Aku Istri Ke 2

Aku Istri Ke 2
RENCANA LIBURAN


__ADS_3

Semilir angin menerbangkan helai demi helai rambutku yang panjang.Dalam diam aku mencoba meraba hatiku.Akankah aku memiliki rasa cinta pada gio?.Tapi aku takut mengakuinya.aku takut tersakiti lagi seperti masa lalu.Hingga saat ini perihnya terkadang masih kurasakan.Angin Sepoi Sepoi sore ini menerbangkan dedaunan mangga yang ku tanam di belakang rumahku.Dingin menusuk ke hatiku.Kosong dan seperti tak berpenghuni.Gelap tanpa ada cahaya kehangatan yang menerangi ruang hatiku yang telah lama mati.Siapkah aku membuka ruang kosong ini?.Semua pertanyaan pertanyaan di hatiku,yang aku sendiri tak tahu bagai mana menjawabnya.'Tuhan jika memang kau membawa langkah hidupku ke padanya,aku tahu kau pasti punya cerita untuk ku kelak'.hatiku berkata."non anye,di depan ada tuan Nando".bik minah mengagetkan ku dari lamunan."ya bik sebentar,tolong ambilkan hijabku di kursi dapur".perintahku,5menit kemudian bik minah sudah datang dengan hijab cream di tangannya,buru buru ku ambil dan aku melangkah menuju ruang tamu.Di sana sepertinya Kak Nando tak sendiri."aslmmuallaikum kak,om tante".sapa ku pada kak nando dan orang tuanya."Waallaikum slm nye".jawab kak nando.kulihat tatapan mamanya masih sama seperti terakhir kali kami bertemu.Tatapan mencemooh dan merendahkan."Rumahmu besar juga dan lumayan megah,pasti uang dari anakku kan?Wanita seperti kamu mana bisa tak bergantung pada pria kaya".cibirnya begitu menusuk ke hatiku.'sabar anye sabar '.kata hatiku menguatkan diriku sendiri."mami apa apaan sich!".tegur papi kak nando."kenapa memang mami salah?kan mami bilang realitanya".mami kak nando masih terus dengan cibirannya."mi Nando ajak.mami ke sini untuk jenguk cucu mami,bukan untuk membuat keributan dengan bundanya revalno!".kata kak nando tegas.Aku hanya diam tak berkomentar."Dan satu hal mami jangan merendahkan Anyelir,Anyelir saat ini sudah masik 10besar orang terkaya di negara kita".Jelas kak Nando.Maminya hanya diam melongo mendengar bahwa aku adalah orang 10besar terkaya."Tapi uangnya kan asalnya dari kamu juga kan ndo,ga mungkin gadis udik gini bisa bisnis!"maminya masih terus menghinaku."ma belanja dari suami itu bukan hak suami lagi untuk mengungkit,tapi itu sudah kewajiban yang harus d berikan seorang suami,uang mau di pakai untuk apa oleh istri itu terserah"jelas kak Nando mencoba menutup mulut maminya."kamu terus aja bela gundikmu".maminya sewot."kita pulang saja dan anye jangan ijinkan lagi orang tuaku bertemu Revalno,selama mereka masih seperti itu".kak nando emosi.Aku hanya diam dan tersenyum."om tante kita makan malam dulu sama Revalno".ajak ku.Kak Nando berjalan mengikuti ku ke ruang makan."oma opa".suara revalno yang baru keluar dari kamarnya."cucu oma sudah sembuh?".raut wajah yang sedari tadi kaku sekarang penuh dengan senyum menghadapi cucu satu satunya."iya oma,bunda selalu menjagaku dengan baik".terangnya sambil memeluk omanya.Mamaku dan tania yang juga baru turun langsung menyapa mereka walau tanggapannya datar.Namun mulutnya sudah tidak menghina kami."bu pak sudah tadi datang,maaf kami tidak menyambut".ujar mama sopan.mereka hanya tersenyum di paksakan."kita makan malam dulu yuks semua,bunda sudah masakin kesukaan Valno tadi rendang daging".kataku sambil mengacak rambut putraku.Kebetulan hari ini aku memasak dengan bik minah.Masakan sudah di hangatkan bik minah dan sudah di tata rapi di meja makan.Kami pun semua duduk bersama."Cucu oma,sini sama oma.oma kangen".mami meminta Revalno duduk sebelahnya.Revalno memandangku meminta ijin dengan sorot matanya.aku pun mengangguk.Dia pun menurut dan duduk si antara oma opanya.Selama makan malam aku lihat mami lebih aktif dalam memberi makanan pada putraku.Aku pun tersenyum.walau sikap mereka buruk padaku tapi mereka sangat baik dan sayang pada Revalno."anyelir aku ke sini juga ada yang mau aku bicarakan".kak Nando membuka obrolan ketika selesai makan dan kami sudah duduk santai di ruang tamu bersama."ya kak ada apa?".tanya ku."Sebentar laki Revalno libur panjang kenaikan kelas,bolehkah dia menghabiskan liburannya bersama mami dan papi?".tanya kak Nando ragu ragu.mengingat sikap buruk kedua orang tuanya.Aku pun tersenyum."Kak mami dan papi juga oma opanya revalno,anye ijinkan saja valno menghabiskan liburannya bareng oma opanya".jawabku lembut.Kak nando pun mengangguk angguk."Tapi ma,kan Valno dan bunda sudah berencana pergi ke bali liburan ini".Valno memprotes karena merasa tak enak tiba tiba acara yang di susun jauh jauh bersama bundanya harus di batalkan."Valno kamu kan sudah tiap hari sama bundamu,masak gak mau liburan sama oma opa dan ayahmu?".mami kak nando protes."Bukan gitu oma,tapi valno dan bunda jauh jauh lalu sudah memiliki rencana liburan,masak tiba tiba harus di batalkan".revalno pun tak kalah keras kepalanya."Valno jangan seperti itu sama omamu".herdikku,"tapi bun!".valno berkata dengan raut tak suka."Sudah sudah begini saja daripada bertengkar.kita liburan bersama ke bali.Jadi revalno bisa sama mami papi dan juga anyelir".Kak Nando memberi jalan tengah."Kak jika om tante ingin liburan sama revalno,anye juga gapapa kok kak".jawab ku mengalah."kalau mami dan papi gak setuju ya sudah aku tidak akan mengijinkan revalno menghabiskan liburan sama kalian"kak nando mengancam."ya ya mami mau liburan ke bali asal sama cucu kesayangan oma".katanya lalu memeluk valno yang duduk di sampingnya.Setelah beberapa saat kak Nando dan keluarganya pun pamit pulang.Aku dan revalno mengantar mereka sampai luar gerbang.dan mobil keluarga kak Nando melesat dari hadapan kami.


__ADS_2