Aku Istri Ke 2

Aku Istri Ke 2
MELEPAS RINDU


__ADS_3

Pagi ini kami masih seru seruan melepas kerinduan kami.Aku yang memang suka dengan tanaman membantu ma2 merapikan tanaman tanaman anggreknya di belakang rumah.Valno yang seru bermain dengan tante tantenya.Semua terasa indah."nduk ma2 tau pasti ada sesuatu yang membuat kamu akhirnya memutuskan untuk pulang".kata ma2 ketika kami beristirahat sambil minum teh di bawah pohon mangga yang ma2 tanam di kebun belakang."anye juga bingung sebenarnya ma,tapi anye kasihan pada valno.dia terus menangis ingin bertemu ayahnya".ucapku dengan menghela nafas panjang.Ma2 membelai kepalaku sayang."nduk memaafkan masa lalu mungkin akan membuat kamu bisa memutuskan hal terbaik untuk masa depanmu dan valno.Jika memang kembali maka lanjutkan langkahmu,jika memang kamu ingin menapak bersama masa depan yang baru maka beban masa lalu yang sudah berdamai membuat langkahmu kian ringan".nasehat ma2 yang mendorong hatiku untuk memaafkan."anye masih ingin memantapkan hati anye ma,mungkin jika sudah mantap anye yang akan datang pada kak nando".ma2 menatapku penuh kasih sayang menyejukkan hatiku.kami mengobrol tentang usaha ma2 yang di bukakan kak nando yang berkembang pesat dengan 3anak cabang.semua sekarang di handle difa yang di bantu tania."Bunda tante difa sama om bayu mau ajak valno jalan jalan boleh".putraku yang berlari dari depan ke arahku meminta ijin.difa dan bayu yang berjalan di belakang menyusul valno ke arahku."boleh ya kak,cuma jalan jalan ke mall X tempat kakak kerja dulu".ijin difa dan bayu."valno ga boleh nakal ya,ingat jangan jauh jauh dari tante difa dan om bayu".nasehatku yang di jawab anggukan oleh putraku."asiap....bos qu".jawabnya dengan mengacungkan jempolnya sambil berlari lagi ke arah suster berni."hati hati ya dif bay,ajak suster berni biar kalian ga repot kalo valno bikin ulah".usulku yang di angguki oleh bayu."ya kak kami berangkat dulu".ungkap difa sambil bersalim pada aku dan mama.

__ADS_1


Di mall x

__ADS_1


Di rumah denga wajah yang masih sedih valno yang di gendong suster berni menangis."lho lho......kenapa nich jagoan bunda kok nangis?".tanyaku yang bingung melihat anakku yang pulang pulang menangis."bunda.....".rengeknya berpindah ke gendonganku."ada apa sayang,tante difa nakal ya?".aku mencoba bertanya."tadi......tadi.... valno ketemu ayah,tapi tante ga percaya.....hiks....hiks....".ucapnya sambil masih menangis.dek hatiku miris melihat anakku yang seperti ini,aku sudah tak adil dengannya aku telah membuat dia hanya membayangkan sosok ayah.Kuciumi kening anakku lama."valno kangen ayah?".tanyaku lirih yang di jawab anggukan kencang valno."kalo gitu sekarang valno mandi dan tidur ya udah malam.besok bunda ajak valno.ketemu ayah".ujarku yang langsung di sambut sorakan valno."hore......hore valno mau ketemu ayah,beneran kan bunda.......kalo gitu valno mau mandi n bobok ya bunda".ungkapnya dengan gembira.Ya allah begitu aku egois membiarkan kebahagiaan anakku terenggut.Mama,difa dan yang lain mematapku sedih.Ku serahkan valno pada suster berni untik di mandikan."nduk...."ucap ma2 terpotong."ya ma,anye sudah memutuskan,apapun yang terjadi nanti anye sudah siap ma.kalopun kak nando tak bisa menerima aku dan valno anye akan mundur dan melepas masa lalu anye dengan ikhlas".ujarku yang sudah ku pertimbangkan matang matang beberapa tahun terakhir."Biar takdir yang menuntun kami ma".lirihku.ma2 hanya diam dan merengkuhku dalam pelukan hangat seorang ibu.ku tumpahkan tangisku yang mewakili luapan isi hatiku

__ADS_1


__ADS_2