
"mbak yang ini tolong di rubah seperti ini dan untuk seragam tolong untuk yang wanita di usahakan di ganti celana saja seperti seragam resmi cabang lain".arahku pada wanda asisten pribadiku di sini."Ya bu anyelir,tapi ini seragam yang mendesain ibu marta.apa perlu saya konfirmasi pada bu marta dulu?".tanyanya."biar nanti saya saja yang bicara dengan tante marta dan menjelaskan".jelasku.Kami pun mulai mendiskusikan semua pekerjaan dan lain lain.Beberapa kunjungan kerja dan bertemu dengan relasi relasi baru bersama ayah.
__ADS_1
"tante marta anye minta maaf kalo untuk seragam tadi anye minta di samakan dengan cabang di yogya,malang dan bandung tante".jelas ku ketika kami bertemu di kantor."bukannya lebih baik pakai rok pendek anye,bisa menjadi daya tarik untuk pembeli".jelas tante marta."tapi tante kita di sini bukan untuk merugikan pegawai kita.di era seperti ini kejahatan sering datang karena kita yang mengundang tante,kasihan pegawai perempuan kita jika harus di lecehkan atau di anggap tidak baik oleh para laki laki pelanggan resto kita".kata ku memberi penjelasan.karena aku memang tak setuju jika karyawan wanita harus pakai pakaian pendek dan pahanya ter expos.Tante marta sepertinya tak sepemikiran dengan ku.Namun pelan pelan aku akan berbicara lagi dengannya."Tante bagai mana kalau kita berbelanja ke mall sebentar,mumpung rehat,anye kangen jalan jalan".ajak ku sambil berusaha untuk bicara perlahan dengan tante marta dengan hobi jalan jalannya."boleh anye,tante antar".wajahnya langsung berseri ketika aku mengatakan jalan jalan ke mall.Aku pun tersenyum,ayah pun tersenyum sambil mengelus punggungku."anak ayah satu ini ternyata sudah makin pintar membaca situasi".guraunya.Aku pun tersenyum.
__ADS_1
"Tante anye ke toilet dulu sebentar".pamit ku pada tante marta ketika kami sedang memilih sepatu di sebuah toko."tante tunggu di sini ya sayang,jangan lama lama".jawab tante marta sambil melanjutkan memilih milih sepatu untuknya.Aku berjalan memasuki koridor toilet.Setelah selesai aku merapikan riasan ku di situ sejenak sambil memandangi wajahku.Ternyata aku tidak terlalu tua dan masih muda.kata hatiku pada diriku sendiri.Kemudian aku melangkah keluar koridor untuk kembali ke tempat tante marta."bruk..."karena menunduk aku menabrak seseorang."maaf...maaf tidak sengaja".ucapku dengan tergugup."anyelir......".dek suara itu lagi gerutu ku dalam hati."tuan gio".jawabku tergugup.matanya memandangku tidak enak."maaf gio".ulangku."kenapa kita selalu di pertemukan secara tidak sengaja ya anyelir?".ujar nya dengan tersenyum."ah ya gio,maaf saya kembali ke tante marta dulu".pamitku."kamu sama tante marta,boleh saya bergabung.gambut dari beberapa hari jalan jalan sendiri".ujar nya lagi."baiklah,mari".ajakku.dia pun berjalan di sampingku menemui tante marta."anye lama sekali!,eh nak gio kok bisa bareng anyelir".celoteh tante marta dengan senyum manjanya."kebetulan bertemu tadi tante".jawabnya sambil menjabat tangan tante marta.Walau orang kaya tapi gio masih selalu menjaga kesopanan pada orang yang lebih tua."sudah dapat tante sepatunya?".tanyaku."sudah ini anye,sekarang tante lapar kita cari makan dulu".ajak tante yang ku jawab dengan anggukan."coba makan di restoran solaria itu tante,masakan nya enak enak"saran gio pada kami."boleh juga gio".jawab tante marta.Kami pun akhirnya makan di tempat yang gio bilang.Memesan makanan dan menunggu.namun tiba tiba hp tante marta berdering.Tante pun mengangkatnya."anye maaf tante harus pulang duluan tidak apa apa?".Sandi hari ini ada teman temannya datang ke rumah.tante sampai lupa".terang tante marta yang terburu buru dan hendak meninggalkan kami."anye antar ya te?".tawarku."ndak usah nye kamu lanjut makan aja,tante naik taksi aja dekat juga".terangnya sabil berlalu meninggalkanku hanya berdua dengan gio.Kami pun melanjutkan makan tanpa bicara hanya sesekali kami saling melirik."Anye....".sapa seseorang dari seberang meja."kak nando".sapa ku balik."maaf tadi mau nyapa takut ganggu.Tuan gio".sapa kak nando sopan pada kami.Ada pandangan tidak bersahabat yang terpancar dari mata kak nando."tuan nando,kebetulan sekali kita bertemu di sini".jawab gio dengan santainya."ya Tuan kebetulan sekali.kok bisa sama anyelir?".tanya nya canggung."oh kami tadi tak sengaja juga bertemu kak".jelas ku."o ya nye maaf aku gak bisa nemenin Revalno hari ini.karena ada acara mendadak di sini,tapi besok saya sudah balik ke sana lagi".terang kak nando."oh ya kak gapapa".jawabku.Mendengar percakapanku dengan kak Nando tiba tiba gio mengerutkan dahinya bingung dan mencerna."ya sudah di lanjut makannya,saya ketemu klien dulu".pamit kak nando yang berlalu menuju meja 15 sudah ada seorang pria berjas abu abu dengan wanita yang sepertinya sekretarisnya."ya kak".jawabku.Setelah kak Nando berlalu gio langsung menatapku meminta penjelasan."apa kak?"tanyaku melihat mimik wajah gio yang tak bersahabat."jadi dia ayah revalno,mantan suami mu?".tanyanya.Aku tak menjawab hanya mengangguk dan menyeruput jus wortel yang ku pesan.Ada raut tak suka di wajah gio.namun aku tak ambil pusing dan tak ambil pikir lagi.
__ADS_1