Aku Istri Ke 2

Aku Istri Ke 2
PULANG LIBURAN


__ADS_3

Koper dan tas tas belanjaan yang sudah ku kemas dalam tas besar sudah selesai ku siapkan.sebagian besar oleh oleh sudah ku kirim terlebih dulu lewat cargo.Agar kami tak kepayahan di perjalanan.Tante dan Om yang masih paking di bantu asisten vila.Aku berjalan ke arah belakang vila tempat kolam renang dan taman yang menghadap pantai.ku hirup udara pantai bali.Begitu banyak cerita suka dan bahagia selama liburan.Ku dudukan diriku di sebuah kursi batu di bawah payung besar.menikmati semilir angin yang bertiup.Tiba tiba kurasakan tangan besar menyentuh pundakku.Meletakan jaket di pundakku."jangan di luar tanpa jaket,anginnya kencang".kak Nando berdiri di belakangku sambil memegang pundakku."kak".kataku sambil menggoyang bahuku agar kak nando melepas peganganmya.Kak nando canggung dan menurunkan tangannya."maaf nye,aku lupa.Aku masih merasa kita seperti dulu".ujar nya sambil tersenyum rumit."andai dulu semua tak ku lakukan mungkin kita bahagia menjadi keluarga yang utuh dengan kamu,aku dan anak kita".matanya menerawang jauh sambil berucap.Aku hanya diam mendengar kak Nando mengeluarkan unek unek di hatinya."maaf kan aku anyelir,maaf".lirih nya yang menyentuh hatiku.Ada rasa benci dan rasa yang rumit kembali hadir di hatiku.Begitu aku terpukul dan menderita dengan sikap kak Nando padaku.Aku menunduk diam menyembunyikan luka yang dia ungkap lagi.Setelah beberapa tahun aku mencoba berdamai dengan semua luka ku."apa tak ada kata maaf untukku nye?".tanyanya dengan memandangku."aku sudah memaafkan mu kak,sebelum kamu meminta maaf".jelas ku."apakah ada kesempatan ke dua untukku?".tanya nya lagi dengan mata penuh harap."maaf kak,aku sudah memaafkan kakak,tapi ini.bukan kesempatan ke dua kak.dulu aku telah memberimu kesempatan ketika aku kembali padamu.Tapi ternyata aku salah.Saat ini.aku hanya ingin fokus untuk karir dan masa depan revalno,untuk jodoh ku kedepannya aku berserah pada tuhan.Sekarang kita fokus untuk Revalno dan masa depannya yang masih panjang".jelasku panjang lebar.Kak Nando menunduk diam sejenak."Dulu aku terlalu naif dan egois sehingga melepaskan mutiara berhargaku,andai aku bisa memutar waktu".ucapnya kemudian dia terdiam lagi."Apa tak ada cinta yang dulu untukku nye?".tanyanya."cinta itu telah mati bersama rasa sakit yang kakak berikan".jawabku lagi.Kami berdua terdiam.angin menyapu wajah kami semilir.Ada luka yang kembali terbuka setelah tertutup lama.Sekelebat bayangan kejadian di apartemen,jijik dan marah mengingatnya.Dia bersama seorang gadis yang tak lain rekan kerjaku dulu.Bahkan dia mengaku sering memakai mia untuk menemaninya.Bahkan di depan mataku dihadapanku.Dan dia lebih memilih wanita bayarannya dari pada bertahan dengan 2 istrinya.Nyeri yang aku rasakan dulu kembali lagi,seperti kejadian ini baru terjadi beberapa saat lalu.Semua kebahagian tersapu bersih dengan rasa sakit yang di berikan kak Nando.Bagaimana arogannya dia menalak ku dan mencampakkan ku."Kita bersiap pulang kak".kataku sambil bangkit dari dudukku.Kulihat jam di pergelangan tanganku sudah pukul 14.50.kami harus segera ke bandara."hmmm".jawab kak Nando singkat.Aku melangkah menjauh dan menuju kamarku.Ku tutup pintu kamar dan aku terduduk di ranjang dan menangis.aku luapkan tangis ku yang ku pendam.Aku tak ingin menangis di depan kak nando.lama aku menangis dalam kamar.hingga suara ketukan pintu membuat aku harus berhenti dan mengeringkan air mataku."bun sudah siap belum,kita berangkat sekarang?".tanya revalno dari luar kamar."ya nak sebentar bunda ketiduran".bohongku."ok Valno tunggu di mobil ya bun buruan".teriaknya lagi."ya sebentar".jawabku sambil melangkah ke kamar mandi setelah melepas hijab ku aku membasuh mataku yang sembab karena menangis.setelah itu bermakeup tipis untuk menutupi bekas tangisku.Aku melangkah keluar dan semua barang bawaan sepertinya telah di masukan ke dalam mobil.Aku hanya memegang tas kebutuhanku dan tas kecil untuk dompet dan hp.setelah mengecek sesaat lalu aku pun masuk ke dalam mobil."Bun valno duduk depan sebentar ya.Kaki valno agak kram ini baru d obati opa".revalno yang sudah duduk d samping omanya.dan opanya duduk d samping supir.Aku ragu ragu masuk dan duduk di belakang dengan kak Nando.Kak nando pun hanya diam.Sepanjang jalan kami semua diam.Aku memilih berpura pura memejamkan mata.Karena enggan berinteraksi.Perjalanan menuju bandara terasa begitu lama dan tak sampai sampai.Aku merasa bosan dan jenuh.Ku lihat revalno yang tertidur Kak Nando duduk diam dengan mengotak atik gadgetnya entah mengurus pekerjaan atau yang lain.dia terlihat serius.Hingga kami sampai bandara dan terbang pulang ke tujuan yang berbeda.Aku dan revalno pulang ke yogya dan kak nando dan kedua orang tuanya pulang ke malang.


__ADS_2