Aku Istri Ke 2

Aku Istri Ke 2
PERTEMUAN LAGI


__ADS_3

"Anye".sapa suara barito khas di telingaku."Gio".balasku ketika kami tak sengaja bertemu di sebuah showroom mobil di dekat kantor."kok bisa ada di sini?sedang cari mobil untuk siapa?".tanya gio basa basi."em gak juga baru lihat lihat aja,cuma untuk mobil kantor saja".jawabku."kamu?".tanyaku balik."mobil untuk pengangkutan barang dalam.kota saja".jawabnya."oooo".ya sudah mari saya duluan".pamit ku sambil hendak melangkah keluar showroom.Namun tiba tiba tangan kekar itu meraih tanganku."anye,bisa bicara sebentar?".tanyanya.Aku menatap tangannya yang memegang tanganku,seketika gio melepas pegangan itu."maaf reflek".jelasnya."ada apa?".tanyaku datar."bisa bicara di cafe sebelah".ajak nya.aku pun mengangguk dan kami pun berjalan keluar showroom mobil menuju cafe sebelah.setelah menemukan.tempat duduk dan memesan minum dan makanan ringan aku memandang gio datar."apa yang mau kamu bicarakan?"."ya nye,maaf.Aku hanya ingin bertanya mengapa kamu menjauh dan jaga jarak padaku?".tanya nya."ndak juga paling hanya perasaan kamu saja".jawabku singkat.Ada rasa bersalah ketika aku membencinya tanpa alasan.Apa aku sudah benar menjauhinya begini.Gio diam menatap ku penuh tanya.Aku menunduk menghindari tatapan nya,aku tau dia terluka karena aku.Namun aku juga tak berani mencintainya lebih jauh.Biar ku tutup pintu hati ini rapat rapat."maaf kak aku balik kantor dulu".kataku memecah kesunyian.Aku pun bangkit dari duduk ku dan hendak melangkah pergi.Namun tangan kekar itu menghentikan langkahku.di genggamnya tanganku.Seperti ada sengatan listrik kuat sampai ke hati.Rasa hangat yang membuat aku terdiam dan terhenti sesaat.Namun ketika aku tersadar aku mencoba melepas pegangan tangan ini."maaf kak".kataku dengan menunduk sedih.Gio melepas tangannya dan membiarkan ku melangkah pergi dengan hati yang rumit.Aku berjalan cepat ke arah kantorku,karena tak jauh letaknya dari cafe.Karena terburu buru kakiku masuk ke kubangan dan aku terjatuh.Sakit rasanya kaki terhimpit paving jalan.aku mencoba mengangkat kakiku keluar tapi aku tak sanggup dengan sakitnya.Air mata mengalir dari mataku menahan rasa sakit yang luar biasa.Namun tiba tiba tangan kekar itu mengangkat 1paving dan melepaskan kakiku yang terhimpit.Setelah terlepas di bawanya aku dalam gendongannya"anye.....anye.......tahan kita kerumah sakit".dia berkata panik.Aku hanya menangis menahan rasa sakit di kakiku.Setelah mendudukanku di mobilnya.mobil melaju kencang menuju rumah sakit terdekat.Jalanan yang padat membuat Gio tak sabar.Sesekali dia mengklakson mobil mobil yang ada di depannya dengan panik.Setelah setengah jam perjalanan kami sampai di sebuah rumah sakit.Gio segera menggendongku turun dan berlari masuk loby rumah sakit.Perawat segera berlari membawa kursi roda.Namun dia menolak meletakkan ku di kursi,dia menggendongku sampai ke IGD dan meletakkanku di brankar IGD."dokter tolong kakinya terhimpit batu".katanya panik pada dokter."baik tuan,tuan bisa tunggu di luar kami akan melakukan tindakan".Gio pun menurut dan melangkah keluar ruangan.Dokter mulai mengobati kakiku.Menyiramnya dengan alkohol untuk menyeterilkan.kemudian membersihkan darahnya dan mengobatinya.Melakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan lukanya.Kemudian membiarkan perawat membalut luka dengan perban.Dokter melangkah keluar."suster kaki saya tidak apa apa kan ?".tanyaku khawatir."sementara ibu harus di rawat inap hari ini,untuk mengecek apa ada yang patah atau kelaianan pada tulangnya"suster menjelaskan panjang lebar.'aku harus menginap'.kata hatiku cemas.Para suster menggeledek brankarku keluar ruangan untuk di pindahkan ke kamar rawat.Gio mendampingi di samping ku.berjalan menuju ruangan rawat.Ruang vvip aku di bawa ke ruangan itu.Setelah suster menata dan memasang tali ikat untuk kakiku agar tak banyak bergerak.mereka keluar meninggalkan aki dan Gio ber dua."kak maaf merepotkan mu".kataku lirih ketika Gio sudah duduk di kursi di sampingku."sudahlah kamu istirahat biar cepat pulih".katanya sambil mengelus rambutku yang terbuka karena hijabku di lepas ketika penanganan tadi.Aku kaget dan menutupi rambutku dengan tangan."tak apa nye,aku melihat auratmu,aku pasti akan segera takaruf untuk menghalalkan mu".katanya yang tau aku tak pernah melepas hijab ku di depan bukan muhrim."Kamu istirahat,aku akan menjagamu di sini".katanya kemudian berpindah duduk di sofa seberang tempat tidur.Karena pengaruh obat bius aku pun terlelap dalam sekejap.Entah sudah berapa lama aku tertidur hingga ku rasakan tangan hangat menggenggam tanganku dan berbisik membangunkan ku."bunda".sapa suara yang sangat ku kenal.Perlahan aku membuka mataku.Kulihat putraku dan tania berdiri di samping tempat tidurku."Valno,tania".kataku sedikit linglung."aku yang mengabari Revalno".Gio menjelaskan."bunda kakinya masih sakit?".tanya Revalno khawatir."ndak sayang dokter sudah menanganinya".jawabku."untung ada om gio".kata valno lagi."terimakasih ya om".katanya sopan pada Gio.Gio pun berjalan ke arah kami."ya no om cuma bantu sebisanya".jawabnya sambil berdiri di samping revalno.Revalno pun tersenyum kepadanya."terimakasih tuan sudah menyelamatkan kakak saya".tania berkata sambil sedikit membungkuk hormat."kakak tapi gapapa kan?".katanya sambil menatap aku."Tunggu hasil Rontgen nya kata dokter".kak Gio menjelaskan.


__ADS_2