Aku Istri Ke 2

Aku Istri Ke 2
APAKAH MASIH SAMA?


__ADS_3

Malam yang sunyi Aku berdiri di balkon kamar pikiranku menerawang kemasa masa indah dulu.Walo sesaat terlintas masa masa kelam saat suamiku mempercayai fitnah dari pada aku.Hati anyelir terluka,semua pengorbanan dan kesetiaannya tak terlihat di mata suaminya.Angin malam bertiup kian semilir anyelir merapatkan tangannya untuk mengusir rasa dingin.Hingga tiba tiba tangan kekar yang dia rindukan 6tahun belakangan ini memeluknya erat dari belakang."sayang,kok melamun?".ucap suamiku sambil meletakan kepalanya di bahuku,hembusan hangat nafasnya membangunkan sisi sisi kerinduanku yang terdalam.Aku masih terdiam.menikmati pelukannya yang hangat hingga ke hati.'apakah rasa ini masih sama?'.tanya hatiku sendiri."kok diam aja sayang?".kak nando masih berusaha mengajakku bicara."nggak cuma lagi menikmati suasana malam dengan bintang bintang".ujar ku sekenanya."Andai bisa ku raih bintang bintang aku ingin mereka terus menyala di hatiku,mengisi kekosongan hatiku".ucapku yang entah mengalir begitu saja.Kak Nando diam masih sambil terus memelukku kian erat.Di baliknya tubuhku menghadapnya,di tatapnya lama mata ini.Aku tak menolak tatapannya,justru aku menatap balik mencari seberapa rindu suamiku padaku.Lama kami hanya saling diam.ku biarkan kak Nando yang makin lama makin mendekatkan wajahnya.Hingga perlahan di jatuhkan nya bxxxxnya pada bxxxxku,menciumku dengan penuh kasih sayang,mendamba dengan kelembutanya.Aku terbawa suasananya mengikuti setiap inci permainannya yang selalu ku rindukan.Tanpa sadar ku lingkarkan tanganku di lehernya.memcoba menyelaraskan setiap gerakan kami,dalam dan semakin dalam.Hingga kami melepasnya hanya untuk menghirup oksigen yang menipis.Tanpa berkata suamiku menatapku seolah berkata untuk meminta ijin padaku.Aku hanya bisa menganggukkan kepala mengiyakan.Di gendongnya tubuh ini,masuk kedalam kamar dan direbahkan nya di sana dengan perlahan,tanpa mau melepas tautan kami.Terus menyesap dan mendamba,merindu.Semakin lama tautan itu kian memanas.Tubuh kami sama sama saling menginginkan.Entah bodoh atau buta.Namun cintaku pada suamiku lah yang saat ini buta akan segala kesalahannya.Tautan kian panas dan menuntut.Di lepaskan nya satu persatu,hingga saling menyentuh dan mencari setiap inci yang di rindukan.Hingga suara demi suara jeritan pelepasan yang panjang dua insang yang melepas rindu selama 6 tahun ini.Dalam dan menggebu,Lagi dan lagi.masih seperti dulu selalu terulang beberapa kali dengan ritme berbeda.Suamiku masih sama selalu tak puas sekali,lagi dan lagi.Hingga akhirnya aku tertidur lelap.


Pagi hari kurasakan kosong di sebelahku,dingin dan sepi kembali menyergapku.Hatiku kembali galau,'akan kah aku masih bisa menjalani hari hari ini dengan segala konsekuensi yang harus aku terima'."kenapa aa tak pernah ada ketika aku membuka mataku"lirihku rindu.Semalam pergulatan kami yang penuh peluh benar benar menguras tenagaku.dengan langkah yang lemas dan perih di pxxxxxlku aku berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.Selesai mandi dan ganti baju cacing dalam perutku memberotak minta di isi.Aku segera melangkah ke meja makan,putraku yang baru juga keluar kamarnya dengan senyum kebahagian yang mengembang."bunda.....".teriaknya langsung berhambur ke pelukanku."anak bunda udah ganteng,tadi pinter ndak sama sus berni?".tanyaku yang langsung di jawab anggukan dan celotehannya yang khas."bunda bunda......ayah kemana?"tanyanya polos.Aku sedikit ragu untuk memberi tahu nya bagai mana aku menjelaskan ini."bunda kok diam aja?".celotehnya lagi."ya sayang ayah sudah berangkat kerja".jawabku berbohong."oooooo.......".ujarnya dengan mulut yang manyun.membuat aku gemas dan menciumnya gemas."Revalno pindah sekolah d sini ya sayang,nanti bunda antar cari sekolah".ujarku yang di anggukki anakku."Hore berarti kita ga pulang ke pulau seberang lagi ya bunda?".ujarnya sambil jingkrak jingkrak ala anak kecil yang kegirangan."kita sarapan dulu yuk,bunda laper".ujarku yang memang sudah sangat sangat lapar,tenagaku terkuras semalaman."sus berni nanti siap siap ikut saya cari sekolah untuk valno ya".perintahku pada suster yang sedang menyiapkan sarapan untuk putraku."ya bu".jawabnya singkat dengan senyum."Drrrttt.....drrrttt......".suara getar hpku di meja ku makan.kulihat suamiku yang melakukan panggilan.


anyelir~"asslmkm ak,"

__ADS_1


nando~"waallaikum salam bun,bunda sudah bangun?"


anyelir~"ya ak,sudah ini lagi sarapan sama anak kita"


nando~"ya aku nanti pulang agak siang selesai meeting dulu"

__ADS_1


nando~"sekolah valno biar saya yang urus bunda fokus aja ngerawat valno.o ya nanti sore ayah mau tunjukan sesuatu untuk kalian".


anyelir~"ya uda kalo gitu bunda ga jadi cari sekolah.emang ada apa ak?"


nando~"yang pasti nanti kejutan.mana jagoan ayah,ayah rindu"

__ADS_1


ujar suamiku."valno ayah mau bicara".ujarku,dengan semangat valno menerima telf dari ayahnya.berceloteh panjang lebar dengan ayahnya.Aku hanya tersenyum,biarlah ku kesampingkan rasaku yang penting aku bisa melihat kebahagian di wajah putraku.


__ADS_2