
Hari ini rasa bahagiaku kian membuncah,Putraku lulus Sekolah dasar dengan nilai terbaik dan juara bintang sekolah.Orang tua mana yang tak bahagia.Aku bersyukur Tuhan memudahkan langkahku membimbing putraku.Putraku berdiri di depan ratusan siswa menerima penghargaan.Aku di kursi undangan paling depan menyeka air mata yang mengalir di pipiku."Terimakasih bunda,kau segalanya yang memberi kan yang terbaik untukku,lov u bunda".suara lantang putraku kian membuat air mata di pipiku mengalir kian deras.Ku hampiri dia di atas podium ku peluk dan ku cium.Tepuk sorak sorai para siswa dan wali murid yang hari ini menghadiri upacara kelulusan.Di sekanya air mataku dengan jari nya.Jari yang dulu mungil menggandeng tanganku,kini jari itu sudah bisa menyeka air mataku membahagiakanku dengan dengan segala pencapaiannya.
__ADS_1
POF.Nando:
__ADS_1
Hari ini di sudut lapangan aku dengan kursi roda yang menopang diriku menyaksikan 2 orang yang sangat aku sakiti di atas podium.Putraku membanggakan bundanya dengan prestasi nya yang gemilang."maafkan aku anyelir,aku bukan laki laki yanga baik yang bisa menjadi imamMu,maafkan ayah valno ayah gagal menjadi ayah yang baik".air mataku mengalir ku seka dengan ujung jariku."put antar aku kembali".ujar ku pada putra asisten setiaku.Dengan rasa iba putra mengelus punggungku."penyesalan datang belakangan,tapi anda harus bisa bangkit dan memperbaiki kesalahan itu tuan,jangan sampai anda kian terjatuh dalam kesalahan dan penyesalan".putra membuka mata hatiku."ya put,aku sadar untuk itu aku tak pernah lagi mengganggu kehidupan mereka walau semua biaya sekolah valno dan segalanya sudah ku atur.Tapi aku tak bisa menampakkan diriku di depannya put".ujar ku sambil menunduk merasa penyesalan ku yang tak bertepi."Tuan minta maaf pada non anye dan den valno,biar hati tuan tenang.dimaaf kan atau tidak semua hal belakangan.yang penting tuan harus berani meminta maaf".ujar nya yang ku jawab dengan anggukan.Lama aku terdiam di depan pintu keluar sekolah ada rasa yang berkecamuk di hatiku.aku menunduk dalam meresapi penyesalanku.'andai dulu aku tak menceraikan anyelir.mungkin hari ini aku akan bahagia dan menua bersamanya.Tapi sekarang semua tak mungkin lagi.Ada Bian yang selalu ada di samping anyelir.Anyelir pantas mendapatkan Bian dan bahagia hidup dengan laki laki yang mencintainya.Bukan denganku laki laki brengsek yang egois dan temperamen'.kataku pada hatiku sendiri.Ku tengokkan wajahku sekali lagi,memandang sosok yang sangat ku rindu dan ku sayangi.Revalno darah dagingku yang telah aku sakiti pikirannya ketika kecil dulu.Setelah puas memandang nya aku menundukkan kepalaku.Hingga kurasakan sosok tangan kecil merengkuhku dan memelukku."Ayah".
__ADS_1