Aku Istri Ke 2

Aku Istri Ke 2
AKHIR KISAH INI


__ADS_3

Tangis ku terus bergulir betapa pedih hatiku mengetahui fakta ini.Aku harus melihat sendiri kelakuan bejat suamiku.Apalagi wanita wanita yang bersetubuh dengannya kebanyakan adalah teman teman kerjaku."Mia kenapa dia salah jalan seperti itu,dan kenapa harus dengan suamiku".isakku masih tak menyangka."Kak jangan menangisi laki laki kayak dia,ga pantas kakak yang baik menangisi laki laki bajingan seperti kak nando yang bener bener bukan manusia".maki tania yang benar benar marah.Dia tak terima melihat kakaknya di sakiti terang terangan seperti tadi."Sudah kak kakak harus bangkit untuk Revalno".tania mencoba menguatkanku.Hatiku masih benar benar hancur,walau aku bersyukur tuhan menunjukkan nya padaku."ya dek bantu kakak ya dek".ucapku sambil ku hapus air mata ini."Jangan cerita apa apa sama mama.kakak takut nanti mama mikir dan sakit".pintaku pada tania yang di jawab dengan anggukan."Sudah cukup kakak menderita karena kak Nando,sekarang kakak sudah harus bisa ambil sikap".tutur tania dewasa.Aku mengangguk walau hati masih sulit menerima,namun aku akan mencoba.


Beberapa minggu setelah kejadian itu,aku banyak mengurung diri di kamar,menangis dan sedih itu pasti.Untung tania sigap dengan keadaanku.Dia menitipkan Revalno pada difa agar aku bisa menenangkan diri.Dan valno juga tak melihat kesedihanku."mungkin ini sudah takdir jodoh ku dari tuhan".lirihku sendiri di balkon kamarku.Pandanganku menerawang jauh ke masa masa kita mulai hubungan ini dan berakhir seperti sekarang ini.Tak pernah dalam fikiranku dulu menjadi istri ke dua dan tak pernah juga aku membayangkan akhir rumah tanggaku seperti ini.Semua mata memandang remeh padaku,menghinaku dan mencemoohku sebagai istri ke dua pelakor.Padahal tak semua pelakor seperti cerita di film film yang selalu serakah dan jahat.Aku tak pernah meminta waktu lebih dari suamiku.Malah bisa di bilang suamiku tak adil masalah waktu.bahkan suamiku sering mengabaikan ku,memaki dan lain sebagainya.Air mataku membasahi pipiku,menangis dalam diam meluapkan rasa sakit ini.Entah sampai kapan akan sembuh,biar waktu yang menjawabnya kelak.Aku menghapus air mataku memberi kekuatan di hatiku."anye kamu bisa hidup tanpa Nando,Ingat Revalno penyemangat mu,jadilah ibu yang berhasil untuk putramu.Walau kau gagal menjadi seorang istri tapi harus sukses menjadi wanita dan seorang ibu".semangatku pada diriku sendiri.Lalu aku berdiri dan berjalan ke kamar mandi merendam tubuhku yang kaku karena kurang tidur beberapa minggu ini.berendam di air hangat kuku merilekskan otot otot yang kaku.Setelah itu aku ganti pakaian dan bersiap menjemput Revalno putraku."Marni saya pergi ke rumah difa dulu ya,jemput valno.Nanti kalau tania datang bilang suruh tunggu di rumah saja saya tidak lama".pesanku pada marni."ya non".jawab marni.Mobilpun melaju membelah jalanan.setelah kurang lebih 1jam aku sampai di rumah masa kecilku yang saat ini menjadi tempat tinggal adikku difa."tok.....tok....assalammkm dek".panggilku dari pintu depan.Tak lama seorang wanita paruh baya mak dami asisten rumah tangga difa membukakan pintu."eh non anye,masuk non.non difa lagi di belakang main kelinci sama den Valno".jelas mak dami.aku berjalan mengikuti nya ke arah teras belakang.Ku dengar suara tawa putraku yang ku rindukan dan kulupakan akhir akhir ini.karena aku terlalu larut dengan kesedihanku."Valno sayang".teriakku yang sontak membuat valno menoleh dan berlari ke arahku."Bunda.....".dia berlari dan memelukku erat."Bunda valno kangen".rengeknya manja."Bunda juga kangen sayang,maafin bunda ya sibuk terus".bohongku."Bunda ke sini mau jemput valno,kita pulang yuk".ajakku pada putraku."ya bunda".ungkapnya yang langsung menggandeng tangan suster berni untuk membereskan barang barangnya."kakak sudah gapapa".tanya difa ketika kami ada kesempatan berdua."alhamdullillah dek,sekarang kakak harus prioritaskan Revalno.masa depannya masih panjang".ujar ku sekaligus membangun benteng yang kokoh untuk hatiku bisa berdiri lagi."Syukurlah kak,maaf difa ga bisa bantu gimana gimana,difa lagi badan 2 agak rewel kak".ujarnya yang membuat aku tersenyum bahagia."yang bener dek,selamat ya.mau jadi mama".ujar ku,kami saling berpelukan bahagia.Ternyata Tuhan memberi tangis juga memberi bahagia untuk kami."Dek kakak sebenernya mau rembukan juga,maksud kakak tadi kita rembukan di rumah kakak.tapi keadaan kamu seperti ini gak mungkin kan kamu perjalanan".tanyaku pada difa."ya juga sich kak,emang ada apa kak?".tanyanya padaku."gini dek........"ku jelaskan semua rencana ku untuk mengembangkan usaha online ku ke yogya di mana aku sudah sedikit banyak faham daerah sana.Difa mendengarkan dengan seksama.Aku dan difa memang supel dan suka becanda.Namun jika sudah berbicara hal yang penting kami selalu serius dan tekun.Difa mengangguk faham."boleh juga kak".ujarnya."Tapi kakak kan harus stay disana untuk kontrol cabang kalo awal awal buka.Karena tania juga masih mondar mandir Malang pulau seberang.karena mama juga di pulau seberang.Aku juga sudah fokus retail mama".jelas adikku."Ya dek dan memang itu rencana kakak,kakak dan Valno akan menetap di sana dalam kurun waktu yang lama.Kakak capek di kota ini".ujarku."Ya kak aku faham.Semoga di tempat baru kakak bisa menggapai asa yang baru.Difa cuma bisa bantu doa".difa sambil memelukku."Ya dek doakan kakak"."ya kak keluarga kita terangkat semua karena kerja keras kakak dan keberhasilan kakak".ujar difa bangga."Bukan usaha kakak sendiri dek,kalo ga ada kalian kakak juga gak akan sekuat sekarang".cetusku."Semoga. kakak bisa segera sembuh dan bisa membuka hati lagi untuk masa depan kakak kelak".kami pun saling tersenyum."Kakak pamit dulu ya dek,makasih sudah jagain Valno selama kakak masa masa sulit.kamu jaga kandungan dan sehat ya.kalo ada apa apa kabarin kakak".ujar ku yang sudah melihat jagoan ku berjalan bersama suster berni yang menggeret koper kecilnya.


__ADS_2