
Aku terus menagis dan memukul terus dada nando meluapkan emosiku.nando terus mendekapku mencoba menenangkanku."maaf anye cuma ini cara aku agar kamu menjadi miliku selamanya".katanya.aku masih terus menangis.kehormatanku hilang aku tak tahu lagi bagai mana hidupku ke depan.nando masih sabar memelukku yang terus menangis."aku akan bertanggung jawab aku akan menikahimu nye".katanya dengan mengecup keningku hangat.aku tak menggubrisnya.aku hanya terus menangis.walo tangisku tak akan merubah apapun kedepannya."kenapa kamu jahat padaku ndo,apa salahku padamu?".kataku masih dengan amarah dan tangisku."aku mencintaimu anye,aku ingin memilikimu seutuhnya dan hanya untukku".katanya meyakinkanku."mandilah setelah itu kita bicara".kata nando membuat aku mendelik kepadanya.mataku mengedar mencari pakaian kerja yang tadi ku pakai.sudah terkolek dan kemeja kerja yang kancingnya sudah terlepas."nando kenapa pakaian kerjaku rusak".teriakku padanya dengan kesal.nando tersenyum."maaf nanti ku ganti".katanya yang tiba tiba mengangkat tubuh polosku ke kamar mandi.aku memukul mukul tubuhnya berusaha untuk berontak.tubuhku yang polos menempel pada kulit nando yang halus dan gagah."jangan bergerak terus anye,jangan memancing hasratku lagi".seringai licik di bibir nando.yang akhirnya berhasil membuatku diam dan menurut.wajahku memerah menyadari tubuhku yang polos."tak usah malu,aku sudah melihatnya dan merasakannya".jawabnya seenak udelnya.pelan nando menurunkanku di badtup menyalakan air hangat dan membiarkanku berendam rileks.dia menyusul masuk dan berendam.aku hanya diam menikmati air hangat yang menenangkan dan merilekskan badanku yang sakit semua.apa seganas itu nando hingga badanku remuk smua.monologku dalam hati.nando memandikanku dengan hati hati karena tau badanku sakit semua.awalnya aku menolak tapi karena badanku yang terlalu lelah dan sakit akhirnya aku hanya diam.toh ini juga karena ulahnya.selesai mandi pun nando memasangkan jubah mandi dan menghendongku karena melihat aku yang meringis merasakan pangkalku yang perih.setelah mengeringkan rambutku nando kembali menggendongku ke meja makan.di sana sudah ada beberapa makanan yang tersaji."krukkkkk......".suara perutku yang sudah kelaparan membuat pipiku bersemu merah karena malu.nando tersenyum mendengarnya."makanlah sebelum nanti ku makan".canda nando setelah kami duduk di meja makan.aku mendelik ke arahnya dengan jengkel.karena terlalu lapar langsung saja kusikat makanan di meja yang terlihat masih hangat dan lezat.selesa makan nando kembali menggendongku ke kamar dan meletakanku hati hati di tempat tidur."nando kita harus bicara".kataku ketika kami sudah duduk berdua di ranjang."hmm.....".jawabnya singkat."aku akan segera menikahimu dalam waktu dekat nye,aku akan datang ke orang tuamu.tapi ada hal yang ingin aku katakan sebelumnya".katanya hati hati.aku hanya diam mendengarkan tanpa menyela."aku pria beristri,tapi aku akan menikahimu secara agama".aku diam air mataku luruh.mengapa begini nasibku.nando merengkuhku berusaha memberi keyakinan dan menenangkanku."mengapa harus begini ya allah".kataku dengan tangisku.tak pernah terbesit dalam pikiranku untuk menjadi orang ketiga dan menjadi istri k2.apa bedanya aku dengan ibu tiriku yang merebut ayah dari ma2.hatiku perih dan sakit."aku memcintaimu nye".kata nando lagi."biarkan aku pergi ndo,lepaskan aku.aku tak mau menjadi perusak rumah tangga orang.aku tak mau ndo".tangisku.nando hanya diam."aku tak mau seprti ibu tiriku yang merebut ayah dari ma2 dan aku ndo,biar aku jalani hari hariku lupakan kejadian ini".kataku masih terus menangis."jangan pernah berpikir kamu bisa lepas dariku nye,aku tak akan membiarkan itu.aku akan menikahimu aku akan menjadikanmu istriku selamanya".katanya terus meyakinkanku."jadi ke 2 ndo haruskah itu?".tanyaku yang masih belum bisa menerima."ya nye,maaf.tolong jangan pergi dariku,aku tak mau anakku kehilangan ayahnya".katanya sambil membelai lembut perutku yang datar.kupukul lengannya."apa an sich masak tiba tiba jadi,baru juga sekali".kataku yang akhirnya tersenyum dengan kekonyolan nando."jadi di ulang lagi ya biar ga sekali".goda nando yang mendapat pelototan dariku.dia tertawa lepas."becanda.....tidurlah,pasti badanmu lelah.maaf aku menyakitimu".katanya sambil mengecup keningku.karena memang terlalu lelah aku terlelap di dalam pelukan nando.