
Pov Gio
__ADS_1
Saat ini aku menjaga wanita yang menempati hatiku.Entah mengapa hatiku begitu menggila kepadanya.Kecuekannya,kepolosannya,keibuan dan bersahaja.Wanita yang gak neko neko dan apa adanya.Aku ingin menjadikan dia permaisuri dalam hidupku,bidadari di surgaku kelak dan ibu untuk anak anak ku di dunia.Aku ingin menghabiskan sisa hidup bersamanya.Walau dia bukan lagi gadis,aku menerima nya dengan segala masa lalu nya.Kedua orang tuaku pun sudah setuju aku mengejarnya.Mereka tak pernah menolak ketika aku memutuskan sesuatu untuk hidupku.Namun aku ragu untuk melaju,karena wanita ini sangat sulit untuk membuka hatinya untukku.Entah apa dia masih mencintai mantan suaminya yang merupakan ayah dari putranya.Aku tak tau jawabnya.Hatiku selalu berdebar tak karuan ketika melihat senyum manisnya.Wanita yang masih menjaga auratnya dan kemuslimannya sangat jarang di jumpai saat ini.Aku benar benar mencintainya tulus dan apa adanya.
__ADS_1
Ku buka laptop yang di kirim willy ke rumah sakit.mulai ku utak atik beberapa email dari relasi relasi.Aku kembali berkutat dengan kesibukanku.sambil sesekali ku lihat wanita ku yang tertidur nyenyak di tempat tidur.Setelah selesai dengan menjawab email dan mengecek laporan dari willy.aku melangkah ke sofa samping tempat tidur.Ku rapikan selimut anyelir aku duduk di sampingnya dan tanpa sadar tertidur dengan tangan menggenggam tangan anyelir.Hangat dan damai membuat tidurku terbuai.Entah pukul berapa aku tertidur.Hingga tak ku sadari pagi menjelang.Tangan mungil yang halus bergerak mencoba lepas dari genggamanku.Gerakan itu membuat ku terbangun dan tersadar aku tidur dengan posisi duduk di sofa samping tempat tidur."gio".sapa nya dengan tangannya yang bergerak lepas dari genggamanku."kenapa kamu tidak pulang,kemana revalno dan tania?".tanya nya dengan mata mencari cari keberadaan putranya."Revalno dan tania saya suruh pulang semalam,kasihan dia hari ini kan sekolah".jawabku."maaf lagi lagi merepotkan mu"."jangan bicara seperti itu nye".kamu mau sarapan apa biar aku bantu".tawaran ku."nanti saja kak,aku bisa minta tolong panggilkan perawat,aku ingin mandi".katanya."ok,dokter bilang kalau hasil ronsen kamu hari ini keluar dan bagus kamu bisa pulang siang ini kok".jelasku."syukurlah kak,semoga tidak ada apa apa".katanya.aku pun berjalan ke samping tempat tidur sebelah kiri untuk memencet bel memanggil perawat.Karena ini ruang VVIP jadi ada perawat khusus yang melayani pasien dalam segala hal.Tak lama perawat datang."maaf nyonya ada yang bisa saya bantu?".tanya nya."ini mbak istri saya mau minta mandi".jelas ku yang mendapat pelototan dari anyelir.Aku pura pura tak melihatnya.padahal dalam hati aku tersenyum menang."oh baik tuan,tuan mau di sini ikut membantu?".tanya perawat yang menganggap aku benar benar suami pasien."eh nggak mbak,nggak.Gio kamu keluar sana!".usir anyelir panik.Aku tertawa dia lagi lagi memelototi ku.Aku melangkah keluar kamar.Lalu ku hubungi willy asistenku untuk mengirim baju ganti untuk ku dan anyelir,serta membawakan kue brownis blueberry kesukaan anyelir.Selang 1jam semua permintaanku sudah tersedia.Aku masuk ke dalam kamar dengan semua kebutuhan anyelir.Anyelir yang sudah selesai di basuh dan di cek dokter,tali kakinya ke ranjang sudah di lepas.kakinya pun sudah di gips,infus di tangannya juga sudah di lepas.Wajahnya sudah terlihat cerah dan ayu."wah istriku sudah ceria".godaku yang membuat anyelir memanyunkan bibirnya yang pink dan mungil."gimana dokter hasilnya?".tanya ku pada dokter yang baru selesai mengecek kondisi anyelir."semua hanya luka luar kecuali kakinya ada memar dan keseleo jadi sementara di gips agar tulangnya yang keseleo bisa kembali normal.Siang nanti setelah minum obat sudah bisa pulang".jelas dokter."baik dok,oh ya mbak bisa bantu gantikan pakaian istri saya dengan ini".tanya ku pada suster sambil ku serahkan baju yang di belikan willy."bisa pak,sebentar saya bantu".jawabnya.aku pun dan dokter melangkah keluar ruangan.sambil berbincang.Beberapa menit kemudian perawat keluar dan mempersilakan aku masuk."dres panjang warna salem dengan jilbab instan pink agak tua membuat anye terlihat segar dan makin cantik.Aku tak bisa mengalihkan pandanganku darinya."kak....kak".panggilnya membuatku terbangun dari lamunan."terimakasih untuk perlengkapannya dan untuk kebaikan nya menjaga saya,anda pulang dulu gapapa gio istirahat lah.biar tania nanti yang jemput saya.Aku tak menjawab hanya melangkah dan duduk di sampingnya."anyelir maukah kamu menikah dengan ku?".Entah keberanian bodoh dari mana yang tiba tiba membuat aku gegabah meminang anyelir dalam kondisi sakit.
__ADS_1