Aku Istri Ke 2

Aku Istri Ke 2
SIUMAN


__ADS_3

Saat ini aku duduk terpaku menatap putraku yang terbaring tak sadarkan diri.Dengan luka luka di sekujur tubuhnya.Ibu mana yang bisa tahan melihat anaknya seperti itu.Aku hanya menangis berdoa dan berserah pada tuhan."Tuhan andai kau bisa merubahnya,ijinkan aku yang terbaring di sana bukan putraku".tangisanku lirih.Polisi datang keruang rawat putraku menjelaskan kronologi terjadinya kecelakaan itu."bu anye apa akhir akhir ini ibu memiliki musuh atau tidak sengaja menyinggung orang lain?tanya polisi."seingat saya tidak ada pak.saya juga jarang berinteraksi langsung dengan orang lain pak.karena memang saya jarang di kantor".jelas ku."maaf bu anye karena jika di lihat dari ungkapan para saksi mata mobil yang menabrak revalno sudah lama berada di area situ.bukan mendadak lewat".jelas polisi."saya mohon keadilan untuk putra saya pak!".tangisku.Polisi mengangguk."sudah pasti bu,kami akan membantu karena ini juga tanggung jawab kerja saya".jelasnya."saya mau semua di usut dengan detai dan jangan sampai pelaku bebas!".ucap kak Nando yang baru datang kepada polisi."saya mau pelaku di jatuhi hukuman berat karena melakukan percobaan pembunuhan".katanya lagi."Baik tuan Nando kami akan segera bergerak dan menangkap pelaku".ujar polisi yang kemudian pamit undur diri padaku dan kak Nando."Anye kamu belum makan ini saya bawakan makanan,kamu makan dulu jangan sampai jatuh sakit juga.siapa yang akan menjaga revalno jika kamu juga sakit".jelasnya sebelum aku bisa memprotes.Aku terima paper bag berisi makanan itu.Aku duduk di sofa ruangan itu.Ya putraku menempati kelas VIP di rumah sakit ini.dengan semua yang terbaik.Kak Nando tak mau putranya di rawat di ruang kelas 2 yang ku pesan.Aku pun membiarkannya.karena dia adalah ayah revalno dan berhak menjaga revalno juga.Aku makan dengan perlahan,karena memikirkan putraku yang tak juga siuman."kak apa anak kita akan baik baik saja?".tanyaku tiba tiba dan berhenti menyuap makanan ke mulutku."aku yakin revalno anak yang kuat,dia pasti akan bertahan dan bangun kembali".katanya sambil menggenggam tangan revalno.


1minggu sudah putraku terbaring di rumah sakit dan pelaku kecelakaan sudah tertangkap karena bantuan kak nando dan polisi.Pelaku itu ternyata seorang bayaran yang sengaja di bayar seseorang untuk membunuh putraku.Identitas orang yang menyuruhnya pun masih dalam tahap penyelidikan.Tapi polisi bilang ini akan sulit nyonya,karena sepertinya orang ini dari kalangan atas".jelas polisi padaku."tapi pak keadilan tak mengenal seperti itu.siapa pun bersalah harus menerima hukuman".aku sedikit emosi dengan penjelasan polisi yang menutupi identitas pelaku."Ya bu tapi sepertinya dia membayar banyak pada pelaku sehingga pelaku sangat sulit buka mulut.kami selalu berusaha menegakkan keadilan seadil mungkin".jelasnya suatu saat ketika mengecek revalno apakah sudah sadarkan diri.Malam ini aku duduk di samping putraku.ku genggam tangannya sambil terus bercerita dan mengajaknya berbicara.Dokter bilang walau koma tapi pasien akan merespon dengan otak bawah sadarnya.Sangat bagus jika terus di ajak berbicara atau bercerita.agar bisa cepat siuman.Aku sebenarnya hampir putus asa melihatnya berbaring di sini."anakku sayang bangun nak,bunda marah jika revalno tidak mau membuka mata.Siapa yang akan menjaga bunda,bunda sendirian nak bangun".kataku sambil mengusap air mataku dengan jari jariku.Namun aku terkejut ketika samar kurasakan pergerakan jari jari tangan yang ku genggam.Aku mengeceknya sekali lagi berharap itu bukan halusinasi ku saja.Dan benar jari jari itu merespon lemar.Aku buru buruberlari ke luar keruang jaga suster."suster suster anakku bergerak".kataku dengan panik dan bahagia.Hingga melupakan logika aku yang berlari tanpa alas kaki."ibu bisa gunakan bel darurat d samping tempat tidur untuk memanggil kami.atau telf yang ada d atas meja".jelas suster menyadarkan ku tentang kebodohanku.Aku pun tersenyum menyadarinya.Buru buru kami kembali ke ruang rawat putraku.dokter dan suster memintaku menunggu di luar untuk memeriksa putraku.Ku raih hp di tas kecilku.

__ADS_1


Anyelir~"asslmkm kak"


Kak Nando~"ya nye ada apa dengan revalno,mengapa kamu menangis?".

__ADS_1


Kak Nando~"benarkah nye,aku segera ke rumah sakit sekarang,asslmkm".


kak Nando sambil mematikan panggilan sebelum sempat ku jawab salamnya.Karena terlalu bahagia mendengar kabar Revalno telah siuman.1jam setelah panggilan telf kak nando sudah berada di sini di samping putranya yang sudah membuka matanya."bunda".panggil revalno melihatku menangis."valno janji gak akan buat bunda nangis gini".katanya sambil memaksakan senyumnya.aku pun menghapus air mataku dan tersenyum kepadanya."anak bunda harus sehat dan cepet sembuh biar bunda gak nangis".ujar ku yang mendapat anggukan pelan revalno."valno mau makan apa sayang,ayah belikan?".tanya kak Nando yang duduk di samping kiri sedang aku di samping kanan putra kami.Semua terasa canggung dan rumit.Tapi kami sudah sepakat untuk menjaga valno baik hati dan pikirannya."mulut valno pahit yah,pengen yang seger seger".katanya."bunda kupasin buah ya sayang biar sedikit hilang pahitnya".kataku sambil kemudian mengupas apel merah yang di bawa kak Nando barusan.kami terus berada di samping Revalno agar dia tidak susah susah mencari kami.Hingga suara gagang pintu di buka,mama dan tania datang menjenguk sekaligus membawakan baju ganti untukku dan revalno."asslmkm......cucu oma sudah sehat".sapa oma yang melihat revalno sudah duduk bersandar di bangsal tidurnya."iya oma,valno harus sembuh.kasihan mama nanti".jawabnya polos.mama pun datang dan mencium kening cucu pertamanya.Tania pun mengacak acak rambut keponakannya."jagoan tante sembuh ya le".katanya."valno pasti cepat sembuh tante nanti siapa yang bantu mengobrak abrik kerjaan tante".candanya yang mendapat gelitikan dari tania.kami semua pun sesaat tertawa melupakan semua hal buruk yang terjadi beberapa waktu lalu.Semua rasa lelah ku seperti terbayarkan ketika kulihat senyum putra satu satunya.belahan jiwaku yang sudah sadar dari komanya.'Terimakasih tuhan kau memberikan kesembuhan untuk putraku,aku akan menjaga titipan darimu dengan baik.bantu dan bimbing aku untuk menjadi hamba mu yang lebih bertakwa'.doa ku dalam hati sambil ku lirik putraku dan keluargaku yang tersenyum bahagia.Namun sepasang mata menatapku penuh arti.Kak nando terus menatapku bukan tatapan mendamba seperti sebelumnya,tatapan teduh seorang ayah yang menghangatkan hatiku.

__ADS_1


__ADS_2