Aku Istri Ke 2

Aku Istri Ke 2
USAHA TANIA


__ADS_3

Sebulan sudah kejadian tak mengenakkan itu terjadi.Aku lebih memilih menyibukkan diriku dengan seabrek kegiatan ku.Mulai dari kerjaan dan membantu tania untuk membuka toko kue yang di rencananya.Sebagai awal aku meminjamkan ruko ku yang lama untuk tania gunakan.Ruko yang awal dulu aku beli saat pertama sampai di yogya ini.Kemarin kemarin ruko ini aku gunakan sebagai gudang arus.dimana semua barang masuk sini dulu baru aku kirim ke cabang cabang.Namun karena cabang di yogya sudah 3tempat jadi aku lebih susah kalau di kelompokkan jadi satu gudang gak.cukup.Jadi lebih efisien masing masing cabang ada gudang dan barang d distribusikan langsung ke cabang cabang.Awalnya tania menolak,namun setelah akhirnya di hitung sewa akhirnya dia bersedia.Adikku ini memang benar benar serius dalam usaha dan dia selalu berusaha untuk mandiri.Mario yang keturunan ningrat dan bangsawan di kota ini sebenarnya bisa banyak membantu tania,namun tania tak mau di cap matre dengan mengandalkan uang dari calon suaminya.Alasannya 'kan masih calon suami belum suami,dan saya gak mau usaha yang saya bangun bukan dari nol gak seru jadinya kak'.Selalu itu jawabannya.Toko yang selama 2bulan ini kosong sudah di bersihkan oleh beberapa karyawan ku,yang aku perintah untuk membantu.karena tak mungkin tania sendiri membersihkan ruko 3lantai ini.Tania mendesain lantai 3 merupakan mes untuk karyawannya dan tempat menyimpan bahan bahan kue.lantai 2 dia gunakan sebagai kantor dan dapur pembuatan kue.lantai dasar di gunakan untuk toko kuenya.Aku benar benar mensuport tekat tania untuk membuka toko kue ini.Selain itu bakat tania itu juga cita cita mama dari dulu."tan untuk pemasok kebutuhan dasar kue kamu kakak sarankan cari relasi yang benar benar bisa di andalkan.kamu survey survay dulu".usul ku pada saat kita sedang di lokasi toko adikku.Ruko yang awalnya hanya ruko di sulap menjadi toko yang indah dan elegan dengan kaca mengelilingi lantai dasar dan pencahayaan yang elegan membuat suasana toko kue terkesan santai dan romantis. Rak rak kue yang rata rata dari kaca,prasmanan jadi pelanggan bisa memilih sendiri semua kue yang mereka suka.Di bagian kanan bernatas pintu kaca tertata kursi kursi kayu panjang dengan sandaran dengan nuansa kayu ebone indah dan eksotif.Hanya ada 6 paket meja kursi.memang tak banyak karena kebanyakan orang lebih suka memesan kue untuk di bawa pulang.Mengemas kue serba baru dan fresh serta higienis.Semua sudah terencana.Dengan 1 koki membantu tania dan 2 pramuniaga untuk pemula sudah bagus.Tania terjun langsung menjadi koki untuk menjaga rasa dan kualitas kue kuenya."Kamu benar benar hebat ya dek,semua sudah tertata rapi dan terorganisir.Kakak bangga sama kamu".pujiku."semua kerja keras tania contoh dari kakak.Selama tania menjadi asisten kakak,tania banyak belajar kak tentang kerasnya perjuangan kakak hingga mencapai titik sekarang".jawab tania."semoga lancar ya dek usaha kamu.selalu hubungi kakak jika kamu mendapat kesulitam.kita tetap keluarga dan harus saling dukung".ujar ku sambil ku tatap matanya."ya kak.makasih banyak untuk semua kak.tania gak tau lagi gimana tania kalau gak ada kakak".katanya sambil memelukku."kakak adalah kakak kamu dan wajib menjagamu sampai kamu nikah kelak.kami pun saling tersenyum haru.Selesai acara cek lokasi toko kue adikku.Aku pun kembali ke rumah untuk anakku.

__ADS_1


"asslmkm ma".sapa ku pada mama ketika aku sampai di rumah.Aku pulang bersama pak tobi.Tania yang masih sibuk mengurusi persiapan tokonya memilih tinggal untuk menyelesaikan beberapa hal."waallaikum salam nduk,tania gak ikut pulang?".tanya mama."Ndak ma,dia lagi kejar deadline agar usahanya bisa segera buka".jawab ku sambil berjalan beriringan bersama mama ke meja makan."kamu pasti belum makan nduk, tadi mama lho yang masak".kata mama."mama jangan capek capek,istirahat kan ada bik mina dan yang lainnya ma".kata ku sambil memegang kedua bahu mama yang tak sekuat dulu."jenuh nduk kalau gak ngapa ngapain,lagian mama juga tadi di bantu sama minah".ujarnya membela diri."ya ya mama ku,mama makan yuk sama anye juga".ajak ku sambil mengambil satu piring dan mengisi nasi untuk mama."nduk jangan ambil berlebih untuk mama,usia se mama harus pintar pintar jaga pola makan biar ga penyakitan".candanya sambil tersenyum.Alangkah sejuk dan damainya hatiku melihat senyum indah mama terukir di wajahnya.Aku senang bisa membalas semua dan membahagiakan mama.Kami pun makan dengan khidmat."o ya ma valno belum pulang?".tanyaku karena tak mendengar suaranya."kan hari ini dia ada ekstra basket nduk".jawab mama."o ya ya ma,anyelir kok kangen sama valno".ungkap ku dengan perasaan yang rumit.Namun beberapa saat kemudian hpku berbunyi

__ADS_1


anyelir~"hallo asslmkm,maaf ini siapa?".

__ADS_1


Bagai tertimpa gunung aku terdiam tertegun.Antara percaya dan tidak."nduk......nduk".mama mengguncang bahuku."ada apa nye......?".tanya mama khawatir melihat perubahan expresiku."valno ma,valno di rumah sakit.anye harus segera ke sana".kataku lalu salim dan berlari sambil berteriak memanggil pak tobi."pak tobi....pak tobi cepat siapkan mobil kita ke rumah sakit".kataku sambil berlari menuju teras.Pak tobi datang dengan mobil expander silver.Aku bergegas masuk dan menginterupsi pak tobi untuk segera melaju kan mobilnya ke rumah sakit yang ku sebutkan.1jam perjalan aku duduk gusar tak tenang air mata terus mengalir dari pipiku.Hingga sampai d loby rumah sakit aku langsung berlari ke arah resepsionis untuk menanyakan kamar anak ku di rawat."kamar 224 bu".jawab resepsionis ramah.aku berlari setelah mengucap terimakasih pada nya.Kamar 224 dengan langkah seribu aku menuju ruangan tempat anakku di rawat.dengan hati dan pikiran yang tak karuan dan air mata yang terus mengalir.'Ya tuhan semoga putraku baik baik saja'.doaku dalam hati.Air mata terus mengalir tiada henti.langkah kaki menuju ke kamar 224 seperti jauh sekali.aku merasa bahkan aku tak sampai sampai.Mengapa lama sekali padahal aku sudah berlari ke kamar itu.jantungku berdegup kian tak karuan.kakiku pun melangkah seperti di kejar setan.pikiranku kalut.Akhirnya aku berdiri di depan kamar 224 dan terdiam sesaat mengatur nafasku dan mengumpulkan keberanian untuk melihat apapun yang terjadi di dalam.

__ADS_1


__ADS_2