Aku Istri Ke 2

Aku Istri Ke 2
PERJALANAN


__ADS_3

Akhirnya sore ini aku terbang ke pulau seberang untuk perjalanan kerja ku.Namun aku tak sendiri.Di sampingku tuan gio mendampingi.Karena memaksa mengantarku sampai tujuan akhirnya aku iyakan walau dengan tidak enak hati.Sepanjang perjalanan bos besar yang terkenal dingin dan cuek di luaran sana,begitu hangat dan perhatian padaku.Mungkin wujud rasa bersalahnya karena telah membuat aku terluka dan ketinggalan pesawat."kak tolong mnta minuman hangat dan disert 2".panggilnya pada pramugari pesawat yang lewat di sampingnya.Kelas VIP tempat duduk yang kami duduki saat ini.'Orang kaya mah bebas'.gerutuku dalam hati ketikà ku tahu tempat duduk VIP yang di pesan tuan gio untuk perjalanan kami.Tak lama pramugari membawakan pesanan nya."bu anye di minum dulu,biar mendingan badannya".ujar nya sambil menyerahkan minuman teh hangat d cangkir untuk ku."terima kasih tuan,saya sudah tidak apa apa.tuan gak perlu repot repot".jawabku sambil ku terima teh pemberiannya."saya bisa minta sesuatu bu anye?".tanya nya yang membuat aku mengerutkan dahi ku bingung."tergantung".jawabku ringan."kalo di luar bu anye bisa panggil saya gio atau kak atau apa pun asal jangan tuan.terkesan bagaimana".ungkap nya.aku pun mengangguk mengiyakan.Aku memang terkenal dingin dan jutek pada laki laki.Bukan tidak sopan tapi karena statusku yang janda anak satu aku tak suka jika ada laki laki yang melecehkan ku apalagi hanya karena statusku.Aku buat benteng untuk menjaga ku sendiri.setelah beberapa menit di angkasa pukul 6.45 kami mendarat.Dengan langkah santai aku berjalan menuju pengambilan koper di bagasi pesawat.Tuan Gio masih setia mendampingiku."Terima kasih tuan maaf jadi merepotkan waktu sibuk anda.saya sudah tidak apa apa anda bisa melanjutkan kesibukannya.Terima kasih juga sudah mengganti tiket pesawat dan mengantar saya".ucapku berterimakasih dan berharap dia tidak mengikuti ku lagi."Baik anyelir,saya juga sekali lagi minta maaf.kalo begitu saya permisi". Ujarnya sambil berlalu dan pergi.Aku lega dan bisa beraktifitas lagi.Aku berjalan menuju tempat penjemputan.Kulihat ayah dan tante marta serta adik laki laki ku sudah menunggu."Anyelir".sapa tante marta ramah.aku bersalaman dan memeluk mereka bergantian."gimana perjalanannya nduk?".tanya ayah."alhamdullah lancar yah".jawabku "kak,kakak sehat?".tanya sandy adikku sambil memelukku."sehat dek kamu gimana sekolahnya?"."alhamdullah baik juga kak"."adikku lusa masuk SMU jalur prestasi nduk,nilainya terbaik se sekolahan".ujar ayah memuji sandy."wah pinter kamu san,nanti kakak kasih hadiah buat kamu".ujar ku sambil ku serahkan I phone 7 untuknya.Terlalu mewah untuk anak SMP namun karena sandy gemar menggambar animasi jadi aku berinisiatif membelikan handphone canggih untuk mengembangkan bakatnya."beneran ini untuk sandy kak,makasih banyak".katanya sambil memelukku lagi.aku mengangguk mengiyakan."jangan mahal mahal nye kalo kasih adikmu".tegur tante marta."nggak te,anye kasih biar sandy kembangin hobi nya animasi grafis te".terang ku agar tak salah paham.Tante pun manggut-manggut .Kami berjalan bersama menuju parkiran sambil bercerita."bu anye".Sapa seseorang dari belakang."tuan gio".jawabku.Tante marta menyenggol lenganku menggoda."tante om".sapa gio pada ayah dan tante marta."perkenalkan saya Gio rekan bisnis bu anyelir".terangnya memperkenalkan diri pada ayah dan tante marta."saya ayah dan ini ibu tiri anyelir serta ini adik anyelir".ayah memperkenalkan semua pada gio.Gio menyambut hangat semua."tuan gio tidak jadi pulang?".tanyaku "sudah di sini sekalian liburan saja bu anye,jarang jarang bisa liburan".ungkap gio."oooooo.....".jawabku singkat."nak gio mampir di tempat kami".ajak ayah."terima kasih pak,nanti merepotkan".ujarnya. "nak gio nginap dimana?".tanya tante marta."masih mau cari hotel tante,belum ada planning soalnya".jawabnya sopan."menginap di rumah kami saja nak gio".ajak tante marta yang membuat mataku melotot."terimakasih tante,saya cari penginapan saja.nanti merepotkan tante dan bu anye".jawabnya yang sepertinya tau aku keberatan."anye juga ga nginap di rumah,jadi nak gio gapapa kalo mau menginap di rumah kami".ujar tante marta."tidak terimakasih tante".ujarnya."saya akan cari hotel terdekat".jawabnya menolak halus."mengapa ta menginap di hotel yang sama dengan anyelir.kan biar enak ada yang jaga anyelir".ujar ayah menambahkan."ya nye coba tanyakan apa ada kamar kosong.kita ajak tuan gio makan malam bersama di rumah,tante sudah masak banyak".aku pun mengambil hpku dan ku coba hubungi reservasi kamar.dan ternyata ada kosong kamar presiden suit."ada tuan presiden swit bagaimana?".tanyaku pada gio sambil telf.dia menjawab dengan anggukan.Setelah pesan kamar kami akhirnya pergi ke rumah ayah.dengan gio bawa mobil sendiri.ayah aku dan tante marta berada di satu mobil dan sandi ikut di mobil gio untuk memandu jalan.Setelah perjalanan beberapa jam kami sampai di kediamanku yang sekarang sudah menjadi kediaman ayah dan tante marta."silakan masuk tuan gio".sambut ku sopan."anyelir jangan panggil saya tuan".ujar nya."maaf kak gio".jawabku.membuat dia tersenyum.Kami semua pun melangkah masuk ke dalam rumah."nak gio bisa istirahat di kamar tamu dulu".ujar tante marta.dan aku pun berlalu menuju kamar ku yang memang tetap ayah siapkan untukku jika pulang.Ku rebahkan badan di dalam kamar melepas penat,dan terlelap karena terlalu lelah dan efek obat pereda nyeri.


__ADS_2