Aku Istri Ke 2

Aku Istri Ke 2
KELUARGAKU RUMAHKU


__ADS_3

Siang ini mama datang ke tempat tinggal ku di yogya.Bahagia dan terharu.Keluarga yang dulu ku anggap rapuh karena perpisahan mama dan ayah.Namun justru kian kuat walo kadang berbeda pendapat."mama capek ma,istirahat dulu setelah makan siang".ajakku pada mama yang beberapa menit lalu tiba."ndak nye,mama selalu semangat kalo ketemu cucu mama".ujarnya dengan senyum kebahagiaan.Senyum yang membuat hatiku selalu damai.Bahagiaku adalah melihat orang orang yang aku sayangi bahagia.Semangat hidupku adalah ketika aku bisa mengukir senyum di wajah mereka."oma....revalno kangen banget sama oma,oma di sini aja ya sama valno".ujar valno.mama tersenyum dan mengangguk.Kami duduk di meja makan bersama,selesai makan aku baru memulai percakapan."ma gimana kalo mama dan tania tinggal di sini aja bareng bareng,nanti yang di sana biar anye kontrakan dan toko anye serahkan ke Wardah aja".ungkapku pada mama."kalo mama terserah kalian aja,yang penting kalian sehat dan bahagia".jawab mama."untuk kuliah tania nanti bisa pindah di sini sekalian ma".jawab adikku menimpali.Terukir senyum kebahagian di bibir kami.Ya tuhan setelah rasa sakit ini aku bersyukur kau beri aku keluarga yang sayang padaku.

__ADS_1


Hari berganti bulanAku bersyukur Tuhan memudahkan jalan usahaku.Di kota ini usahaku pun berjalan lancar.Ruko yang kemarin kemarin masih menjadi tempat tinggal dan tempat usaha.kini ku jadikan toko dan gudang,sedang aku membeli tanah yang ku bangun rumah tak jauh dari usahaku ini.Mama dan tania yang juga ikut tinggal di sini membuat aku kian semangat untuk membahagiakan mereka.Walau tania menolak ku biayai kuliahnya.Dia bekerja sebagai tangan kananku dengan gaji.dan kuliah dengan gajinya.Katanya dia ingin mandiri dan belajar bertanggung jawab atas diri dan pekerjaan serta kuliahnya.Tania kuliah d 2 jurusan sekaligus jurusan akuntansi reguler dan jurusan desain grafis dia ambil extensi.jadi dia masih bisa memantau kerjaan untuk membantuku.Difa yang tinggal di Malang,Usahaku di pegang difa dan retail 100% menjadi usaha suaminya.untuk online dan resto di malang memang lumayan besar sehingga difa di bantu beberapa orang orang kepercayaanku.Usahaku di pulau seberang juga berkembang pesat dan ku serahkan pada ayah dan tante mirna istri nya.Usaha di pulau seberang itu 100% ku berikan untuk ayah untuk masa depan adik tiriku.Rejeki untuk keluargaku berjalan lancar walau tak jarang batu batu terjal menghalang.Restoku di pulau seberang yang sempat terbakar dan beberapa insiden insiden yang alhamdulillah masih bisa kami atasi bersama.Walau keluarga ku berantakan tapi Revalno tetap mendapat kasih sayang dari oma opa dan tante tantenya.Hari ini aku menyempatkan diri datang ke kota Malang untuk kunjungan.Revalno yang sudah besar dan fokus sekolah sudah jarang mau ikut aku perjalanan kerja.Aku hari berangkat sendiri karena Tania yang fokus untuk kuliahnya pun tak bisa menemaniku.

__ADS_1


Dengan langkah mantap ku langkahkan kaki keluar bandara menuju mobil jemputan.Tak sengaja aku menabrak dada bidang seseorang yang aroma tubuhnya begitu ku kenal.Aku tertegun sejenak.Masihkah hati ini berdetak untuknya,ternyata hatiku telah mati,rasa kagum ku padanya pun telah hilang.Hanya rasa sakit yang masih terasa,namun aku tak membencinya."Kak nando".sapa ku menatap pria yang dulu sangat ku rindukan senyum nya,ku rindukan belaiannya,ku nanti sepanjang hari,bahkan aku setia dalam kesendirian bertahun tahun."Anyelir".sapa nya spontan kaget melihat kehadiranku.setelan formal warna biru tua dengan hijab senada yang ku pakai hari ini."di mana Valno nye?".tanya kak Nando sambil celingukan mengira aku datang bersama putraku."Valno di rumah,aku sendirian".jawabku santai."oooo di mana kau sembunyikan Revalno?".Tanyanya dengan nada tak enak."Aku tak pernah menyembunyikan Revalno darimu kak,tapi kamu lah yang menjauhinya".jawabku."Maaf kak aku duluan di tunggu klien di kantor,nanti kita bahas lain waktu".ujar ku yang memang terburu buru."Ok,nanti aku hubungi untuk kita bicara".ujarnya dengan mata yang terus menatapku.'Anye kau makin cantik dan dewasa,andai aku tak menyakitimu!'.Sesal Nando dalam hati seiring berlalunya anyelir dari hadapannya.

__ADS_1


__ADS_2