
Suasana vila kembali sepi.aku duduk berdua meminum teh di temani suamiku yang sesekali mengecek hpnya urusan kerja."kamu mau jalan apa istirshat?".tanyanya melihatku diam menikmati teh hangatku."aku ingin istirahat saja ak,habis di pijat ingin tidur aja enak".kataku."ide bagus nich,ayuk kekamar aja kita lembur bikin nando junior".sahutnya sambil mengerling nakal.di angakatnya aku ala ala film2 roman menuju kamar."ak turun aku bisa jalan sendiri".rajukku."simpan tenagamu karena aku tak mau kau mengeluh ampun".godanya lagi sambil mengendongku ke dalam kamar.Dan benar saja dia terus meminta penyatuan tanpa ada kata lelah,hanya sesekali instirahat setelah itu memulai lagi.seperti kering rasanya aku di perasnya.badan yang tadi segar sekarang sudah menanggung lelah karena ulah suamiku yang mesum."sayang aku seperti merasa kurang dan kurang tiap kali berhubungan denganmu,rasanya ta cukup satu dua kali".ungkapnya di sela sela jeda permainan kami."kamunya aja yang over".godaku yang di sambut tawa renyahnya."tapi kamu suka kan".candanya lagi dengan tangannya yang sudah aktif bergerilya lagi tanda lampu merah untukku siap siap di hajar lagi.Semalaman kami saling menikmati merengguh indahnya madu pernikahan,mengecap setiap inci kenikmatan yang sudah halal.hingga matahari siang yang membangunkanku.kulihat sinar matahari sudah terik,kulirik jam di dinding sudah menunjukkan pukul 11 siang.tapi aku dan suamiku masih bergumul dalam selimut tak peduli matahari sudah terik."ak bangun sudah siang,aku lapar".ajakku sambil ku bangunkan suamiku yang tertidur sambil memeluk pinggangku yang polos."hemm.......biar beginj sebentar lagi".jawabnya sambil mengeratkan pelukannya."ak apa setelah menikah kau ingin aku mati kelaparan".rajukku dengan wajah yang ku buat cemberut."wah nyonya nando merajuk nich".godanya dengan tersenyum."ok....ok....ayo mandi kemudian kita sarapan".ungkapnya."aku mandi sendiri,eit jangan ikut.aku capek dan lapar ak".larangku ketika kak nando hendak menyusulku ke kamar mandi.aku tak mau acara mandi berlama lama lagi karena cacinh cacing di perutku sudah memberontak minta di isi.ku tutup pintu kamar mandi,segera aku mandi.10 menit aku sudah kluar kamar mandi dengan jubah mandi."ak buruan mandi aku lapar".rajukku lagi yang kulihat kak nando sedang bergelut dengan laptopnya."siap istriku.....".godanya sambil melangkah menuju kamar mandi.aku berganti pakaian sambil kusiapkan pakaian ganti suamiku.selesai mandi kak nando melepas handuknya hendak berganti baju di depanku."akh.....ak kok di lepas di sini".teriakku sambil menutup mata.dia tertawa terpingkal pingkal melihat tingkah konyolku."kenapa harus di tutup sayang,bukannya kamu sudah setiap malam melihat nya.hem.....".godanya sambil mencoba membuka tanganku yang menutupi mataku.malu malu aku membuka mata."maaf ak aku malu".ujarku dengan tersipu.dia tersenyum melihat tingkah lucuku.lalu dia lanjut ganti baju dan kami keluar kamar menuju meja makan.di sana sudah ada makanan yang tersaji.memang ada beberapa maid yang di tugaskan di villa ini untuk membersihkan dll."ak kita pulang kapan?".tanyaku sambil berjalan ke meja makan."aku sudah cuti 1mnggu jadi 4 hari.lagi apa masih kurang?".candanya."4 hari,kerjaanmu gimana?"."smua sudah ada lusi dan putra yang menghandle,kita nikamati saja masa masa hoenymoon ini siapa tau kita pulang sudah jadi nando junior".kerlingan matanya menggodaku."amin.....".jawabku singkat.kami pun makan dalam diam.
__ADS_1
Hari hari hoenymoon ini benar benar aku di kurung dalam villa oleh kak nando.hanya oleh raga ranjang dengan beragam variasi kami lakukan.seprti tiada bosan kak nando mencumbuku.tiada kata lelah.tak peduli pagi siang bahkan malam."ak bisa habis aku kalo kita kelamaan hoenymoon".rengekku suatu ketika.saat kak nando meminta jatahnya di kolam renang.dia hanya tertawa bahagia."habis apanya yang".godanya terus dan terus.makan malam romantis bahkan menhias kamar seromantis mungkin kak nando lakukan untuk memanjakanku dan membuat suasana tidak bosan.
__ADS_1
Tangannya ta pernah lepas menggenggam tanganku sepanjang jalan jalan di mall."ak apa aa ga takut ketemu rekan bisnis ato siapa saat jalan denganku?".tanyaku ragu ragu."kenapa mesti takut ato bingung,kamu istriku dan aku akan mengenalkanmu sebagai istri ku kepada mereka".ungkapnya yang menghangatkan hatiku.aku lega ternyata aku bukan istri yang di simpan.Banyak mata wanita yang menatap pada kami ada yang menatap senang ada yang menatap sinis ada juga yang menatap iri.lebih banyak yang suara suara bisikan yang memuji ketampanan suamiku."anye.....".sapa seorang wanita yang langsung ku kenali."Weni...".dia weni sahabatku.dia memandangku dan nando bergantian menunutut jawaban dariku lewat matanya."wen kenalin ini nando suamiku".sambil menunjuk pada suamiku."weni sahabat ini ak".kataku pada suamiku."o weni yang anak jogya kan,salam kenal saya nando suami anye".ucap nando sambil mengulurkan tangan berkenalan."suami.....???maksudnya kalian sudah menikah,kapan???kok aku ga di kabarin?".cerocos weni dengan pertanyaan beruntunnya.
__ADS_1