
Perbincangan dengan mbak sarah membuat pikiranku kian tak karuan.Aku seperti tak mengenal suamiku lagi.Dia benar benar bukan kak Nando,yang walau menikah lagi tak pernah lalai atau membuat sedih istri pertama.Tapi sekarang bukan lagi menjaga tetapi malah sudah rusak.Dan yang paling membuat aku tak mengerti kemana kak Nando sebenarnya.Menutup akses komunikasi dengan mbak sinta,pergi ninggalin aku dan valno.'ada apa dengan kamu Kak?'.batinku sendiri.Aku tiba tiba teringat ucapan marni tentang apartmen pemberian kak Nando.'apa mungkin kak Nando tinggal di sana,marni bilang seperti itu hanya untuk klu agar aku mengecek ke sana.Pikirku lagi.'Tapi jika Kak Nando di sana dan aku ke sana sana nanti kak nando kira aku nyamperin dia'.bimbang hatiku sendiri."ah sebodo amat,itukan hadiah darinya.aku pura pura aja ngecek karena mau aku sewakan".monologku sendiri."kenapa kak?".tanya tania yang sedang bersamaku.Saat ini kami sedang ada di resto milikku.Setelah kepergian mbak sarah,aku dan tania masih lanjut pengecekan keuangan dan lain lain di sini."kak anye....".panggil tania sambil menepuk bahuku pelan."eh....eh....ya....ya ada apa tan?"tanyaku gelagapan."kakak dari tadi ngelamun aja,mikirin ucapan mbak sarah ya?".tanyanya.aku hanya mengangguk mengiyakan."sudahlah kak ga usah di pikirin,anggap saja itu bukan laki laki yang baik untul kakak. Banyak cowok yang antri sama kakak ku yang cantik dan muslimah ini".godanya menghiburku."apa sich dek,belum mikir kayak gitu".lanjutku."ya udah ya udah.....tania ngalah".godanya lagi.Setelah selesai dengan semua pekerjaanku ternyata hari sudah sore.Aku dan tania segera bersiap pulang.
"Dek kamu keburu gak?".tanyaku pada adikku yang duduk di depan sebelah pak supir."ndak kak,kan aku selalu di samping kakak,jadwal kerjaku juga mengikuti kakak".candanya lagi."ok dech,fix kalo gitu.Temani kakak ke apartmen kakak yuk".ajakku."mau ngapain kak?".tanyanya yang merasa aneh."nggak kakak cuma mau pastikan apa ada yang rusak dan perlu di rombak".jawabku."kan kalo ada yang rusak mbak saroh pasti hubungi kakak".celetus tania."ya kakak tau,tapi rencana kakak mau sewakan saja unit itu,itung itung untuk tabungan masa depan Revalno".tania hanya mengangguk angguk mengiyakan."boleh juga kak,dari pada ga kepakai eman eman".ungkap tania sambil tersenyum.Setelah setengah jam perjalanan kami sampai di lobby apartemen.Aku dan tania segera menuju lift untuk naik ke unit milikku.Entah mengapa ada perasaan janggal di hatiku.Tak enak dan tak nyaman."Apa sebaiknya aku pulang?".ungkapku lirih yang ternyata di dengar tania."gimana sich kak,tadi minta ke sini,sudah sampai bilang mau balik".tania sambil memegang dahiku."gak panas kok".katanya."adek becanda aja".kataku sensi.kemudian tania diam.Ku masukan pasword kemudian aku masuk.Aku sedikit tercengang,karena apartmenku sepertinya ada yang menghuni."kak kok sepertinya ada yang tinggal di sini".ujar tania juga bingung.Ada sepatu hak tinggi berjajar di rak sepatuku yang bukan milikku.Aku melangkah masuk untuk memastikan.Sunyi suasananya."kok kakak merasa janggal dek,kita apa salah masuk".ujarku bingung."kan paswordnya benar kak,masak salah unit".tania berkata sambil setengah berbisik.Ku lihat sekeliling,ku buka kamar tamu yang berantakan seperti habis di tempati.Yang lebih buat aku syok ada ****** ***** dan bra berserakan di sana.Hatiku kian tak karuan."Ya tuhan firasat apa ini?".lirihku semakin dengan hati tak karuan.Aku berjalan lagi menuju dapur yang sama berantakannya.Piring piring dan gelas yang belum di cuci."apa mbak saroh sudah tak bersih bersih di sini?".lirihku lagi.Kemudian aku melangkah menuju kamar utamaku.perlahan seperti maling.Ku buka pasword pintu kamarku.Aku kian tercengan.pakaian wanita dan pria berserakan.Dan lebih mengejutkan aku mengenali pakaian pria itu.Pakaian yang sangat aku kenal dan aku rindukan pemiliknya.Kak Nando suamiku."Tapi kenapa sepi?".lirihku sendiri.Tania masih setia di sampingku,memegang pundakku untuk menguatkan aku.Terdengar suara gemericik air dari kamar mandi.Aku mendekat namun samar samar ku dengar suara suara yang sangat membuat hatiku hancur dan tak karuan."dek itu pasti bukan kak Nando kan?".tanyaku mencoba menyangkal.Tania menatapku dan mengelus bahuku."apapun itu lebih cepat kakak tau maka lebih baik untuk kakak".bisik tania di telingaku.Hatiku kian berdebar tak karuan ketika hendak membuka kamar mandi.Namun belum sempat aku membuka kamar mandi,pintu kamar mandi terbuka.Sepasang laki laki dan perempuan yang dengan tubuh polos dan bagian yang masih menyatu.dengan wanita di gendong menghadap pria itu.Hatiku langsung hancur berkeping keping.Aku diam mematung sesaat.Adegan yang benar benar tak pernah ku bayangkan.Melihat suamiku sedang menyatu dengan wanita lain."anye......".panggil kak nando yang tiba tiba tertegun dan masuk lagi ke dalam kamar mandi dengan aktivitas yang tidak terlepas.Hatiku kian hancur.Sudah kepergok bukan malah merasa salah tapi dia malah masuk lagi ke kamar mandi dan melanjutkan nya.Terdengar suara ******* yang kian keras dan panjang.Bodohnya aku malah mematung menunggu adegan itu hingga selesai.Pintu kamar mandi terbuka lagi,kak Nando keluar dengan jubah kamar mandi."Maaf nanggung".ungkapnya tanpa rasa bersalah.Aku seperti patung tak bergerak.hingga tania mengguncang bahuku."kak,kita pulang".ungkap tania yang hendak membawaku melangkah pulang."Jadi ini kak balasannya?".kataku lirih menahan perih.Kak nando diam menatap tajam padaku."di kamar kita dan di tempat kita kamu mencumbu wanita lain".kataku masih lirih."Aku laki laki normal bun,kamu mana pernah pedulikan itu".ungkapnya membela diri.