
Sebulan setelah pertemuan kami di sekolah.Kami memulai kehidupan normal lagi.Revalno yang mulai masuk SMP sudah sibuk dengan acara mos nya.Aku pun sudah mulai dengan segudang aktifitas aktifitasku.Walau sekarang tak sesibuk dulu,aku hanya tinggal terima laporan dan cek lapangan sesekali waktu saja.Untuk masalah lain lain semua sudah ada yang handle.Kerja pun aku sekarang hanya di rumah dan ke kantor sesekali aja.Waktu untuk Revalno jadi lebih banyak.Hari ini aku sedang jalan di sebuah mall sekalian cek resto cabang di sini.Dengan santai aku melihat lihat beberapa toko pakaian dan tas."maaf mbak boleh lihat yang d ujung sana".ujar ku menunjuk tas yang memikat hatiku berada di pajangan etalase ujung."bisa bu,sebentar".ujar pegawai toko itu."ibu benar benar jeli,ini produck terbaru dan termahal toko kita".jelas pelayan toko itu.Tas simple warna putih kesukaanku.dengan ornamen2 kulit yang mewah.Aku membolak balik tas itu mengecek."boleh mbak saya ambil ini".ujar ku pada pelayan toko itu.Aku tak langsung ke kasir,berkeliling sebentar ingin membelikan untuk mama juga.Setelah mendapatkan baru aku menuju kasir untuk membayar."berapa semua mbak?".tanyaku pada kasir."sudah terbayar semua bu,ini bukti pembayarannya".kasir itu menyerahkan struk belanja yang sudah terbayar lunas."lho siapa yang membayar mbak?".tanyaku.saya kurang tau bu,beliau cuma bilang pembayaran untuk tas ibu".jelasnya yang masih membuat ku bingung."saya datang sendiri mbak,yang bayar laki laki apa perempuan?".tanyaku bingung."laki laki bu,beliau cuma bilang untuk bayar semua barang belanjaan ibu".ungkapnya dengan sedikit takut.Aku kasihan melihat sekertaris yang ketakutan itu,akhirnya aku putuskan selesai masalah ini.Ku bawa barang belanjaan ku ku serahkan pada pak tobi yang menunggu ku di luar."pak tolong taruh d mobil,saya lanjut ke resto".ujar ku sambil menyerahkan barang belanjaan itu."baik non".aku pun berlalu dari hadapan pak tobi dan menuju resto."selamat siang".sapa ku pada semua karyawan.mereka langsung menengok dan membungkukkan badan hormat.aku membalas dengan senyuman.Hari inj ku lihat resto sedang ramai mereka terlihat kewalahan menangani pembeli.Aku sejenak diam berdiri mengawasi."pesanan meja 12".panggil koki namun para pelayan sedang sibuk ada yang melayani pesanan,ada yang sedang mencatat pesanan.Ku ambil nampan pesanan dan berjalan menuju meja 12.Semua mata karyawan ku menatap sungkan padaku."maaf bu biar saya bawa saja".dania pelayan yang tadinya sedang mencatat pesanan tiba tiba berlari ke arahku."sudah kamu lanjut catat pesanan,jangan buat pelanggan kecewa".perintahku yang langsung di angguk kan kepala dan berlalu kembali ke meja dan mencatat pesanan yang sempat dia tinggal tadi.Aku sampai di meja 12 ku letakkan pesanan di atas meja."silakan menikmati tuan".ujar ku ramah pada pria yang duduk di situ."terima kasih bu anye,saya tersanjung bu anye sendiri yang turun melayani".katanya membuat aku mendongak menatap siapa pria itu mengapa dia mengenalku.Seorang pria blesteran yang gagah dan tampan."saya gio anggoro,bu anye ingat?".tanyanya.Aku langsung tersenyum."maaf pak gio saya tadi kurang begitu memperhatikan.Gio anggoro seorang CEO muda pemilik perusahaan eksport import makanan kalengan.Restoku juga bekerja sama dengan perusahaan besar ini untuk penyediaan minuman koktail."Tidak apa apa bu anye,bu anye sudah makan siang?".tanyanya yang ku jawab dengan gelengan kepala."kebetulan,mari makan siang sama saya,jika ibu tidak.keberatan".ajaknya.Karena kesopanan aku pun duduk di kursi di depannya dan memesan makan siangku.Dania membawa pesanan ku dengan tersenyum menggoda ke arahku."silakan bu anye".ujar nya sambil menatap pria yang duduk di depan ku.Aku cuek cuek saja makan seperti biasa.Tuan gio ku lihat sekilas curi curi memandang kepadaku."bu anye orangnya cuek dan santai ya".ujarnya yang membuat aku berhenti dan memandang ke arahnya."maksudnya?".tanyaku kurang faham."biasanya wanita kalo makan sama pria itu suka malu malu dan di buat semanis mungkin,kalo bu anye semua terlihat natural dan tidak di buat buat".jelasnya."ooo buat apa di manis maniskan tuan,beginilah saya".jawabku.Kami makan dalam diam.hingga makanan selesai dan tuan gio membayar tagihan."Tidak usah punya saya tuan,ini resto saya".ujar ku menghentikan tuan gio mengucapkan pesanan kami pada kasir."walau resto ibu kan saya yang ajak makan siang.Laki laki tak baik membiarkan seorang wanita membayar makanan nya sendiri".katanya sambil tersenyum."baiklah terimakasih banyak tuan,lain kali saya yang traktir".jawabku sopan.Setelah membayar dan pamit tuan gio berlalu keluar resto.Aku melanjutkan semua kerjaanku untuk kunjungan.Hingga waktu sudah menjelang petang.