Aku Istri Ke 2

Aku Istri Ke 2
SAKIT


__ADS_3

"Non anye......non anye......".terdengar sayup sayup suara marni di telingaku.Perlahan aku membuka mataku."marni......".tanyaku yang bingung melihat marni dan suster berni yang ada di kamarku dengan aroma minyak kayu putih di hidungku."ada apa ini suster?".tanyaku yang agak bingung."Bunda tadi pingsan dan kami menemukan bunda tergeletak di depan kamar mandi".jelas suster berni."Revalno mana sus?".tanyaku yang tak mendapati putraku."Den valno sudah berangkat sekolah sama Bik minah bun.saya tadi sudah menghubungi tuan mengabarkan kalo bunda pingsan".jelasnya."Bapak di sini memang?".tanyaku lagi."Belum bun,tapi sebentar lagi dokter sifa di kirim tuan kemari".Jawab suster yang tak lama Marni datang dengan wanita cantik dokter sifa .Setelah di periksa dan di tanya tanya.dokter lantas memberiku suntikan vitamin dan resep obat untuk aku minum.Dokter bilang aku tidak boleh terlalu capek dan tidak boleh banyak pikiran karena memicu fertigo dan Hb ku yang turun drastis tiap kali aku terlalu berat berpikir.Setelah itu dokter ijin untuk undur diri yang di antar oleh suster berni.Tak lama marni datang dengan semangkuk bubur dan teh panas.Aku yang masih merasa pusing dan lemar di suapi juga oleh marni.


Pagi berganti malam,Kak Nando tak ada muncul batang hidungnya.Chat atau telfon pun tidak.Padahal suster bilang sudah memberi kabar pada nya bahwa aku sakit dan pingsan."Mungkin aku sudah tidak ada artinya lagi untukmu kak,dulu lebih baik aku di pulau seberang dan tidak kembali padamu".ujarku pada diri sendiri nelangsa dan kecewa.Namun nasi sudah menjadi bubur dan ini sudah konsekuensi dari pilihan yang ku pilih.Baik buruk harus aku terima.Pahit manis pun harus kutelan.Hari berganti minggu dan minggu berganti bulan.Aku mencoba untuk mengalah,mengesampingkan egoku demi Revalno.Berusaha menghubunginya namun tak ada jawaban,setiap kali chat pasti bertengkar.Aku berada di ujung lelahku.Sudahlan mungkin kak Nando sudah bosan denganku.sekarang bagai mana aku menjalani hidup dengan putraku.Dulu 6tahun aku bisa hidup tanpanya dan membesarkan Valno sendiri aku pun bisa.Jadi untuk apa aku mengeluh.Hari hariku ku isi dengan kesibukan toko pusat online ku di bantu tania dan orang orang kepercayaan toko online ku maju pesat.Aku berencana membuka restoran friendscaise makanan cepat saji.Ku buat kesibukanku bertambah namun aku selalu meluangkan waktu untuk Valno,aku tak mau dia merasa kehilangan kedua kasih sayang orang tuanya.Seperti hari ini."Bunda Valno boleh ikut bunda kan sama tante tania?".tanya Valno ketika melihat aku dan tania hendak keluar survey lokasi resto yang akan aku dirikan."Boleh sayang,Valno ganti baju ya.tapi janji ga boleh ganggu bunda dan kak tania kerja ya!".nasehatku yang di jawab anggukan kepala putraku."baik bunda valno ganti dulu sama suster ya".pamitnya padaku."bu saya ikut atau giman?".tanya suster padaku."ya ikut lah sus nanti kalo saya kerja siapa yang temani Valno" kataku sambil tersenyum.Semua asisten rumah tangga dan suster memang dekat denganku.Aku menganggap mereka adalah bagian dari keluargaku.Setiap hari mereka lah yang selalu ada untukku.Selang beberapa menit putraku dan suster sudah selesai bersiap."bunda Valno sudah ganteng kan?".ucapnya sambil dengan gaya gaya korea,aku tersenyum menanggapinya.Pak supir sudah siap di depan rumah kami pun berangkat bersama.Revalno yang suka menyanyi lagu anak anak,tiada henti bersenandung walau ada beberapa kata yang tak sinkron tapi menambah ramai perjalanan."valno tante mau di nyanyikan cicak cicak di dinding donk".canda tania yang dengan semangat langsung di nyanyikan valno.1jam perjalanan kami pun tiba di tempat yang masih dalam pembangunan Resto kami.Resto Valno chicken n arabian food yang aku dapat dari 2 lisensi yang aku padukan.jadi satu resto.Valno aku biarkan bersama suster, sementara aku dan tania fokus pada survey pengerjaan di lapangan.Bangunan yang sudah hampir jadi tinggal mempercantik saja,membuat aku lega.Pembangunan resto ini ku sisihkan dari keuntunganku dari toko online ku yang kian pesat di Malang dan di pulau seberang."pak rizal kalo bisa kita buat suasananya senyaman mungkin,warna dan dekorasi kita buat lebih teduh".Ujarku pada pak rizal penanggung jawab lapangan."ya bu,ini tinggal finising.kemungkinan dalam waktu satu minggu selesai semuanya bu".lapor pak rizal.aku mengangguk angguk mengiyakan.Setelah keliling keliling mengecek semua,aku dan tania kembali dan berdiskusi untuk banyak hal.Tak terasa waktu sudah siang dan kami memutuskan untuk kembali.Kuhampiri Revalno yang sedang main hp di dalam mobil bersama pak supir dan suster."sayang anak bunda bosan ya?maaf ya nak bunda kerjanya lama".ujarku dengan raut penyesalan dan ku peluk tubuh kecilnya."ndak bunda,valno kan anak pintar jadi tidak akan mengeluh.Bunda kan hebat".pujinya membuat senyum di wajahku kembali.Ku elus rambutnya dengan penuh kasih."Kita makan siang dulu yuk nak,Valno mau makan apa?".tanyaku lagi."Valno mau kentang sama ayam goreng sama burger bunda".celotehnya semangat."Oke sayang kita ke alun alun kota ya".Kami pun menuju tempat makan favorit revalno.


__ADS_2