
Hari ini masih seprti kemarin kami berkeliling ke beberapa tempat wisata di Batu.seprti para layang,rumah kelinci,predatorpark dan musium angkut.suasana hangat kekeluargaan terlihat jelas.wajah wajah ceria mama dan ayah terpancar di depan mataku.aku begitu berterimakasih pada kak nando yang dengan ikhlasnya membahagiakan keluargaku.Apapun makanan dan oleh oleh di belikan nya untuk mereka.semua kuliner kota Malang kami jelajahi.mulai dari bakso,rujak,rawon dan masih banyak lagi."aa apa ndak kerja n gmn mbak sarah?".tanyaku ketika kami duduk berdua d gunung banyak menikmati suasana sore kota Batu."aa cuti 1mnggu untuk hoenymoon dan sarah aku sudah ijin tidak pulang 1mnggu ini".ucapnya santai."oooo".jawabku singkat."sayang makan dulu gich biar sehat untuk nanti malam".godanya yang kuhadiahi cubitan manja di pinggangnya."aww istriku sudah KDRT nich".rajuknya lagi.sambil tertawa."mamah dan yang lain masih asyik aja,aku panggil dulu untuk makan ya ak".kataku sambil hendak berlalu menju keluargaku yang melihat tania,difa dan putra yang bergantian naik paralayang."kamu duduk saja biar pak tio yang panggil,kamu pasti lelah melayaniku beberapa malam ini.isi tenagamu biar sehat".ucapnya.aku hanya mengiyakan setiap ucapanyan.kaos lengan panjang merah dengan hijab senada yang kupakai serasi dengan kaos panjang merah kak nando.sop butut panas yang tersaji di.meja membuatku tergiur untuk mencicipinya.kumakan sup iga itu hingga kandas.ta menunggu suamiku dan keluargaku karena entah mengapa aku merasa kelaparan.mungkin efek kecapean dan terkurasnya tenagaku tiap malam beberapa hari ini."sayang tumben makanmu banyak?" kak nando sambil tersenyum melihatku yang makan lahap."laper ak".rajukku."ya ya sayang aa becanda".godanya lagi.hawa yang dingin memang membuat badan mudah lapar dan makanan hangat seperti sup buntut ini.Tak lama mama ayah dan keluarga ku,"kak seru banget kakak ga mau nyoba?".tanya difa dengan celoteh cerewetnya yang khas."kak anye mana mungkin berani,diakan pobia ketinggian".celetuk tania dengan santainya."bener yang kamu pobia tinggi?".tanya nando ketika mendengar celetukan tania tadi.aku hanya mengangguk mengiyakan."wah judes judes punya takut juga".goda kak nando padaku yang di susul tawa renyah keluargaku.
__ADS_1
3 hari ini kami benar benar menikmati suasanya kekeluargaan berkumpul bareng bercanda lepas seolah tak ada masalah yang menghimpit keluarga kami.ma2 dan ayah dan tante marta pun rukun tak ada jarak.ma2 sudah bisa menerima dan ikhlas ayah bersama Tante marta.Sudah ada sandi juga di antara mereka.berkeliling kota Batu kuliner dan sekedar jalan jalan tak lupa ngemall istilah difa dan tania.Ayah pria yang tak muda lagi menatapku penuh kasih sayang,sesekali merengkuhku dalam dekapannya.ta menyangka gadisnya telah menikah.ku ingat malam itu hanya ada aku dan ayah di taman samping villa karena ayah yang belum tidur serta aku yang hendak ambil minum di dapur melihat ayah dan menghampirinya."yah kok belum tidur?".tanyaku."ya nduk,belum ngantuk.kamu kenapa keluar?" .tanya balik ayah."haus yah".diam lama kami hanya saling diam tiba tiba kulihat air mata ayah mengalir di pipinya."yah kenapa ayah menangis?"."ndak nduk ayah merasa gagal mendidikmu,perceraian ayah dan ma2mu membuat ayah tak bisa jaga kamu nduk.ayah kecewa pada diri ayah sendiri".guman ayah lirih."yah harusnya anye yang minta maaf anye sudah salah jalan.namun anye harap pernikahan ini jalan terbaik untuk anye yah".ucapku yang ikut menangis."kamu sudah siap jadi ke 2 nduk?".tanya ayah sambil mengelus rambutku."bagaimana lagi yah,mungkin ini sudah jalan dari allah untukku.apapun kedepannya anye harus siap".jawabku di tengah tangisku.ayah hanya diam memelukku penuh sayang."semoga nando bisa menjadi imam yang baik dan adil kepadamu nduk".ucap ayah lagi."sudah masuk sana kasihan suamimu".usir ayah.aku mengangguk dan ku usap air mataku melangkah meninggalkan ayah yang masih merokok dan termenung di teras samping.
__ADS_1
"sayang kok kita ga pulang ke vila aja,kan ga terlalu jauh juga?".tanyaku ketika kami sudah berdua di kamar."kasihan mama n ayah pasti capek,mereka kan sudah ta muda lagi.lagian sekali kali ganti suasana hoenymoon kita,betul ga..heh...heh".godanya sambil menggelitikiku.berawal dari gelitikan tangan suamiku sudah bergerilya dan menyentuh area area sensitifku.meneguk manisnya malam yang dingin dengan suara suara ******* dan lengguhan kami menikmati malam panjang yang tiada habisnya.seperti ta bosan kak nando mengulang dan mengulang lagi.hingga aku terlelap dalam pelukannya dan menikmati mimpi mimpi indah di alam impianku.
__ADS_1