
6Bulan sudah usia kandunganku.Perutku bimcit dan tak seksi lagi.badanku kian bertambah.namun aku bersyukur bayiku kuat bersamaku menghadapi kekerasan dari ayahnya.Sore ini kak nando datang,dengan dandanannya yang kusut tak rapi."aa boleh anye minta waktu untuk berbicara ak?".tanyaku sore itu,aku memutuskan untuk bertanya tentang perubahan sikap kak nando yang berubah kasar dan arogan."ada apa,aku.lelah"."sebentar saja ak".pintaku dengan ku elus perutku yang membuncit sambil aku duduk berdandar di sandaran tempat tidur di sampingnya."Ak rasakan si kecil menendang".kataku sambil ku bawa tangannya ke perutku untuk merasakan pergerakan bayi kita."hmm....." hanya itu reaksi yang di tunjukan kak nando."aa ta suka mau jadi ayah?".tanyaku memancing reaksi kak nando.wajahnya berubah dingin dan tajam."Ak aa kenapa beberala bulan ini berubah sama bunda?".tanyaku lagi."apaan kamu nye,saya biasa aja kamu aja yang sok sok an melow".bentaknya.aku mencoba sabar berharap suamiku akan luluh."maaf kalo bunda salah"."kamu tuh sudah untung aku jadikan istri segala kebutuhan kamu aku turuti hidup mewah dengan uang berhamburan.ndak harus kerja event ke sana sini".bentaknya lagi.Aku tak sanggup.aku pun menangis tak ada suara dari mulutku untuk berkata.Harga diriku di injak,suamiku menghinaku."ya sudah lah nye aku malas.ke sini mau seneng seneng malah bikin badmood".ucap kak nando sambil menyambar jasnya lagi lalu melangkah pergi begiti saja.Aku terduduk memangis meraung sejadi jadinya meratapi keadaan rumah tanggaku yang kian hari kian tal jelas arahnya.Ku ambil selembar kertas kutulis semua yang ada di hatiku.
__ADS_1
flasback on
__ADS_1
"Nye kamu udah ga usah nutup nutupin masalah kamu,aku sudah tau semua tapi aku diam".ungkap weni yang malam ini menemaniku di rumah karena warni ijin pulang 2hari ke desanya."maksud kamu wen?".tanyaku masih mencoba berbohong."nye aku tahu nando sekarang berubah bahkan dia kasar dan sering bentak bentak kamu,kamu jangan marah aku cari info karena aku ga mau kamu terluka.warni cerita semua ke aku tentang masalah kamu yang tak sengaja dia dengar.dia tak tega padamu".cerca weni panjang lebar.Aku hanya menunduk air mata ini mengalir dengan sendirinya tanpa bisa ku bendeung lagi."maaf wen bukan aku ta mau cerita,tapi aku ingin menyelesaikan masalahku sendiri.ini masalah rumah tanggaku".ujarku mencoba bijak."aku minta maaf nye bukan makud mau ikut campur,setelah dengar cerita warni aku mencari cari mengapa kak nando berubah.dan ternyata usut punya usut......."weni sengaja menggantung ucapannya."apaan wen kok berhenti?".tanyaku yang akhirnya penasaran oleh ucapan weni."ada yang nyebarin kabar bahwa kamu hamil anak bian,dan bian kabur ke taiwan karena ga mau tanggung jawab".deg jantungku rasanya berhenti mendengar cerita weni.'apa suamiku meragukan aku,apa serendah itu aku baginya'.monologku dalam hati dengan air mata kian deras di pipi.
__ADS_1
Beberapa hari aku membolak balik pikiranku hingga aku dalam satu keputusan.Aku sengaja ingin dia bercerita sendiri mengapa dan apa sebab perubahannya Namun dia tak mau berceeita.Hingga aku ada pada satu keputusan.Kutulis sebuah surat untuk suamiku.kumasukkan kedalam aplop coklat beserta surat yang di butuhkan suamiku agar percaya.Beberapa hari lalu aku melakukan test DNA janin yang sudah bisa di lakukan sejak bayi usia lima bulan.Dan saat itu juga aku ingin memberi kesempatan kak nando untuk bicara ato sekedar bertanya kebenaran dariku.Namun semua nihil.hingga aku dalam.satu keputisam berat yang harus aku ambil.Dengan berat hati aku harus memilih jalan ini.Aku lelah terus di sakiti batinku.Setelah pertemuan kemarin yang tak membuahkan hasil hari ini aku sudah mengepak semua barang barangku yang penting penting saja satu koper dan satu tas sudah siap d lobby bawah.Bebekal uang bulanan dan tambahan tambahan dari suami serta uang pesangon kerja yang sampai detik ini belum aku sentuh.Aku memutuskan pergi dari sisi suamiku aku akan pergi."nye kamu sudah bener bener dengan keputisanmu?".tanya weni yang saat ini berada di mobil bersamaku."ya wen aku lelah aku benar benar sudah terlalu tersakiti".isakku"ok ok kalo kamu sudah yakin aku sich ga masalah"."makasih wen untuk semua bantuanmu".Kami berencana pergi ke pulau sebrang untuk jauh dari kak Nando.dengan ku bawa janin buah cinta kami.tangisku kian dalam dan menyayat."aku mencintai aa wen,tapi aku tak mau terus di sakiti,hatiku lebih berharga"."ya nye aku ngerti,aku dukung keinginanmu.
__ADS_1