
Hari ini aku dan keluarga kecilku resmi pindah ke rumah baru yang beberapa hari lalu di hadiahkan kak Nando pada ku dan Revalno.Rumah indah yang sesuai dengan exspentasiku.Rumah dengan taman indah dan pepohonan buah yang d tanam di pot pot besar dengan gazebo menghadap ke arah kolam renang.Ma2 dan adik adikku serta ketiga sahabatku yang datang membantu pindahan rumah hari ini.Walo tak banyak barang yang kami bawa,hanya beberapa barang penting,karena barang barang di apartemen tetap disana."ak apa saja yang di bawa ke rumah sana?".tanya ku sebelum acara pemindahan."cukup bawa pakaian se cukupnya saja bun,untuk perabot dan lain lain sudah lengkap dan pakaian bunda juga sudah ayah siapkan di rumah sana.begitu juga pakaian dan mainan Revalno.jadi kalian tinggal bawa apa yang di rasa perlu".ungkap suamiku panjang lebar."Kenapa harus beli baru semua yah,sayang sayang.barang yang di sini juga masih bagus".ujarku."kan di sini tetap di jaga mbak saroh jadi sewaktu waktu bunda ingin ke sini tidak perlu bawa barang barang lagi".ujarnya saat kami sedang berdua rundingan di dalam kamar.
__ADS_1
Berbagai makanan yang sudah di pesan terhidang di meja panjang yang di tata di taman belakang.Suasana outdoor yang menyejukkan.Semua sedang asik berbincang dan bercanda.Untuk di rumah ini ada marni dan satu asisten rumah tangga baru bik minah serta suster berni dan pak tobi suami bik minah sebagai supir dan merangkap satpam di rumah kami.Sesaat aku dan putraku bagai hidup di keindahan tanpa tahu masa depan apa yang menanti kami."Kak Tania boleh kan nginap sini?".tanya adik bungsuku saat kami sedang duduk duduk santai di gazebo."boleh dek mbak malah suka.gimana kalo kamu dan ma2 tinggal disini sama kakak?".tanyaku sambil mataku memandang kak Nando meminta persetujuan."ya ma,ma2 tinggal di sini saja menemani anyelir".jawab suamiku memberi ijin."Terima kasih nak,tapi ma2 harus membantu tania dan difa mengontrol toko grosir ma2 dan toko online anyelir yang di pegang tania".jawab ma2 menolak."ma2 juga lebih suka di sana tidak bising dan jauh dari keramaian".tambah ma2.yang ku jawab anggukan."lagian tania jadi jauh kak kalo mau ke toko online kakak.malah ribet nanti.kalo sesekali nginap sini gitu sich tania tak menolak".canda adik bungsuku.Kulihat difa,torik calon suaminya,revalno dan yang lain yang sedang asik berenang.Suasana kebahagian semoga selalu bahagia dan hangat seperti ini hari hari kami di rumah ini kelak.
__ADS_1
Hari kian sore Weni,dion dan bian yang sudah balik menetap di Malang mereka ijin pulang.mbak saroh dan keluarganya juga pulang.Ma2 dan tania serta difa yang memutuskan untuk menginap karena permintaanku.Setelah berenang dan makan malam Revalno tidur lebih awa,mungkin terlalu lelah difa yang meminta tidur bersama ponakannya.Ma2 dan tania pun sudah berada di kamar tamu.Tinggal aku dan kak Nando sedang santai nonton tv sambil menyesap teh panas dan kopi untuk suamiku."rumahnya nyaman yah,bunda suka banget"ujarku sambil menatap suamiku.tangan kami yang saling bertaut menyalurkan kehangatan."syukurlah kalo bunda suka".jawabnya ringan."bunda istirahat ya,besok untuk sekolah Valno ayah usahakan beres".tambahnya lagi."hmmm ya yah".ada rasa sakit yang tiba tiba menjalar di hatiku,mengingat pasti kak nando akan pulang dan menemani mbak sarah.'Ya tuhan harusnya aku bisa ikhlas'.kataku dalam hati.Kak nando membelai rambutku.yang merasa tak enak karena perubahan mimik wajahku yang tiba tiba sedih."bunda jangan sedih,ayah akan sering sering ke sini".ujarnya mencoba menenangkanku.Aku hanya diam ta menyahutinya.Aku pun bangkit dari rebahan berjalan menuju kamar utama kami,Suamiku berjalan mengikutiku dengan pikiran yang tak karuan.Ketika sampai di depan pintu kamar aku berbalik dan berkata pada suamiku."ayah pulang saja,kasihan mbak sarah sendirian".ujarku dengan perasaan sedih.'Kenapa aku harus seperti ini,bukannya aku harus tau posisiku'.ujar hatiku menenangkan sisi sedihku.Aku berjalan membuka pintu kamar kak nando masih mengikutiku hingga pintu kamar ditutupnya,di dekapnya tubuhku penuh rasa bersalah."sudah malam yah,ayah pulang gih".ujarku sambil mencoba melepas pelukannya.dengan mata yang berkaca kaca namun mati matian aku menahannya."maaf kan ayah ya bun,ayah harus pulang".ujarnya.Aku menyalim takzim punggung tangannya di ciumnya kening dan kedua pipiku kemudian melangkah pergi meninggal kan ku sendiri dan kesepian dalam relung hati.
__ADS_1