
Gemuruh suara tawa di ruang tamu rumahku,difa,tania,mama,ayah,sandi,tante marta dan keluarga dekat serta keluarga weni hadir disini.Hari lamaran adikku tania dengan mario."cantik bener adikku ini".godaku dan difa bersamaan."ah kakak kalian malah lebih cantik,walau sudah punya buntut tapi masih aja jadi incaran mata laki laki".canda tania pada kami yang saat ini sedang berada di kamarnya."kak difa terimakasih ya kak udah jauh jauh datang,mana ponakan ku wido si ganteng?".tanya tania pada difa."wido tuh sama sus di depan sama mama juga".jawab difa."mama mana bisa lepas dari wido,dari tadi lengket aja sama wedi".ujar difa menambahkan.kami pun tertawa bersama.Tiada kata bahagia dari pada kebahagiaan keluargaku."bunda.....".seru revalno yang tiba tiba datang memelukku."lho anak bunda kapan datang?".tanya ku."baru aja bun sama ayah n opa oma".jelasnya.aku dan Revalno pun berjalan meninggalkan kamar tania untuk menemui mantan mertuaku."asslmkm ma,pa".sapa ku pada 2 pasutri paruh baya yang sangat elegan."anye,jadi ini manta menantuku ndo?".tanya mama papa kak Nando.Memang selama menikah dengan kak Nando aku tak pernah bertemu dengan mereka.Namun aku tau foto mereka yang di kasih lihat kak Nando saat itu.Aku menunduk malu dengan komentar mama kak Nando."maaf tante".ralat ku karena mama kak Nando menganggap aku hanya mantan bukan ibu dari cucunya.Aku pun memilih diam tak bersuara.menahan malu,karena mama kak Nando mengucapkan itu keras sedang di ruangan itu ada banyak saudara dan teman teman tania yang sudah datang."Saya permisi pamit ke kamar adik saya tante,om".pamit ku karena merasa canggung dan tak nyaman dengan tatapan mama kak Nando.Namun aku belum jauh melangkah ada tangan yang meraihku."kok keburu buru mantan kakak ipar".ucap seorang laki laki bule yang tak ku kenal."Kenalkan cantik,aku mark sepupu Nando".katanya dengan pecicilan.Aku merasa risih dan malas meladeni laki laki semacam mark."tau janda Nando cantik gini sudah ku embat ndo.dia mau jadi ke 2 kamu pasti juga mau donk jadi ke 2 untukku".ejeknya yang seperti menampar pipiku di depan umum.Semua mata menatapku.Aku malu dan hancur,mengapa keluarga kak Nando menghinaku begini,sedang kak Nando hanya diam tak membela aku ibu dari anaknya,walau aku sudah bukan istri ke 2 nya."maaf saya permisi dulu".pamit ku berusaha sopan agar tidak merusak acara pertunangan adikku.Aku pun bergegas jalan cepat ke kamar tania,dengan kebaya Pink salem dan hijab senada.aku bukan berlari ke kamar tania,aku berlari menuju kamarku.Air mata ini tak sanggup lagi ku bendung,untung tadi tak ada Revalno,pasti akan sakit dan kecewa dia dengan perlakuan keluarga ayahnya terhadapku.Di kamar ini aku menangis menumpahkan rasa sakit ini.hingga make up di wajahku pun berantakan."apa aku tak pantas menjadi istri kak Nando,apa orang kaya itu mempunyai hak spesial untuk menghina kaum kecil sepertiku."tok.....tok.......kak ayo acaranya sudah mau di mulai,keluarga mario sudah tiba".panggil difa dari luar kamar."ya dek bentar".jawabku sambil berlari ke kamar mandi untuk membasuh bekas air mata dan memperbaiki make up ku yang berantakan.Dengan langkah gontai aku keluar kamar dan menemui adik adik ku serta berbaur dengan para tamu.Aku banyak diam menunduk menyembunyikan kedua mataku yang sembab.Terkadang tersenyum untuk menunjukan.kebahagianku karena ini hari bahagia adikku.Dengan senyum yang menyimpan luka."anye".sapa seseorang ketika aku memilih sendiri di sudut ruangan.Aku mendongak ketika namaku di sebut."Gio?".aku memanggil dengan tanda tanya."kok kamu di sini?".tanyaku heran."Makanya jangan cari uang receh aja di bawah,aku perhatikan kamu dari tadi banyak diam dan menunduk sampai sampai tak melihatku".cerocosnya.Aku speechless kok cewek cewek di luar bilang Gio itu pendiam dan cool n cuek.tapi ini kok gak ya.tanyaku pada hatiku."o".ku jawab singkat."aku bicara panjang lebar kamu cuma jawab o!".protesnya.Aku tersenyum menanggapinya."kamu ngapain di sini gio?"."aku main layang layang".jawabnya sewot.aku pun tertawa terbahak bahak."huahahahha......kamu suka main layang layang juga ya".cibirku sambil tertawa."gio.....".panggil seorang wanita berperawakan tinggi dan **** menghampiri aku dan gio."helda,ngapain kamu ke sini?".tanya gio terlihat jengkel.Aku pun terdiam karena terlihat suasana tidak nyaman di sini."oooo jadi ini janda ganjen yang deketin tunangan ku!".serunya keras.Membuat beberapa mata memandang ke arah kami.Saat ini memang sesi makan makan sambil santai.jadi banyak yang ngobrol dengan para kenalan masing masing."helda apa maksud kamu,aku dan anyelir gak ada hubungannya sama kamu!".herdik gio keras."kalo kamu gak bisa jaga mulut kamu!jangan harap saya akan baik sama kamu!".gio murka."tapi gio,tanpa alasan kamu meminta di batalkan pertunangan kita."helda pun tak kalah kerasnya.Aku hanya diam enggan berkomentar."kalau bukan karena wanita janda gatel ini menggoda mu,tak mungkin kamu berpaling dari aku!".makinya sambil menunjuk muka ku dengan jarinya."kak maaf bisa bicara pelan,ini acara adik saya.tolong jangan cari keributan di sini!jika kalian ada masalah tolong kalian selesaikan di tempat lain!".aku pun jengkel dan malu."kalo bukan karena kelakuan binal kamu,aku gak akan mengacau di acara ini,wanita murahan berkedok hijab.apa gak malu".makinya kian menjadi."gio menarik helda keluar dan menjauh dari aku.Aku diam di tempat dan membisu.Difa yang saat itu melihat pun menghampiriku."kak".katanya sambil menyodorkan air putih untuk ku minum."makasih dek".jawabku."kakak gak kenapa kenapa kan?"tanya difa."ga pa pa dek,tapi mama dan tania gak tau kan?".tanyaku khawatir."nggak kak,mama tadi pusing jadi difa ajak ke kamar untuk istirahat.Tania dan suami serta keluarga dekatnya sedang ada di ruang atas di kamar tania untuk memperbaiki sepatu mertua tania yang putus tiba tiba karena tersandung.Aku pun menghela nafas lega.