
Aku ingin menertawakan diriku sendiri yang terlalu takut dan khawatir.Hari ini hari sekolah dan masih jam 10 wajar jika revalno tak ada di rumah,sudah pasti dia ada di sekolah.Mama menatapku dan tersenyum,"sudah tenang ndu?,bicarakan dan tumpahkan semua rasa di hati kamu nduk ada mama dan adik adikmu yang mendampingi,ingat kamu masih punya kami yang akan membantu apapun kesulitan mu".ujar mama sambil mengelus punggungku menenangkan dan membuat aku merasa nyaman."kamu mandi dulu nduk,mama sudah menyiapkan makanan kesukaan kamu cap jay buatan mama".ucap mama yang ku jawab dengan anggukan.kulihat sekeliling bik minah,pak tobi,tania dan iyem art baru di rumah semua memandangku iba.Aku tersenyum mencoba menetralkan suasana."bik minah tolong bawakan koper saya ke kamar".perintahku."ya non,biar bibik siapkan air hangatnya untuk non berendam".ujarnya yang ku angguki.Aku berjalan ke kamar dengan mama yang masih memegang pundak ku dan tania yang berjalan di sampingku.Mereka mendampingiku berusaha mengungkapkan bahwa aku tak sendiri."anye baik baik aja ma". ujar ku ketika sudah di depan kamar,mama mengangguk membiarkan aku sendiri.Mama tau jika aku memang lebih suka sendiri dan sepi ketika sedang menghadapi masalah.Dengan begitu aku bisa berpikir jernih.Tapi jika aku di tanya tanya terus bukan tenang tapi aku jadi emosi tinggi.Ku buka pintu kamar dan masuk,aku dudukkan diriku di atas ranjang mencoba mengusir rasa lelahku."drrrrt.....drtt.....".suara hpku berbunyi.
Anyelir:"asslmkm yah".sapaku pada panggilan telf dari ayahku di pulau seberang.
Ayah:"waallaikum slm,gimana kabar kamu nduk?ayah kok kepikiran kamu dari kemarin".
__ADS_1
aku terdiam sejenak,mungkin memang ini ikatan batin anak dan orang tua,ketika aku keadaan seperti ini pun ayah merasakan.
Anyelir:"anye sehat yah,ayah dan keluarga di sana gimana?".
Ayah:"ayah sehat nduk,dan alhamdllah resto yang kebakar kemarin sekarang sudah mulai berjalan lancar lagi nduk".
__ADS_1
Ayah:"ya uda nduk kamu istirahat dulu,ayah cuma takut kamu kenapa kenapa kok perasaan ayah kepikiran kamu".
Anyelir:"ya yah,anye gapapa kok.ayah jangan mikir apa apa,ayah jaga kesehatan.Anye mandi dulu ya yah.Asslmkm".
Ayah:"ya nye,waallaikum slm".
__ADS_1
setelah panggilan berakhir aku bangun dan meletakkan tas ku di atas meja sudut di kamar.kemudian berjalan menuju kamar mandi untuk berendam.Setelah bersiap untuk mandi ku masukan tubuhku ke dalam bak mandi dengan air hangat dan lilin aroma terapi yang sudah di siapkan bik minah.Tenang dan rileks rasanya.Air yang hangat kuku membuat otot otot yang keleharan menjadi rileks dan tidak kaku.lama aku menikmatinya.Selesai berendam dan mandi aku segera ganti pakaian santai di rumah,lalu melangkah menuju meja makan,ada mama dan tania yang sudah menunggu."Makan dulu kak".ujar tania.aku mengangguk dan duduk di kursi samping kanan mama.Mama menyiapkan capjay di piringku.karena mama tau aku tak suka makan capjay dengan nasi.Aku makan dengan lahap,karena capjay buatan mama memang enak banget untuk lidahku.mama dan tania tak ikut makan,mungkin karena belum masuk makan siang.Selesai makan kami baru mulai berbincang."gimana difa nduk?".tanya mama membuka oembicaraan."difa dan kandungannya sehat ma,insya allah katanya bulan ini lahiran,mama mau ke malang menemani difa?".tanyaku yang di anggukki oleh mama."ya nduk mama mau nemani difa gapapa kan?".tanya mama."ya gapapa ma,anye juga tadinya mau mama gitu,kasihan difa kan baru ini mau melahirkan anak pertamanya.nanti biar tania siapkan tiketnya dan ngabarin ke difa mama berangkatnya kapan".ujar ku dan tania pun mangut mangut."Tapi tania ga bisa nemenin mama ya ma kak,tania harus kebut kuliah biar cepet lulus".ujarnya."ya gapapa nduk kan nanti mama di sana ada kakakmu juga dan marni pasti nanti juga jagain mama kalo di malang".ya marni sekarang sudah bukan art d rumahku dia sudah ku jadikan orang kepercayaanku di sana membantu difa juga.rumah dari kak nando di rawat oleh mbok sainah orang tua marni dari desa yang sekarang merawat rumah itu dengan pak karim pamannya yang merawat kebunku di sana.Kami berbincang ringan masalah pekerjaanku dan lain lain."ma,kemarin waktu di malang aku tak sengaja ketemu kak Nando di bandara,lalu èsoknya kak nando mengajakku bertemu di caffe sebelah kantorku".mama diam mendengarkan ceritaku."dia minta anye dan revalno untuk tinggal lagi serumah dengannya ma,tapi anye menolak.dia marah dan mengancam akan merebut hak asuh revalno".aku menjeda ceritaku sesaat,dadaku terasa sesak mengingatnya.mama langsung mengelus punggungku menenangkan ku."kamu gak sendiri nduk,kalau Nando berani macam macam sama kamu dan anakmu,kita juga gak bisa tinggal diam.Tania punya rekaman perselingkuhan Nando yang waktu itu kamu pergoki di apartement.itu bisa jadi bukti kuat kelakuan tak baik Nando dan bisa memudahkan kamu atas hak asuh revalno".ujar mama yang membuat aku menoleh pada tania.tania mengangguk mengiyakan.ternyata diam diam adikku ini selalu punya cara untuk menjaga keluarganya."tapi yang anye takut kaka nando pake cara lain ma,takut dia menculik revalno ato melakukan hal hal lain yang tidak baik".ujar ku dengan kekhawatiranku."kita perketat pengawasan valno nduk,kamu juga belajar membuka hati kamu nduk jangan stak sama Nando aja.biar ada yang jaga kamu dan revalno juga biar nando tak semena mena lagi sama kamu".jawab mama sama dengan saran dari difa.Aku terdiam meyakinkan diriku dengan usul dari mama dan difa.apakah hatiku sudah siap,apa aku bisa?.tanya hatiku sendiri.