
"Maaf kami cm nikahan di depan keluarga aja wen,privat acaranya.maaf ya".ucapku dengan nada menyesal.Semua yang serba mendadak dan instant dan semua di atur kak nando buat aku ta bisa berpikir apa apa saat itu.Aku melupakan k3 sahabat kentalku Weni,Dion dan Bian tentunya."tega kamu nye nikah ga kasih kabar".weni pura pura ngambek."maaf".cicitku penuh rasa bersalah."aku baru beberapa hari ini meridnya,ni juga lagi hoenymoon".kataku lagi."seriusan kamu nye,ok ok.....sebagai sahabat yang baik aku maafkan".godanya lagi.kak nando yang berdiri di sampingku hanya diam saja menyaksikan interaksi aku dan weni."BTW kamu sama siapa di sini?".tanyaku celingukan,karena dion weni dan bian to kayak amplop sama perangko selalu barengan."biasa sama bodyguart bodyguart ku,tuch mereka".tunjuknya ketika 2 cowok tengil sahabatku jalan ke arah kami."nando".sapa dion hormat.tapi dengan pandangan bingung menatapku bersama pak nando."dion".jawab suamiku yang ternyata saling mengenal.Dion adalah seorang pengusaha tekstil besar di kota.Aku yang ganti menatap suamiku dan dion yang saling kenal.Tatapan tajamku pada suamiku meminta jawaban."dion relasi sekaligus sepupuku dari papa".ungkapnya yang ku jawab dengan anggukan mengerti."kita ngobrol sambil ngopi santai di sana".ajak kak nando sambil melangkah menuju sebuah caffeshop di situ.setelah masuk dan memesan minuman serta beberapa makanan ringan kami kembali melanjutkan obrolan.Bian banyak diam hanya memandang sedih ke arahku.'maaf bian aku tau kamu kecewa,aku tau selama ini kamu menyukaiku'.kata hatiku merasa bersalah pada bian karena telah menyakitinya."tumben diem aja bi".tanya kak nando yang ternyata mereka juga saling kenal.bener aja bian itu masih sepupuan sama dion berti dia juga sepupuan sama suamiku.terka ku sendiri dalam hati."BTW mereka pengantin baru lho gaes".canda weni sambil tertawa."seriusan?".tanya dion dan bian bersamaan.ada raut terkejut di wajah mereka."maksud kamu anye merid sama nando,jangan becanda nich".seloroh bian seperti tak terima."aku juga baru tau ni tadi,mereka lagi hoenymoon di sini".terang weni."brengsek kamu ndo,apa maksud kamu?".bian berdiri langsung mencengkeram kerah kemeja kak nando."bian stop".bentakku membuat bian urung memukul kak nando."ya aku istri k2 kak nando semua juga atas ijin kak sarah dan orang tua ku".cicitku membela suamiku.Weni yang tau aku istri ke dua pun melongo kaget dan tak pernah menyangka."yang bener nich,aku makin bingung".weni menatap kami bergantian."maaf dion bian,anye adalah istri sah ke duaku,kalian tahu kan semua mengapa aku harus memiliki dua istri?".jelas kak nando.yang hanya di jawab diam oleh dion dan bian."ya sudah lah gaes mereka sudah nikah juga,kita doakan aja mereka langgeng dan samawa".weni mencoba mencairkan suasana."selamat ya,maaf".ucap bian mengulurkan tangan pada kami.aku canggung namun ku terima juga uluran tangannya."ngomong ngomong ada yang beda nich sama penampilan anye sekarang".goda weni sambil.mengetuk ngetukan jarinya di dagu."hemm inj permintaan imamku".jawabku lirih sambil tertunduk malu."cie cie uda panggil imamku nich".godanya lagi."udah ah wen,makanya buruan merid jangan pacaran aja".godaku balik yang di jawab cemberutan wajah weni.Aku yang notabennya tau mengapa mereka hanya pacaran aja selama 4tahun ini,karena kakak dion yang belum nikah nikah dan keluarga dio yang masih memegang adat ta mengijinkan anak gadisnya di langkahi adiknya."ah anye ga asik".seru weni masih dengan wajah cemberutnya.aku dan yang lain tertawa lepas bersama hanya kak dion dengan wajah datarnya."kamu kuat nye nikah sama cowok dingin tanpa ekspresi gitu".sindir bian yang alhasil mendapat tatapan tajam dari kak nando."kalo sama aku hangat ga dingin".godaku menenangkan amarah suamiku."gila mentang mentang pengantin baru nich hangat hangat aja".weni menimpali dengan tawa nya.Kami mengobrol tanpa terasa waktu sudah menjelang sore.kak nando memberi kode untuk kami undur diri.aku awalnya mengerucutkan bibirku enggan.namun karena kak nando yang merasa kurang nyaman membuat aku menuruti keinginannya."temen temen kita pamit dulu ya,lain waktu kita hangout lagi".kataku pamit undur diri pada sahabat sahabatku."ok nexttime kita lanjut,buruan bikinin aku ponakan".goda weni sambil mencubit lenganku.alhasil aku melotot malu juga.kak nando hanya tersenyum sambil mengangguk mengiyakan."apaan sich ak kok ngangguk".aq merajuk."ya kan bener kata teman kamu,buruan ngadon nando junior,janjinya kan tadi".ucapnya yang langsung kusikut perutnya malu jika terdengar teman teman.nando malah tertawa lepas membuat 3 sahabatku menatap heran terutama bian dan dion."gunung es bisa juga ketawa".solot bian."udah ah kita pamit dulu".kataku mencoba menengahi setelah membayar semua pesanan kami melangkah oergi meninggalkan sahabatku.
Di dalam perjalanan di dalam mobil kak nando bermanja manja padaku"sayang janjinya ya nanti malam,awas minta udah!".rajuknya sambil mengancam."aa kok pake ngancam gitu,jadi takut".candaku yang mendapat gelitikan jail dari kak nando."udah ak udah geli".aku minta ampun karena tak tahan geli."kalo yang ini geli gak?"tanyanya sambil kedua tangannya sudah meremah pelan kedua asetku.aku sontak mendelik"ak ada pak tio".bentakku sambil ku singkirkan tangannya."ok dech nanti aja di lanjut".candanya.Hingga kami sudah sampai di depan villa.