
Pagi pagi sekali aku bagun di bantu beberapa asisten rumah tangga berkemas untuk kepulangan kami.Kak nando yang sedang berkutat dengan laptopnya mengecek email email selama satu minggu kami libur.Selesai sarapan dan berkemas aku dan suamiku memutuskan kembali ke apartmen tempat tinggalku saat ini.Sepanjang perjalanan pun kak nando masih sibuk dengan laptopnya dan sesekali melakukan panggilan pada stafnya.Aku hanya diam ta mau mengganggu kesibukan suamiku.sesekali ku mainkan handphone chat dengan weni ato teman teman yang lain.Ato sekedar mengecek sosmed.Hingga ta kusadari kami sudah sampai di bastman."sayang aa langsung ke kantor,kamu istirahat dulu ya.sorean nanti aa ke sini lagi".ucapnya setelah aku turun dengan semua barang yang sudah di angkut mbak saroh di bantu satpam apartmen."ya,aa hati hati di jalan ya.jangan lupa makan siang".ucapku sambil melepas suamiku untuk kembali bekerja.Ku salim punggung tangan suamiku takzim.di kecupnya keningku hangat."aku turun dulu ya ak".pamitku turun dari mobil dan naik ke unit kami.
Setelah sampai di kamar kurebahkan badan yang entah terasa lemas dan lelah.badan seperti tak ada tenaga dan sedikit pusing."non mau mbak bikinkan jahe hangat,non kelihatan pucat".sapa mbak saroh menawarkan minuman padaku."boleh mbak,rasanya nek perut saya.masuk angin mungkin".jawabku sambil masih rebah di tempat tidur."baik non,apa mau mbak kerokin?".tanyanya lagi."ndak usah mbak saya buat istirahat sebentar pasti enakan".mbak saroh kemudian berlalu untuk membuatkanku minuman jahe hangat.Tak berapa lama mbak saroh muncul lagi di kamar dengan wedang jahe di nampan."di minum dulu non biar hangat".katanya sambil menyerahkan minuman hangat itu.Kusesap jahe itu menghangatkan tubuhku.sedikit lebih enakan."non istirahat dulu,kalo ada apa apa panggil mbak ya non".mbak saroh berlalu sambil membawa gelas jahe yang sudah ku minum.Ku benamkan tubuhku dalam selimut dan mulai tertidur.
"tok......tok.......,non".panggil mbak saroh dari luar membangunkanku.aku terbangun tapi kepala masih terasa pening dan badan lemes."ya mbak masuk,ujarku tanpa bangun dari tempat tidur."non maaf mengganggu tidurnya,tadi tuan telf telf non tapi tak di angakat kemudian telf saya,saya bilang non tidur dari datang tadi".ungkap mbak saroh panjang lebar."emm maaf mbak aku tertidur,nanti biar aku telf kak nando".jawabku dengan suara yang lemah."Non gapapa kok pucat sekali".tanya mbak saroh dengan paniknya.aku hanya diam.mbak saroh mengahampiriku mengecek keningku."ndak demam non tapi wajah non pucat".ungkap mbak saroh."mbak telf pak nando ya non?".mbak saroh kian panik."ndak usah mbak aku gapapa biar aku telf kak nando sendiri".mbak saroh pun mengangguk dan panit undur dari kamar.Belum sempat aku menelfon suamiku handphone ku berbunyi dan benar saja kak nando sudah telf berkali kali.
asslmkm,ada apa ak?maaf aku tertidur~anyelir
kemana aja aku tlf berkali kali ga di angkat,kamu dari tadi tidur belum makan siang?~Nando
__ADS_1
ya ak ini baru bangun,maaf.habis ni langung makan kok.aa sudah makan~anyelir
tapi kamu gapapa kan,kata mbak saroh kamu pucat dan lemas tadi~nando
gapapa ak mungkin masuk angin aja~anyelir
aku panggilkan dokter ya?~nando
Ya uda lekas makan jam 3 aa sudah pulang kok~nando
__ADS_1
ya ak,aa juga love u my husband~anyelir
love u to istriku~nando
Setelah kumatikan telf aku mencoba turun dari tempat tidur namun rasanya pening sekali.Mungkin akan lebih enak aku berendam air hangat biar rileks badan ini.monologku sambil melangkah menuju kamar mandi.kunyalakan air hangat di batup dan bersiap untuk berendam.Rasanya nikmat berendam.namun tiba tiba kepala ini kian pening.
"Tok.....tok.....non......non".lama mbak saroh mengetuk pintu kamar namun tak ada sahutan."kok ga ada sahutan,non tuan minta non untuk makan......non".lama mbak saroh terus mengetuk dan memanggil manggil anyelir.Di ambilnya handphone dari saku seragamnya.
tuan nona anyelir ga kluar kluar saya ketuk pintunya~mbak saroh
__ADS_1
yang benar mbak,saya pulang ke sana sekarang~nando.
setelah menerima telf dari mbak saroh nando langsung keluar dari ruangannya dengan wajah paniknya."lusi atur ulang jadwal meeting siang ini,saya harus pulang".perintah nando pada lusi sekretarisnya sambil segera melangkah ke arah lift.Dengan perasaan panik dan bingung nando menyetir sendiri mobilnya dengan kecepatan kencang.Beberapa menit dia sudah sampai di unit apartmen."Tuan sampe sekarang belum ada sahutan dari non anye".ungkap mbak saroh yabg terlihat pucat dan panik.Tanpa menjawab nando langsung menju kamar utama.memasukan kode akses kunci kamar yang memang hanya nando dan anye yang punya."mbak tadi kok ga pake kartu akses semua".kata nando panik."maaf tuan mbak lupa".kartu akses adalah semacam kunci serep untuk membuka pintu pintu di apartmen ini.Setelah pintu terbuka nando mengedarkan pandangannya mencari cari anye."sayang.....sayang kamu dimana?".teriaknya yang ta menemukan istrinya di tempat tidur.Dengan tergesa dia berjalan ke arah kamar mandi "anye....sayang.....".nando berlari ke arah batup menemukan anye yang hampir tenggelam di dalam badup."sayang....sayang....."nando mengguncang guncang tubuh anyelir.diangkatnya tubuh anye dan di letakkan di tempat tidur di selimutinya badan anyelir agar hangat.mbak saroh yang melihat anyelir tak sadarkan diri segera berlari mengambil minyak kayu putih."mbak saroh segera telf dokter hana".teriak nando yang masih tegang karena anyelir tak juga siuman.