Aku Istri Ke 2

Aku Istri Ke 2
STATUS BARU


__ADS_3

Pukul 3 Sore kami sudah di sibukan lagi untuk acara ijab kobul jam 5 sore ini.Aku sudah di otak atik lagi oleh para MUA dan desainer.kebaya keagungan ijab warna putih dengan hijab warna silver kebaya yang simpel dan anggun dengan bagian depan membelah dan ekor belakang yang panjang.kebaya ijab laksana gaun pengantin.Riasan natural dan elegan semua bahan bermerk dan terbaik di berikan kak Gio untuk acara ini.Seluruh keluarga yang sementara menempati paviliun belakang pun sudah ribet.terutama putraku yang terus mengawasi ayahnya.Takut acara ini di ganggu dengan sikap emosional ayahnya.Syukurnya kak Nando tidak berbuat onar dan tidak mengganggu jalan nya acara hingga acara pertunangan berakhir.Bahkan dia bersedia menjadi saksi untuk acara ijab kobul ku nanti.Acara ijab di laksanakan di rumah baru kami.setelah make up aku dan beberapa orang berangkat dahulu ke rumah baru kak Gio untukku.Kak gio dan rombongan keluarganya tinggal di rumah mamanya.Tania dan mama yang mendampingiku menangis haru duduk di mobil sampingku."mama bahagia nak,akhirnya kamu menemukan kebahagianmu.terlalu banyak rasa sakit dan pengorbanan yang kamu lakukan untuk mama dan adik adikmu,bahkan kamu sering lupa untuk kebahagiaanmu sendiri".ujar mama yang menatapku haru.Air mata menetes dari pipiku semua orang menyayangiku.aku tak dapat membalas ucapan mama,hanya air mata yang mewakili semua."ah mama jangan bikin pengantinnya nangis,tuh make upnya tar luntur".canda tania tapi dia sendiri juga menangis.mama aku tania dan difa menangis sambil tersenyum.Tinggal ayah yang tak ada melengkapi kebahagianku.Deg "ya allah ma,ayah gimana?kan wali ku ayah".kataku gupuh.semua juga ikut gupuh."gimana kak,difa telf ayah nanti kakak yang bicara".kata difa bingung."tapi walau gimana kan gak nutut nduk nunggu ayahmu datang".kata mama semakin membuat aku bingung."bunda mnta ijin sama kakek nanti bisa di serahkan pada hakim".jelas revalno yang lebih logis."ya allah kenapa gak kepikiran ke situ ya kak".guman difa semua pun bernafas lega."jangan lega dulu kak,katanya mau telf ayah".ingat tania pada difa yang langsung di sambut tawa.Belum sempat telf kepada ayah kami sudah sampai di perumahan sirkuit sentul bogor.Ternyata kak Gio membelikanku rumah di sini bukan di jakarta sebagai hadiah pernikahan kami."Wah rumahnya besar ya kak,indah suasana sekitarnya".guman tania."bunda revalno pasti betah disini".susul revalno sambil memegang ekor kebayaku."ya harus le,kan ya bundamu di sini".kata mama membuat semua tersenyum bahagia.Dengan langkah pasti aku memasuki rumah yang besar dan indah.bentuk aslinya belum terlalu terlihat karena sudah di dekor untuk acara pukul 5 ini.Semua maid sibuk mondar mandir melakukan persiapan.beberapa di antaranya menyambut kami dan mengantar ke kamar yang di sediakan untuk kami.Aku masuk ke sebuah kamar di lantai bawah di temani tania dan revalno karena difa sibuk dengan anak dan suaminya juga untuk bersiap acara 1jam lagi.para MUA merapikan riasanku yang sedikit rusak karena air mata tadi.aku duduk di depan kaca rias besar di ruangan itu.Tania dan revalno di bawa beberapa MUA lain untuk di ganti pakaian.Aku diam sendiri sambil deg degan menunggu jam menegangkan dalam hidupku.setiap detiknya seperti bom waktu yang siap meledak."Anak ayah cantik sekali".sebuah suara membuyarkan lamunanku."ayah".seruku sambil lari kepelukan ayah."maaf ayah gak datang tadi,pesawat ayah dilay.jadi baru bisa ikut acara inti saja".jelas ayah dengan terharu."ayah doakan ini pernikahan mu ke dua dan terakhir ya nduk,langgeng selamanya".kata ayah mengecup keningku.Air mata ini hendak menetes tapi kutahan."amin terimakasih yah doanya".jawabku."ayo calon pengantin ga boleh sedih nanti ilang ayune".goda tante marta yang dari tadi ada di belakang ayah."tante".sapaku sambil salim padanya."Ayah sama ibumu tak siap siap,sebentar lagi nak gio datang".kata ayah pamit.Aku kembali sendiri dalam sunyi.Samar samar ku dengar suara ramai di luaran aku terlelap dalam duduk karena terlalu lelah.hingga aku tersentak suara riuh dari luar."sah.....sah bapak bapak ibu ibu".seru penghulu dan semua serempak menjawab sah.Aku terharu bercampur linglung kaget bangun tidur."kak ayo keluar".tania masuk ke kamar."wah kok pengantinnya ketiduran".guraunya."kamu dek".aku tersenyum.kami pun melangkah menuju tempat ijab untuk aku menandatangani surat resmi nikah ku dengan gio.gemetar dan deg degan bertemu denga imam hidupku.Semua mata memandangku yang berjalan di gandeng tania Kak gio tersenyum dari tempat duduknya."yang".panggil kak gio sambil memberikan tangannya untuk ku salim takzim.Semua pun bersorak dan bertepuk tangan.Aku terharu dan bahagia.Hari ini kami resmi menjadi suami istri.Semoga allah memberi kemudahan jalannya perahu rumah tangga kami.walau badai dan ombak menghantam kami akan menjalaninya dengan bersama.hanya satu kuncinya saling percaya dan setia.

__ADS_1


***THOR:

__ADS_1


TERIMAKASIH PARA PEMBACA,DUKUNG THOR TERUS UNTUK BERKARYA DAN BERKARYA.JANGAN LUPA LIKE NYA YA***.......

__ADS_1


__ADS_2