Aku Istri Ke 2

Aku Istri Ke 2
ACARA BER TIGA


__ADS_3

Kami duduk di gedung bioskop bertiga.Aku duduk d tengah antara kak gio dan revalno.Tanganku di genggam erat oleh gio,untung revalno sepanjang film di putar fokus pada film hingga film berakhir.Setelah nonton film kami makan baru mencari kebutuhan sekolah Revalno.Revalno dan Kak Gio begitu akrab,mereka selalu seru mengobrol tentang pemain pemain basket bahkan hobi mereka main basket yang sama.Banyak mata memandang kami bertiga seperti keluarga yang harmonis.Begitu mudah Gio menaklukan hati putraku."kalian akrab banget,kayak sudah biasa ngobrol bareng?".tanyaku curiga ketika kami sedang makan di restauran."ya mungkin karena kami punya hobi yang sama dan punya camistri aja".canda Gio dengan tersenyum."betul itu om".Revalno ikut ikutan membenarkan."no kalau om deketin bunda kamu gimana?".canda gio sambil mancing mancing."Revalno mah boleh boleh aja om,asal bunda bahagia dan orang itu harus bener bener sayang sama bunda.tapi kalau sampai bikin bunda nangis awas aja om ya".candanya.Mereka pun tersenyum.Aku merasa ada mata yang memantau kami.Dan benar saja saat aku menengok kesana kemari terlihat kak Nando yang sedang berjalanan dengan putra asisten nya menuju ke arah kami."bruk.......".sebuah pukulan mengenai wajah kak Gio yang karena tiba tiba di pukul tanpa bisa menghindar.Wajah gio memar dan sudut mulutnya berdarah.aku berteriak histeris karena terkejut oleh tindakan kak Nando yang brutal dan tiba tiba.Gio bangkit dan hendak membalas.Ku genggam tangannya untuk meredamkan amarahnya."Ayah apa apa an sih!".Revalno memaki ayahnya karena tindakannya."Valno gak suka ayah arogan kayak gitu.ayah sudah dewasa harusnya bisa bicara masalah dengan baik baik bukan main kekerasan!".revalno masih emosi.Aku membantu gio bangun dan kami melangkah pergi keluar restauran."Valno pulang sama bunda,valno benci ayah".katanya sambil mengikutiku."Bunda antar om gio ke dokter dulu,kamu redam emosi ayah.kalo valno ikut bunda pulang pasti masalah akan semakin panjang.kamu lebih faham karakter ayah kamu".kataku pada revalno.dia mengangguk dan kembali menuju ayahnya.Aku berjalan bersama gio meninggalkan restoran dan menuju dokter terdekat.Awalnya gio menolak."aku baik baik saja anye"."kalau kamu tak mau ke dokter berarti kamu tak menghargai ku".rajuk ku agar dia mau ke dokter.dan alhasil dia mau menuruti ucapan ku."kamu gakpapa?".tanyaku khawatir.dia mengusap darah di ujung bibirnya.Sambil menggeleng."mengapa kamu menghalangi ku membalas mantan suami mu?".tanyanya dengan geram.Aku baru menyadari dia begitu marah padaku."kami takut aku melukai wajah tampannya,kamu masih mencintainya kan?".herdiknya dengan nada tinggi."kak,bukan itu maksudku.kenapa kamu berpikir seperti itu".kataku dengan sedih."lalu mengapa kamu tak membiarkan aku membalasnya,padahal jelas jelas dia yang memukulku duluan".dia masi dengan emosi tinggi."kak aku tak suka kekerasan,aku juga gak mau masalah semakin panjang jika kalian bertingkah sama sama seperti anak kecil".jawabku."apa ulangi,coba ulangi lagi!aku anak kecil".katanya masih tidak terima."kak tolonglah jangan seperti ini,kita obati dulu lukamu baru kita bicara".kataku sambil menuju ruang perawatan.Setelah dokter memeriksa dan mengobatinya kami pun pulang."aku antar kakak pulang".kataku sambil membawanya ke dalam mobil.Dan mulai menyetir.Hari ini memang gio sengaja tanpa supir kami qualitytime ber tiga.gio ingin lebih dekat dengan revalno.Dari panduannya aku mengantarkannya ke apartemen.Gio tinggal di yogya di sebuah apartemen.Aku berjalan bersamanya memasuki gedung dan masuk lift menuju lantai unit gio berada.dia berjalan sambil sebentar meringis merasakan bibirnya yang terluka.Setelah sampai di depan pintu unitnya "aku langsung pulang ya".pamitku.namun gio buru 2 menggenggam tanganku."apa kamu mau langsung pulang dan lepas tanggung jawab?".tanyanya sambil mengangkat kedua alisnya."lalu?".tanyaku.Tanpa bicara gio menyeret ku masuk ke dalam unitnya.Apartemen merah dengan furnitur serba limited edition.dominasi warna putih yang teduh.dua kamar tidur dan ruangan yang semua serba putih dengan ornamen ornamen mahal.Gio mengajakku duduk di ruang santai di atas kursi kasur depan tv.kemudian dia berjalan ke arah meja bar untuk mengambilkan ku minum."mau hangat atau dingin?".tanya nya."aku tak bisa minum dingin".ujar ku.tak lama dia membawa teh hangat dan meletakkan di meja sampingku."kamu istirahat saja,lukamu nanti makin sakit"kataku ketika dia sudah duduk di sampingku.Di belainya kepalaku yang berhijab."apa kamu masih menyimpan rasa untuknya?".lirih gio di telingaku.Aku menggeleng."tidak,aku dan dia hanya sebatas keluarga untuk membesarkan Revalno tanpa ada rasa lagi".jelasku.gio membawaku dalam pelukannya."benarkah?".tanyanya meyakinkan.Aku mengangguk hingga kepalaku menggesek dada bidang yang hangat dan nyaman."maaf kan aku,karena aku kamu seperti ini".ucapku tulus.Dia mencubit daguku untuk bisa melihat wajahku."ada satu cara untuk menyembuhkan lukaku dengan cepat dan aku memaafkanmu".katanya dengan menyeringai."apa?".tanyaku polos.Namun tiba tiba wajah gio sudah turun dan kurasakan hangat nafasnya.sesaat kemudian bibir merahnya sudah ******* bibirku perlahan dan penuh kasih sayang.Aku terbuai ciuman yang hangat dan membuatku ketagihan.Lama kami saling ******* dan bertukar saliva.Seolah tak ada yang mau memulai berhenti.Hingga dia melepasku karena aku hampir kehabisan oksigen."aku mencintaimu anye".bisiknya lirih."apa kamu juga mencintaiku?".tanyanya aku refleks mengangguk membuat senyum muncul di wajahnya."lusa aku kembali ke Jakarta ikutlah akan ku kenalkan kamu dan revalno pada mama papaku".ajaknya."tapi kak,aku bukan gadis belia.aku wanita dengan status janda singgel parent".jawabku sedih."mama dan papa sudah tau semua,aku sudah menceritakan siapa kamu".jawabnya."lalu bagai mana reaksi mereka?".tanyaku khawatir."mereka menyerahkan semua masalah pernikahan padaku,karena aku yang menjalani jadi mereka tak mau ikut campur memilihkan calon istriku".ujarnya dengan membelai kepalaku.rasa aman dan nyaman dalam pelukannya.membuat kami lama hanya duduk sambil berpelukan."kak anye pulang ya".pamitku."segeralah halal,agar kamu tak harus pulang".katanya dengan tersenyum.Aku pun tersenyum padanya."biar willy mengantarmu".katanya sambil melakukan panggilan telefon."biar aku naik taksi aja kak".jawabku."5menit lagi willy sudah di bawah.aku antar kamu turun".jawab nya.Kami pun keluar unit dan turun dengan lift.benar saja ketika kami di lobby willy sudah berada di depan lobby dengan mobil Rangger putih milik gio."anye pulang dulu".pamitku.Gio mengangguk dan membukakan pintu mobil untukku.


__ADS_2