Aku Istri Ke 2

Aku Istri Ke 2
PERTENGKARAN PART 2


__ADS_3

Benar saja setelah meminum air gula panas dan di balur minyak kayu putih perutku sedikit enakan.Warni yang takut tetap menjagaku duduk di bawah kakiku yang selonjor di tempat tidur sambil warni memijat kakiku.ku rebahkan tubuhku lebih nyaman sambil menikmati pijatan warni yang ternyata enak."kamu pintar mijitnya war".pujiku di sela sela hendak tertidur."ya non ibu yang mengajarkan".sempat ku dengar suara jawaban warni namun setelahnya aku malah tertidur masuk ke alam mimpiku.

__ADS_1


Hingga aku terbangun mendengar suara suara berisik di luar sana."siapa sich kok berisik sekali".ucapku sambil bangun dan menuju pintu untuk melihat apa gerangan yang bikin ribut."aa......".sapaku yang kulihat suamiku sedang duduk di sofa tv.namun ada yang menarik perhatianku,seorang wanita yang sedang menyuruh mbak saroh dan warni ini itu yang entah apa maksudnya."baru bangu kamu nye".sapa wanita itu,dia adalah mbak sarah istri ke satu suamiku yang notabennya maduku."ya mbak,maaf ndak tau kalo mbak mau kesini".jawabku.ini ke dua kalinya mbak sarah bertemu denganku.sebelumnya di caffe ketika aku dan kak nando ijin menikah.Dan sekarang yang aku tak tau maksud nya mengapa kak nando mengajak mbak sarah ke apartmen tempat tinggalku.Yang membuat aku heran sikap mbak sarah yang tanpa sungkan menyuruh nyuruh mbak saroh dan warni merombak tatanan apartmen."mbak tumben ke sini?".tanyaku."eh iya nye cuma ngecek apartmen suamkku".ungkapnya menampar hatiku sekencang mungkin.Aku terdiam dan menunduk.teringat ucapan kak nando semalam yanh mengingatkanku tentang posisiku dan menyebutku wanita tak tau diri.Ya tuhan kenapa kau tambah rasa sakit ini dengan ucapan dan sikap mbak sarah."Ya mbak maaf saya numpang di sini".lirihku merasa rendah.Mbak sarah tak menjawab sama sekali dia tetap ini itu memerintah mbak saroh dan warni di depanku.Seolah tak mendengar ucapanku tadi.Kulirik kak nando yang hanya diam cuek ta peduli padaku sama sekali.

__ADS_1


"Enak ya nye jadi kamu,ga kerja ada 2 asisten rumah tangga.jam segini baru bangun,ga perlu repot ngurus suami cuma yang penting service dan dapat uang belanja.Beda sama istri pertama harus ngurus kebutuhan abang,kerja dan ngurus ranjang".ungkap mbak sarah kian pedas.Aku memilih diam menyembunyikan kemarahan dan rasa sakit."tadi non anye muntah muntah terus pagi tadi,jadi non anye saya suruh istirahat nyonya".Warni.menjawab mencoba membelaku karena merasa kasihan aku yang tak di anggap oleh istri pertama da juga suamiku."Akh sudahlah alasan hamil di bawa bawa".cibir mbak sarah sambil menatap perutku lalu berlalu dan duduk di sebelah kak nando."Buruan mandi nye,ga etis kluar kamar tanpa mandi".seru kak nando berbeda dengan kehangatannya beberapa hari hari kemarin."saya sudah mandi ak,maaf kalo berantakan".cicitku kian pelan."walo hami kamu tuch jangan manja manja nye,masak susu hami.aja harus pembantu yang siapkan".mbak sarah seolah terus menyalahkanku.Aku diam lelah dan muak.dengan mereka."ya sudah ayo sayang kita pulang".ajak mbak sarah sambil bergelayut manja di lengan kak nando.Perih itu yang terasa di hatiku.ternyata sesakit ini.mataku kian berembun.aku terus menahannya,jangan sampai aku menangis di hadapan mereka.Mbak saroh dan warni menatapku iba namun mereka tak bisa berbuat apa apa.Dengan tangan yang memeluk pinggang mbak sarah kak nando pamit pulang dari apartmen."aku pulang dulu,dalam seminggu kedepan aku tak pulang".katanya sambil berlalu."ya nye kami mau bulan madu ke singapure,tolong kamu jangan chat ato telf suamiku agar ta mengganggu".herdik mbak sarah dengan mulut tajamnya.

__ADS_1


Selesai sholat ku hubungi weni untuk ajak ketemuan.yang di iyakan weni.Di sebuah coffeshop di mall weni sudah menungguku di sebuah meja."wen uda lama nunggu?".tanyaku yang datang menghampirinya."gak kok nye,baru 10 menit aku sampai,aku lagi boring kebetulan juga kamu ngajak hang out".bla bla kami ngobrol berdua menghilangkan kerinduan karena jarang bertemu.Aku memilih menyimpan masalah keluargaku tak ku ceritakan pada weni walo dia sahabat terbaikku."wen kita hang out yuk kemana gitu,suntuk aku".ajakku tiba tiba yang membuat weni langsung melotot terkejut."yang bener kamu nye ngajak hangout,apa ga marah yuh laki kamu?".ungkapnya kaget."laki ku lagi ke bali sama keluarganya jadi ga salah donk kalo aku juga liburan".godaku berusaha menghibur diri."kamu lagi ada masalah nye,cerita sama aku".tanya weni yang tau betul dengan karakterku.kami berteman sejak putih abu abu."ga papa wen aku ga ada masalah,cuma bener bener kangen jalan bareng kalian seru seruan.apalagi aku bener bener vacum dari kerja buat aku jenuh banget".terengku menutupi kebohonganku."ok dech kalo kamu belum siap cerita,aku menghargai privaci kamu".aku menunduk mendengar ucapan weni."kita ke pasir taman safari aja gimana?,kan ga jauh jauh banget dan ga resiko untuk bumil muda kayak kamu".weni mencoba mengalihkan pembicaraan."boleh juga untuk seru seruan,eh tapi aku ajak warni dan mbak saroh ya.biar mereka refresing juga kasihan".usulku yang di jawab antusias oleh weni."pake mobilku aja ya nye biar dion yang nyupir.kapan nich kira kira?".tanya weni."gimana kalo lusa pas hari sabtu,biar ga ganggu kerjaan cowok kamu juga"."boleh boleh,ok nich diel ya".kata weni penuh semangat.Kami mengobrol mengalir dengan santai.hingga waktu sudah sore dan aku memutuskan untuk pulang.

__ADS_1


__ADS_2