Aku Istri Ke 2

Aku Istri Ke 2
TANIA


__ADS_3

Di bawah rindangnya pohon mangga di belakang rumah aku,mama dan tania duduk bersama menikmati kue hasil karya tania yang sudah selesai di oven bik minah."nduk kue buatan kamu enak,mama sama mbak mu tadi sempet gak percaya kalau itu buatan mu nduk".mama sambil menikmati kue di toples dan teh panas di sampingnya."masak to ma,kan tania ngikutin resep yang mama kasih ma".jawab tania jujur."ya dek bener,tadi kakak kira itu buatan mama kok.persis banget dech rasanya".tuturku menilai."beneran kak,berti tania berhasil bikinnya.padahal baru sekali ini lho kak tania coba pakai resep mama".jawab tania lagi."beneran dek kamu bakat bikin kue,gimana kalau kita buat toko kue seperti cita cita kamu dari kecil?".tanyaku menawarkan."tania belum ada modal cukup kak".jawabnya malu."nduk kan ada uang dari kak difa yang di hitung dari mbayumu bagi toko milik mama.kan waktu itu mbak mu difa bilang bagai manapun toko itu milik mama dan ada hak kamu dan mbak mu anyelir.jadi difa membagi 4 nilai toko dan isinya dia kasih uang ke kita jadi toko itu sekarang 100% milik mbakyumu".terang mama.Memang beberapa bulan lalu difa bicara seperti itu,dia tak mau serakah dengan hak mama aku dan tania.padahal aku sudah bilang untukku tidak usah.Tapi dia memaksa.katanya agar dia bisa merasa tenang mengelola usaha ini tanpa beban karena ada hak2 saudara saudaranya."Ya ma,tapi itu sebagian sudah tania pakai untuk lulusan tania bulan lalu hanya sisa beberapa".jawab tania."nanti lah ma tunggu uang terkumpul lagi,biar enak".jawab tania lagi."ini ada jatah mama nduk,kan mama juga ga kepakai uangnya semua sudah dari mbakyu mu anyelir".ujar mama."jangan ma itu untuk simpanan mama bila sewaktu waktu mama butuh,ini jatah anyelir kan ga kepakai.jadi kenapa tidak tania pakai saja".ujar ku."jangan kak tania kan sudah terlalu merepotkan kakak".jawab tania sungkan."Tania dalam keluarga tidak ada istilah seperti itu,aku kakak mu dan aku bertanggung jawab atas mu setelah ayah dan mama.sudah kewajiban kakak membahagiakan kalian".jelasku."jangan kak tania ingin memulai usaha dengan jerih payah tania sendiri".jawabnya lagi."begini saja kalau kamu tak mau kakak bantu,kamu pinjam saja uang kakak ini nanti kalau usahamu sudah jalan kamu bisa mengangsur ke kakak,bagai mana?".kataku memberi penengah."boleh juga itu nduk,jadi lebih enak kedepannya".jelas mama."ehmmm baik lah kak kalau begitu tania mau".akhirnya tania menyetujui usulanku."oh ya ma 1minggu lagi keluarga Mario akan datang ke sini untuk meminta tania".jelas tania yang membuat aku dan mama tersenyum bahagia."wah adikku udah dewasa juga ya".godaku."ah kak anyelir apaan sich!".dia malu malu.Mario adalah seorang manager di sebuah perusahaan asing di yogya.Dan merupakan teman sekelas Tania di kampus S2 nya di widya gama."Syukurlah nduk kalau mario sudah serius sama kamu,mama ikut senang".mama memeluk tania haru."Ya ma,dan untuk toko kuenya tania juga akan giat untuk bisa maju seperti kak anyelir".kami pun berpelukan aku terharu dengan kehangatan keluargaku saat ini.dulu semua yang hancur kini jadi satu dan bahagia serta rukun."kok kakak nangis?".tanya tania sambil menghapus air mata ku."nggak dek kakak nangis bahagia dengan kehangatan keluarga kita".jawabku dengan tersenyum."tania sayang mama dan kakak".ujar nya ikut terharu dan memelukku lagi.Setelah itu kami tertawa bersama.'Ya allah semoga kebahagian ini selamanya,semoga aku selalu bisa memberi kan senyum kebahagian untuk orang orang yang aku sayang'.doaku dalam hati.Kami pun berbincang sambil menikmati kue."mbak tania di depan ada mas mario".panggil bik minah."ya bik suruh masuk aja ke sini".jawab tania yang d anggukki bik minah.Tak berselang lama laki laki berperawakan tinggi dan berkulit kuning langsap itu berada di dekat kami."mama,kak anyelir".sapa nya sambil bersaliman takzim pada mama dan aku."dek kok belum siap siap?bukannya kita ada janji mau jalan cari seserahan hari ini?".tanya mario pada tania."Ya allah lupa aku kak,ke asik kan ngobrol sama mama dan kak anyelir,ya uda kakak tunggu sini tania siap siap dulu".jawab nya sambil berlari ke kamar nya.Mario duduk di tempat tania dan basa basi ngobrol sama kami.Selang beberapa menit mereka pun pamit berangkat.setelah tania selesai siap siap.


__ADS_2