Aku Istri Ke 2

Aku Istri Ke 2
JOGYA


__ADS_3

di dalam sebuah mobil warna silver milik bian.aku,bian,dion dan wina kekasihnya.kami sedang perjalanan menuju kota jogya untuk hangout.biasa para pecinta kuliner kayak kita kita pasti tujuan utama cuma makan makan.seperti rencana kita di awal kita tinggal di rumah orang tua wina yang notabennya asli anak yogya."win apa nyokab bokap kamu gpp nich kita kita nginap di sana?".tanyaku pada wina yang juga sohib kentalku."santai nye yang nginap di rumahku kan cm aku sama kamu.tar dion sma bian di rumah kakakku di sebelah rumah".jawab wina."ooooo kirain serumah,bisa di grebek pak RT kita.....hahahaha....".kataku di susul tawa teman teman.kami biasa jalan bareng walo beda jenis aku dan bian uda kayak kakak adik.walo ga sedikit yang nganggep kita pacaran.padahal 100% aku sahabatan sama dia.hatiku sudah lama tertutup untuk namanya cinta.terlalu sering kecewa dan sakit serta kecewaku pada ortuku membuat aq lelah dengan sebuah hubungan.

__ADS_1


hampir setengah hari perjalanan kita sampai di rumah wina.kami di sambut hangat oleh keluarga wina yang pada dasarnya sudah kenal dekat denganku bian dan dion."walah anye kamu tambah ayu ae nduk".sapa bunda wina dengan dengan logat jawa halusnya.aku hanya tersenyum senyum malu dengan pujian bunda jelita."ih....bunda kok cuma anye yang di puji".kata wina dengan mengerucutkan bibirnya."ya emang anye tambah ayu".goda bunda jelita dengan jailnya."wes bune liat to anak gadismu nesu".jawab pak ibra ayah wina menengahi.keluarga wina termasuk keluarga yang rukun dan tentram.aku sering iri melihat kehangatan keluarga ini yang ta pernah ku dapat dari keluargaku sendiri."coba dulu handoko ga macem macem,pasti anye uda jadi mantu kita ya yah".kata bunda jelita yang membuat wina langsung mendelik dan menyikut bundanya.

__ADS_1


flasback on

__ADS_1


flasback off

__ADS_1


aku tersenyum menanggapi ucapan bunda jelita."ga papa bun sudah jalannya sampai di situ"jawabku mencoba tenang.setelah putus denganku kudengar kak handoko menikah dengan linda anak pemegang saham di kantornya.walo sakit aku berusaha untuk tegar.walo itu ga mudah."anye....."sapa sebuah suara yang sampai detik ini masih menggetarkan hatiku.aku berusaha mengangkat wajahku berusaha tegar di depannya.ya kak handoko.sosok yang menyapa namaku saat ini.hanya senyuman palsu yang ku sunggingkan untuk menutupi luka ku yang masih menganga.

__ADS_1


__ADS_2