
Setelah kejadian itu aku menghindari bertemu gio.Malu dan merasa berdosa pada diriku sendiri.Aku sudah kembali ke yogya tanpa memberi kabar gio.Aku mencoba menghindari nya dan enggan bertemu.Memulai rutinitas dan setiap rapat atau pertemuan yang berhubungan denga perusahaan gio selalu aku wakilkan entah pada tania atau asisten ku yang lain.Tapi hati ini tak bisa berdusta aku merasa kehilangan sosok gio yang hangat dan penuh perhatian padaku.'Akh kamu nye,jangan terlalu bermimpi,orang seperti gio tak mungkin serius dengan wanita janda sepertimu'.monolog hatiku pada diriku sendiri."semangat,untuk Revalno dan keluargaku!".ujar ku menyemangati diriku sendiri di cermin kamar ku."tok.....tok.....,bunda".panggil revalno dari luar kamar."ya valno gak di kunci".jawab ku sambil beranjak berdiri bersiap untuk kembali ke aktifitas hari ku."bunda valno berangkat ke bandara sama pak tobi ya".pamit anakku yang aku lupa jika hari ini dia akan ke malang bertemu ayahnya.Setelah kesepakatan dengan Kak Nando kami memutuskan bahwa Revalno bisa bertemu ayahnya kapanpun dia mau begitu juga Kak Nando.Aku tak menghalangi bertemunya ayah dan anak.Kami sepakat membesarkan Revalno dengan kasih sayang kami bersama,walau kami telah berpisah."oh ya kamu berangkat pesawat jam berapa sayang?".tanyaku."jam 10 bunda,Tapi Revalno ke jakarta bun tiketnya,kata ayah nanti ayah jemput di sana".jelas nya."lho jadi kamu gak ke malang ke tempat ayah?".tanyaku yang belum tau jadwal kepergian Revalno ke jakarta.Ku ambil hpku untuk menghubungi kak Nando.
anyelir~"asslmkm kak"
Nando~"Wa allaikumslm ada apa nye?".
Anyelir~"kak maaf ni kok tiketnya revalno ke jakarta bukan ke malang?".
__ADS_1
Nando~"ya nye saya sedang di jakarta karena kakek dan nenek Revalno juga datang Ke jakarta dari Belanda sore nanti,kami berencana bertemu di sana lalu ke bogor jalan bareng Revalno juga.mumpung dia liburan 2minggu".
Anyelir~"oooooo.......kok kak Nando tidak konfermasi ke saya".tegurku merasa di abaikan
Nando~"kamu cek wa saya 2 hari lalu,kan di situ saya sudah menjelaskan".
Nando~"ya nye,kamu ada masalah?kok gak biasanya kamu gak fokus".
__ADS_1
Anyelir~"ndak ada apa apa kak,cuma mungkin kecapekan pekerjaan".
Nando~"oh ya uda saya lanjut bording ya,ni juga mau berangkat ke jakarta dari malang,asslmkm".
Anyelir~"o ya kak,hati hati di jalan.Waallaikum.slm".
Selesai telf ku buka hp ku mengecek wa ku dengan kak nando kemarin lusa.Dan benar saja di situ sudah di jelaskan semua yang tadi di sebutkan kak nando di telf."ya valno maaf bunda lupa kalau ayah kamu sudah ijin sama bunda kamu ke jakarta terus ke bogor".jawabku pada revalno yang masih berdiri di depanku."Ya bun,Valno berangkat sekarang ya bun.Bunda istirahat aja,Valno di antar pak tobi sama tante Tania".Jelasnya."ya sudah kalau gitu sayang,bekal dan semua perlengkapan kamu kemarin sudah bunda kemas di koper biru kamu".Jelasku.Dan di angguki oleh putraku."ya bun sudah valno siapkan di bagasi tadi.Valno pamit dulu ya.bunda sehat sehat ya selama 2 minggu valno sama ayah".pamitnya sambil memelukku.Ku kecup pipi dan keningnya."Ati ati di jalan ya sayang".aku mengantar Revalno dan tania sampai pintu depan."kak tania antar revalno ke bandara dulu ya".Pamit tania sebelum berangkat."ya tan,ati ati di jalan.pak tobi jangan ngebut ngebut ya bawa mobilnya".perintahku pada pak tobi."ya non anye,bapak akan hati hati berkendaranya"."Kami pamit dulu ya bun".Revalno salim padaku dan omanya.
__ADS_1
Setelah Kepergian valno dan tania rumah serasa sepi,aku berjalan ke arah dapur."bik bikin apa?".tanyaku pada bik minah yang sedang memasukan sesuatu ke openan."ini non bikin kue sus kering keju,tadi non tania yang buat bibik tinggal oven aja".jawab bik minah."oh tania,masih sempet aja tuh anak".ku lihat ada beberapa panggangan yang sudah matang di atas meja.ku comot dan ku makan satu."enak lho bik,masak ini tania yang buat.kayak buatan mama".kataku sambil mengambi satu lagi ku masukan ke mulut."Ya non,bibik cuma bantu oven aja"."hmmm enak kue buatan tania".gumanku."kenapa nduk?".tanya mama yang sudah ada di sampingku."ini ma kue buatan tania kok rasanya kayak buatan mama".jawabku."ooooo masak sih nduk,sini mama cicipi".mama mengambil sepotong dan memakannya."enak ya nduk,pinter juga tania bikinnya.ternyata dia berbakat".jawab mama."kayak kamu juga nduk dulu pinter bangey kalau masak".puji mama."ya tapi anyelir kurang ahli bikin kue,gak kayak mama".jawab ku."ya tiap anak punya keahliannya sendiri".jawab mama tenang.kami pun berlalu meninggalkan bik minah yang melanjutkan oven kue."anye mama boleh tanya nduk?".tanya mama ketika kami duduk di ruang keluarga."ya ma ada apa?".jawabku."apa kamu nggak ingin berumah tangga lagi nduk?kamu masih muda dan cantik serta sukses".terang mama.Aku terdiam sesaat."Tapi kalau cari suami juga hati hati jangan sampai gagal lagi".nasehat mama."ya ma,itu yang buat anye belum siap.anye takut gagal lagi ma".mama mengelus kepalaku."nduk jangan terlalu menutup hatimu,kamu wanita usiamu akan terus bertambah.cari pendamping yang mencintaimu apa adanya bukan ada apa nya".nasehat mama lagi.aku pun menaruh kepalaku di pundak mama,bermanja seperti ketika kecilku dulu."entah lah ma,anye akan mencoba".