengecewakan aa".lirihku."bukan sayang,bukan kamu yang salah.aa yang salah aa pantas kamu hukum.tapi maaf kan aa".Serunya sambil kembali merengkuhku dalam pelukannya.Setelah itu tak ada kata yang terucap dari bibirku.ku biarkan kak nando puas melepas rindunya.dia terus memelukku erat.hangat yang kurasa.pelukan ini masih sama seprti dulu."ak aku datang ke sini ingin aa bertemu seseorang".kataku sambil ku raih tangannya berdiri berjalan ke kamar sebelah.Kak nando terdiam mematung sesaat kemudian berhambur memeluk anak laki laki 5 tahun yang tertidur nyenyak di kasur itu."sayang apa ini anak kita?".tayanya.yang menyejukan hatiku.ternyata kak nando mengakui valno anaknya darah dagingnya.Kak nando menghampiri valno di peluknya dan menangis tanpa henti sambil mengucap maaf."ayah minta maaf nak,ayah gak jagain kamu,ayah bukan ayah yang baik".kak nando seperti membuang semua egonya.Dia menangis tersedu.pelukanya membangunkan valno yang tertidur."bunda......".valno yang baru bangun terlihat bingung karena belum 100% sadar.Aku menganggukkan kepala."ini ayah sayang".ucapku.Valno menatap lama ayahnya kemudian memeluk dan mencium ayahnya.Aku hanya menangis menyaksikan semua.Tuhan jika ini jalan yang terbaik untuk kami maka satukan kami.doaku dalam hati.Kubiarkan Valno melepas rindu pada ayahnya.Aku memilih menghindar berjalan ke ruang tv."non mau marni buatkan teh ato kopi?".tanya marni yang menghampiriku."ndak usah mar nanti saja,kamu kok masih betah disi?".tanyaku."Ya non tuan ndak boleh saya berhenti.Tuan bilang kamu tetap di sini mar,saya pasti akan cari anyelir,tuan bilang gitu non".cerita marni panjang lebar."Memang kak nando sering ke sini mar?"."tiap hari non,tiap hari tuan ke sni non.tiap hati tuan ngurung diri di kamar non.Semua anak buahnya katanya sudah cari non kemana mana tapi belum ketemu,memang non di mana?".tanya marni."Saya di pulau seberang mar,usaha toko online di sana.sambil besarin Revalno".marni mengangguk."non jangan pergi pergi lagi,kasihan tuan sampe kurus dan berantakan nyariin non".ungkap marni memintaku untuk jangan pergi.Aku sendiri belum tahu apa aku akan bertahan disini ato aku akan pergi.hatiku belum bisa 100% menentukan.Ku biarkan tuhan yang menentukan jalanku kelak.


Valno yang sudah mandi dan ganti baju masih melepas rindu pada ayahnya."ayah valno seneng banget bisa ketemu ayah.valno bisa tunjukin sama temen temen kalo valno benar benar punya ayah".celotehnya membuat kak nando menangis dan terdiam."ayah jangan tinggalin valno ya?".celotehnya.Sebelum kak nando menjawab aku sudah menyela terlebih dahulu."valno sayang Ayah kan harus kerja dan valno sama bunda harus balik ke rumah kita".jawabku yang langsung mendapat tatapan tajam kak Nando."Valno sama ayah ya disin?".tanya kak Nando."Valno mau sama ayah sama bunda".celetuknya."Valno sekarang punya ayah bunda,orang orang sudah ga bisa hina bunda dan valno lagi.kita sama ayah ya bunda".rengeknya yang memang tak tahu apa yang terjadi antara orang tuanya.Kak Nando terus menatapku tajam."Revalno main sama sus berni sama mbak marni ya".ucap marni yang sepertinya mengerti dan ingin memberi ruang untuk aku dan tuannya berbicara."nye ikut saya".Ajak kak Nando tegas.aku hanya bisa mengekornya masuk kekamar kami dulu.Setelah di tutup pintunya Kak Nando menangis dan memelukku."Jangan pernah pergi dariku bun,jangan tinggalkan aku lagi.aku sudah cari bunda kemana mana bahkan aku sampai menyewa detektif tapi semua nihil.jangan buat aku frustasi lagi bun".ucapnya dengan air mata yang mengalir.Aku melihat kak Nando bukan kak Nando yang dulu.Kak Nando yang ada di hadapanku kak nanfo yang rapuh,kak nando yang mau mengakui kesalahanya bahkan bersujut meminta maaf padaku."Anye belum tau ak,beri anye waktu untuk mengambil keputusan".jawabku yang juga luruh menangis."Berapa lama lagi bun aa harus menunggu bunda,aa minta maaf dulu menyakiti bunda baik lahir maupun batin,aa terlalu egois dan arogan sama bunda".ucapan maaf terus keluar dari mulut kak nando.Aku terdiam.lama kami akhirnya hanya saling diam dan tanpa bicara."Aa janji akan berubah,aa ga akan lagi menuduh tanpa bertanya pada bunda".lirihnya."Entah lah ak aku belum bisa memutuskan sekarang,biar kita ikuti rencana tuhan untuk kita.Aku akan mencoba memaafkan aa".jawabku mencoba berdamai."Tinggalah disini,kita bersama lagi".rajuk kak nando."ya bunda kita sama aya ya,pleace valno kangen ayah".rengek valno yang tiba tiba sudah ada di tengah pintu."Valno mau di temenin ayah bunda,ayo bunda....ya bunda.....".rajuk valno dengan wajah memelasnya.Aku tak tega dan ku anggukan kepalaku."Akan ku coba untuk tinggal bersama lagi ak,tapi aku belum bisa memutuskan".Kak nando tersenyum bahagia di peluknya aku dan valno.di ciumnya bergantian keningku dan valno.


__ADS_2