
"bunda Valno nanti ada tanding basket,pulang agak telat ya bun".pamit putraku yang sekarang sudah duduk di kelas 9."ya tapi ingat jangan lupa makan siang dan hubungi bunda ok".kataku sambil ku kecup kening putraku."siap bunda".ujar nya sambil pamit dan berlari menuju mobil yang mengantarnya ke sekolah.Aku belum memberikan ijin dia untuk membawa kendaraan baik mobil atau motor.Aku terlalu khawatir dengan anak anak muda yang suka kebut kebutan.Walau aku percaya anakku tidak begitu."Ma anye juga ijin mau urus kerjaan sebentar.Besok anye ada acara di pulau seberang.langsung ke jakarta juga".pamitku pada mama yang sedang duduk di kursi belakang sambil memandang pohon pohon buah mangga yang sudah mulai berbuah."ya nduk,Lusa tania wisuda kamu temani mama ya".jawab mama."Ya ma sekalian lusa anye ajak tante marta dan ayah juga".mama mengangguk.walau sudah bercerai hubungan kekeluargaan kami baik baik saja.Aku segera pergi untuk mengejar waktu meeting dengan klien juga."Pak tobi kita ke kantor dulu baru ke tempat meeting d selatan malioboro ya pak".perintahku pada pak tobi."baik non".kemudian mobil pun melaju menuju tempat kerjaku.tak lama kami pun sampai."non pak tobi ke cuci mobil sebelah dulu ya,kalau ada apa apa non panggil pak tobi".ujar pak tobi ijin mau cuci mobil."ya pak,saya ke dalam dulu".pak tobi pun segera membukakan pintu untukku.Aku berjalan menuju lift ke ruangan ku di lantai 3."pagi bu anye".sapa anne resepsionis menyapaku dengan senyuman manisnya."pagi".jawabku sambil segera menuju lift.di ikuti Tania yang sudah menungguku di lobby."kak jumlah pengiriman barang barang ke resto hari ini sudah clear tinggal tanda tangan kakak untuk pengecekan dan pencairan uang nya".sambil berjalan tania menjelaskan pekerjaan padaku.Tanpa sengaja aku menabrak dada seseorang dan hampir terjatuh.Sosok laki laki menangkap tubuhku agar tidak terjatuh.Kaget dan syok tentu saja."kamu tidak apa apa nona?".tanya suara itu.Aku langsung bangun dan berdiri sambil tergugup."maaf maaf.....saya mohon maaf".ucapku sambil memandang sosok pria yang berdiri di depanku."anye".sapa pria itu agak terkejut."Kak Nando".aku pun tak kalah terkejut."kamu kok di sini?".tanyanya lagi.Tania hanya memandang kami bergantian."eh ya kak,ini kantor saya PT.Sehati tbk".jawabku."oh jadi kamu owner nya,kamu semakin sukses ya nye".ungkap kak nando."Ya alhamdllah kak bisnis kecil kecilan".jawabku."Saya kesini untuk bertemu owner di sini,dan ternyata itu kamu.beruntung sekali saya".jawabnya."oh ya kak apakah CEO bintang perkasa yang akan bertemu siang nanti".tanyaku yang memang jadwalku nanti siang akan bertemu dengan CEO bintang perkasa untuk membahas kerjasama kami di bidang expedisi."kalau begitu mari ke ruang meeting kak" .ajak ku pada kak nando dan asistennya putra.Kami pun berjalan bersama menuju ruang meeting.Beberapa jam kami membahas kerja sama kami dan semua berjalan lancar."bu anye apa ada waktu makan siang?".tanya kak nando formal.aku memang tahu bagai mana kinerja kak nando yang selalu profesional masalah kerjaan dan hal pribadi."bisa kak".jawabku sopan."kita makan di resto depan kantor bu anye saja ya".ajaknya lagi dan ku angguki. Kami pun berjalan aku tania putra dan kak nando menuju resto depan kantor untuk makan siang.
Kami makan sambil berbincang sedikit tentang Revalno anak kami."anye apa boleh akhir pekan nanti saya bertemu dengan revalno?".tanyanya terdengar mengiba."saya besok berangkat keluar kota,kalo kak nando gak keberatan Revalno biar menghabiskan waktu bersama kakak".jawabku mencoba bijak.kulihat senyum bahagia di wajahnya."boleh boleh nye,saya akan sangat senang sekali.Tapi beneran gapapa kan nye?".tanyanya ragu ragu."boleh kak sangat boleh.bukannya Revalno juga anak kakak".jawabku."Kamu memang wanita berhati baik nye,saya benar benar bodoh menyakitimu".ujarnya dengan penuh penyesalan."sudahlah kak yang lalu biar berlalu sekarang gimana kita mau berubah dan membesarkan revalno walau terpisah".jawabku.Selesai makan aku dan tania pun undur diri karena ada pekerjaan yang harus ku lakukan.Di pintu depan resto tanpa di sengaja aku bertemu dengan tuan Gio yang sedang berjalan masuk ke resto."tuan gio".sapa ku ramah."bu anye,sudah makan siang bu?".tanya nya.aku pun menganggukkan kepala."ya tuan sudah,ini mau balik kantor".jawabku lagi."Wah telat nich saya.mau makan sama bu anye kok sudah keduluan".candanya sambil tersenyum."Mari kak sudah di tunggu pak tobi".ajak tania membuat aku pun undur diri dan pergi menuju mobil yang sudah ada di depan resto.Untuk melanjutkan mengurus tiket dan lain lain walau sudah di urus semua oleh tania dan wanda tapi aku harus cek semua biar keberangkatan kerjaku bisa aman dan lancar."Kakak besok tania gak bisa antar ya,tania ada kelas pagi sampe jam 10 baru ke kantor trus sore nya mau siap siap cari salon untuk acara wisuda lusa".ucap adikku tania."ya dek gapapa kakak di antar pak tobi aja,o ya kamu pake MUA langganan kakak aja nanti semua kakak yang urus tinggal kamu belanja baju untuk wisudanya.jangan lupa siapkan acara untuk anak anak panti selesai acara wisuda kamu".jelasku sambil ku serahkan ATM pribadiku."ndak usah kak,tania masih ada tabungan dari gaji".tolaknya sambil mengembalikan kartu itu."Dek ambil aja,kakak ikhlas dan ridho.kamu adik kakak.untuk apa kakak bekerja keras jika bukan untuk Revalno kamu mama dan keluarga".ujar ku sambil ku genggamkan kartu itu di tangannya."lagian itu atm isinya juga memang kakak sisihkan dari uang uang resto".jelasku lagi.aku memang membedakan atm beberapa bagian untuk kebutuhan ku dari gajiku yang memang sudah dari awal kami terapkan agar keuangan berjalan lancar.untuk resto dan online shope ada sendiri sendiri untuk oprasional di kelola keuangan kantor untuk laba dan lain lain masuk ke rekening khusus sendiri.sedang untuk sekolah Revalno aku selalu menyisihkan dari uang gaji.yang walau jarang terpakai karena semua biaya sekolah revalno selalu sudah lunas di awal.dan setelah ku selidiki kak nando lah yang menunjang pendidikan putranya.Dari situ aku bisa melihat kasih sayang kak nando dan tetap bertanggung jawab pada putranya.Bahkan untuk tabungan bulanan ku pun selalu tak pernah telat masuk rekening khusus yang di buatkan kak nando.namun aku pun tak pernah mengutak atik uang itu.kelak itu hak Revalno.jika aku sudah tak memiliki hak itu,karna aku hanya mantan istri.