Aku Istri Ke 2

Aku Istri Ke 2
TERLALU MERINDU


__ADS_3

Seorang wanita dengan tinggi 160 berpenampilan cantik dengan hijab duduk termenung di balkon rumah memandang kosong.pikirannya menerawang kemasa masa indah dulu,angin bertiup mengibarkan hijabnya.Di peluknya tubuhnya sendu."ak aku merindukanmu mungkin aa bahagia degan kepergiannya".ucapnya dengan pikiran yang menerawang jauh.di hapusnya air mata yang mengalir di pipinya di rasakannya kekosongan hatinya.

__ADS_1


^^^Anyelir,seperti angin yang beriup seperti itulah hatiku dalam hampa kesendirian dingin sepi seperti angin yang berhembus di sore ini.sampai detik ini aku masih sendiri dengan kesetiaanku yang ta berujung,kesendirianku yang tak bertepi.Aku hanya berharap jika tuhan kelak mempertemukanku dengannya aku ingin dia tak mempertanyakan kesetiaanku.Jika tuhan tak mengijinkanku bersamanya maka ijinkan aku untuk tetap setia dengan hatiku untuknya.^^^

__ADS_1


Selesai makan dan ngobrol ngobrol Weni pulang ke rumahnya d seberang sana.Ku pandangi putraku yang serius dengan gadgenya."anak bunda sudah belajarnya sayang?kok main hp?".tanyaku menyapanya yang langsung mengalihkan pandangannya dari handphone ke padaku."bunda.......sudah bunda,bunda temani valno sampe bobok dulu ya bun".pinta putraku yang memang sudah aku biasakan tidur di kamar terpisah.Walo ada suster berni yang selalu membantuku mengurus valno tapi aku selalu berusaha meluangkan waktuku untuk menemaninya membacakan cerita ato sekedar berbagi cerita kesehariannya sebelum tidur.Aku melangkah naik ke sisi tempat tidur putraku kutarik selimut menutupu sebagian tubuhnya."valno mau bunda ceritain apa?".tanyaku padanya."bunda cerita tentang ayah donk,valno pengen tau seperti apa ayah valno.jadi kalo ketemu nanti valno bisa mengenalinya".dek celotehan valno membuat hatiku bergetar miris.Dia selama 5tahun tak pernah tau di mana ayahnya.hanya foto dan cerita dariku tentang ayahnya yang membuat dia merasa bahwa dia memiliki ayah.ingin aku menangis setiap kali dia bertanya tentang ayahnya,namun aku tak boleh menangis di depannya.aku tak mau dia tau kebenarannya."valno janji langsung bobok ya kalo bunda sudah cerita!".perintahku yang di jawab dengan anggukan semangatnya."ayah valno itu cakep kayak valno,pintar dan gagah.......".aku mulai menceritakan kebaikan kebaikan kak nando pada putra kami.Aku tak mau dia tahu keburukan ayahnya.Cerita mengalir begitu saja hingga ku dengar nafas halus dan teratur putraku.ku kecup keningnya sebelum aku beranjak pergi dari kamarnya."maafkan bunda sayang".lirihku sambil ku tutup pintu kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2