Aku Istri Ke 2

Aku Istri Ke 2
TAMAN SAFARI


__ADS_3

Hari sabtu hari yang sudah kita sepakati untuk jalan jalan ke taman safari.awalnya aku hendak mengajak mbak saroh dan warni namun mbak saroh menolak karena anaknya yang kelas 6 sedang ujian dia ga bisa ikut karena harus ajarin belajar anaknya setelah pulang kerja.Akhirnya hanya aku,weni,dion dan warni yang berangkat.Wani sangat antusias karena dia gadis desa yang jarang tau tempat tempat rekreasi."War semua sudah kamu siapkan keperluan non anye?"tanya mbak saroh hawatir ada barang yang tertinggal."sudah budhe,di sana juga warni pasti jagain non anye".jawab wanri dengan gaya kocaknya."ud warni ayo weni uda nunggu di bastmant".aku melangkah keluar di ikuti warni dengan membawa tas kebutuhanku.Sehari sebelumnya aku sempat meminta ijin pada kak nando,bagaimanapun aku harus selalu ijin pada suamiku.chatku di baca tapi tak ada balasan.'mungkin mereka sedang tak ingin di ganggu'.jawab batinku saat itu.Hari ini aku hanya ingin seru seruan bareng sahabatku sambil mengalihkan rasa sakit ini."war banyak banget bawa annya".goda weni yang melihat warni membawa 2 tas penuh."ya mbak weni,ini jaga jaga untuk non anye,warni ga mau di marah tuan kalo ada apa apa".ungkapnya dengan lugu.Warni begitu baik mengurusku dan memperhatikanku.bahkan dia lebih detail tau segala tentangku di banding suamiku."udah ah wen jangan di goda warninya,kita berangkat keburu siang".ajakku yang akhirnya kita berangkat.


Sebenarnya yang bikin jalan jalan kita selalu seru adalah kekompakan kami yang kadang somplak antara aku weni dion bahkan kadang bian.Kali ini bian tak bisa ikut karena dia yang memutuskan melanjutkan usaha keluarganya di taiwan,aku baru mendapat kabar kepergian bian beberapa hari lalu lewat akun medsos bian yang mengaploud keberadaannya di negara itu.Sepanjang taman safari keseruan kami bertambah dengan celoteh celoteh konyol warni yang membuat bibir ini tak henti tertawa."aku ngerasa lepas bebas hari ini wen".seruku pada weni yang tau aku paling suka travelling."aku suka nye kalo kamu bisa senyum,aku tahu banyak beban yang kamu pendam meski kamu belum mau berbagi padaku".celetuk weni.Aku diam aja ta menanggapi ucapan weni.Aku ingin menikmati hari ini tanpa beban.Pukul 17.00 kami memutuskan pulang.Karena lelah warni tertidur sepanjang jalan.handphoneku berbunyi,sebuah nama yang sudah berhari hari absen ta kunjung kabari aku.

__ADS_1


kak nando~hallo nye,di mana?


anyelir~aku di jalan pulang dari jalan sama weni ak,marni juga saya bawa

__ADS_1


anyelir~ya ak ini sudah di jalan pulang.


Tanpa salam kak nando memutuskan telf sepihak.Weni menatapku menuntut jawaban."gapapa wen,suamiku sudah pulang.lebih cepat dari rencana.dia di rumah tunggu aku pulang".jelasku menutupi masalah yang sebenarnya."oooooo ya uda aku kira dia marah kita hangout,tapi kamu kemarin ijin kan?".tanyanya yang ku jawab dengan anggukan."ya pasti ijin lah wen,ta pernah sekalipun aku pergi tanpa ijin suami"."cie cie istri sholehah nich".goda weni dan dion bersamaan."apaan sich kalian kompakan gitu".mereka malah ketawa dengan renyahnya.Beberapa menit kami sampai di unit apartmen.Aku terburu buru karena aku tahu kak nando sedang ga enak hati.terdengar dari cara dia bicara di telefon tadi."asslmkm ak".sapaku ketika aku sudah ada di depan suamiku yang sedang duduk santai di dalam kamar kami."waallaikum slm,dari mana.kenapa pergi ga ijin suami,mentang mentang saya pergi bulan madu sama sarah kamu balas dendam jalan sama laki laki lain".bentaknya membuat aku spicles."maksud aa?".jawabku yang masih bingung dan ga ngerti kemarahannya."janga pura pura ga ngerti,apa kamu lupa untuk sekedar ijin pada suami?".bentaknya lagi."aa aku sudah ijin aa,apa aa lupa.aku telf aa ga di angkat akhirnya aku chat aa dan sudah aa baca".jelasku."jangan ngeles kamu,ga ada ijin sama sekali.bahkan selama aku di bali kamu tak pernah hubungi saya".bentaknya masih ta terima.Aku lelah menjelaskan ku ambil handphoneku ku buka chatku padanya."aa bisa lihat sendiri,kalo aku ga hubungi aa selama aa di bali,aa lupa kalo aa dan mbak sarah bilang aku ga boleh chat ato telf apa lahi ganggu acara bulan madu kalian".ungkapku dengan hati yang sedih.dia yang melupakanku dan menyakitiku tapi tetap aku yang salah.Kak nando diam sesaat."ok kalo memang kamu gak kabarin aku,memang di sana kami sedang hoenymood ke berapa kami.mencari suasana romantis kami".ucapnya seperti tanpa merasa bahwa dia telah melukai hati istri yang lain."sudah mandi sana habis to layani aku,jangan cuma habisin uangku tapi ga mau muasin aku".usir kak nando.aku benar benar merasa dia bukan kak nando yang kukenal ato memang ini sesungguhnya kak nando suamiku.Air mataku mengalir dengan deras bersamaan air sower yang mengguyur tubuhku.Selesai mandi aku keluar menemui suamiku yang sudah rebahan di ranjang.

__ADS_1


Beberapa bulan perlakuan kasar kak nando padaku.Bahkan dia tak pernah ingat jika aku mengandung darah dagingnya.sakit.Hari hariku hanya terisi dengan air mata.Aku lelah menghadapi kekasaran suamiku.bahkan ketika melakukan kewajiban kami dia pun tak ada manis manisnya.asal dia puas tak peduli aku puas aku kesakitan ato kekasarannya akan melukai anaknya.Aku hanya diam ta mengeluh pada siapapun hanya air mata ini yang selalu mengalir dalam kesepianku.


__ADS_2