Aku Istri Ke 2

Aku Istri Ke 2
LIBURAN KE 2


__ADS_3

Hari ke 2 liburan di bali,kami keliling keliling tempat tempat wisata.Rencana liburan yang akan berjalan 1mnggu.Membuat aku merasa sedikit bosan.Karena situasi belum berubah,mami dan papi kak Nando yang masih tetap dingin dan menghina kepadaku.Au hanya bersikap sewajarnya saja,menyiapkan sarapan dan makan malam untuk semua dan membantu sebisa yang aku bisa.Acara liburan yang indah dan mewah.Aku bahagia melihat oma dan opa Revalno yang sangat menyayangi nya.walau terkesan memanjakannya.Namun aku mencoba memaklumi karena Revalno adalah cucu satu satunya dan juga laki laki."nye kamu ga mau pilih baju beberapa?".tanya kak Nando ketika kami sedang berjalan jalan di bedugul."belum kak,nanti di toko sebelah sana sekalian belikan oleh oleh untuk adik dan mama".jawabku."aku antar,biar mami dan revalno masih asik pilih pilih di sini".tawar kak Nando."Nanti ndak enak sama mami kak".jawabku."apa yang gak enak sama mami".suara mami yang ternyata sudah berdiri di samping ku."maaf mi bukan apa apa".jawabku terkejut."apa bilang aja gak usah ngedumel ke anakku".mami bicara ceplas ceplos."bukan mi,anye tadi saya suruh pilih dia gak mau,dia mau ke toko ujung cari oleh oleh.saya antar tapi ndak enak sama mami kalo ninggalin mami".jelas kak Nando membela."mau belanja ya belanja aja gak pake ga enak sama mami".ujar mami ketus.Aku hanya diam saja malas berdebat dengan orang yang lebih tua."anye permisi ke ujung sebentar ya te".pamit ku sopan."biar valno antar bun".tawar revalno."valno kan lagi bantu oma belanja".mami merajuk."Biar ayah saja valno yang antar bunda".tawar kak Nando."ya yah valno temenin oma dulu,ayah temani bunda ya".Kak nando pun berjalan mengikuti ku dari belakang menuju toko seberang yang menjual pakaian pakaian wanita."mau beli apa aja nye?".tanya kak nando membuka pembicaraan."belum tau kak,cari tunik tunik bali yang nyaman aja untuk mama".jawabku sambil memilih beberapa atasan dengan kain yang adem.serta membeli beberapa steel piyama dan pakaian pakaian untuk adik adik dan asisten di rumah.Aku tak membeli terlalu banyak karena liburan masih panjang dan banyak tempat yang bisa kami jelajahi.Setelah mendapat beberapa yang aku inginkan aku pun membawanya ke kasir untuk membayar."ini mbak".kak nando menyerahkan kartu hitam tanpa limit kepada kasir."jangan kak ini saja".tolak ku."sudah nye liburan kali ini permintaan mami dan papi".jawab kak nando."ini gimana pak?jadi pakai ini?".tanya kasir."ya mbak".jawab kak nando memastikan.aku akhirnya mengalah dan nurut aja.Setelah belanja kami segera keluar dari toko itu namun Revalno dan oma opanya sudah berjalan ke arah kami."sudah bun?".tanya revalno."ya nak sudah,bunda hanya belanja sebagian aja.sama untuk kamu dan ini untuk tante".kataku sambil menyerahkan paper bag kepada mami kak Nando."ini apa?".tanya mami."untuk mami baju pantai dan sendal santai".jawabku.mami menerimanya dan membukanya."wah bagus sekali,tau juga kamu selera saya".ungkap mami kagum."Syukurlah kalo mami suka".ujar ku."ini bukan untuk nyogok saya kan?".tanya mami mulai aksi nyinyirnya.Aku geleng geleng kepala sambil tersenyum mendengar sanggahan mami."ini punya valno"kataku sambil menyerahkan paper bag pada valno."Makasih bun,Valno lapar yah".kata valno.Entahlah jika ada oma dan opanya valno benar benar manja dan kolokan berbeda jika bersama ku,dia selalu mandiri dan melindungi ku."waduh oma sampai lupa,kita kan belum makan siang".kata mami menatap kak Nando."Ok sekarang kita makan siang dulu lalu lanjut jalan ke pantai aja ya".ajak kak Nando."ok yah".jawab Revalno,kami pun tersenyum bersama.sambil melangkah menuju mobil.Suasana mulai membaik,mami sudah tidak terlalu sewot padaku walau masih kadang bicara kurang enak namun mami dan papi sudah mau tersenyum dan jalan bersama ku.Sebetulnya mami orangnya baik,pada revalno kasih sayangnya pun tulus.


Setelah puas jalan jalan dan menikmati matahari tenggelam serta belanja belanja kami memutuskan untuk pulang ke vila dan lanjut jalan esok hari.Dalam perjalanan pulang tiba tiba mami merasa badannya tak enak."tante kenapa?".tanyaku yang melihat wajah nya pucat dan gelisah.namun mami tak menjawab."pak berhenti dulu".kataku pada supir."ada apa nye?".tanya kak Nando,"ya bun ada apa?".revalno ikut menimpali."tante sepertinya sakit,kita ke dokter dulu aja kak,kasihan tante".ujar ku panik."oma,oma kenapa?".revalno mendekat pada omanya."oma merasa lemas dan pusing sekali".jawabnya.Ku ambil minyak kayu putih dalam tas kesehatan ku.Ku balur leher perut dan kaki mami,ku cari kaos kaki yang untung selalu ku bawa.lalu ku pakaikan pada mami."Mungkin tante masuk angin karena terlalu lama kena angin pantai".kata ku sambil mengoles kan minyak kayu putih di keningnya.Mobil pun berjalan lagi."gak usah ke dokter,mami mau istirahat saja".jawab mami akhirnya.Kami pun menuruti dan pulang ke vila.Namun di belakang Kak Nando sepertinya menelepon dokter keluarganya untuk mengirim dokter kenalan nya di sini untuk datang ke vila.


__ADS_2