
Hari sudah berjalan Kaki ku membaik dan hari ini Tania dan Revalno mengantarku ke rumah sakit untuk kontrol setelah di lepas gips nya.Setelah melalui berbagai pengecekan dokter menyatakan sudah benar benar baik dan aku sudah bisa berjalan tanpa kursi.Aku bahagia bisa lepas dari kursi roda.Ketika kami hendak keluar Rumah sakit kulihat Gio sedang berbicara dengan beberapa staf rumah sakit.Tatapannya terhenti ketika melihat kami bertiga."Sudah membaik kakinya".ujar nya sambil berjongkok mengecek kaki ku.Aku pun terkejut dan mengangkat kakiku gak enak."sudah membaik kak sudah bisa berjalan biasa".jelas ku kikuk.Revalno lagi lagi menatap perlakuan gio yang berlebihan kepadaku.Dan saat yang sama kak Nando masuk dari pintu depan dan memandang tak suka pada kami."tempat umum dan ada anak anak,di tahan sedikit mesra mesraannya".sengitnya yang membuat kami semua menengok ke arahknya."Ayah".Revalno terkejut ayahnya sudah ada di sini."ya nak,tadi ayah ke rumah kata oma kamu ke rumah sakit xxxx ngantar bunda kamu kontrol".jelasnya sambil menerima salim dari putranya."oooooo kok gak kasih kabar kalau ayah mau ke sini?".jawab revalno."Kebetulan ayah ada kerjaan di kota sini sebentar.karena nanti sore harus langsung balik jadi ayah sempatkan jenguk kamu dulu".jelasnya.Sambil memandang penuh permusuhan pada Gio.Aku tau semua pasti tak akan baik baik saja setelah ini.Tatapan permusuhan yang mendominasi dari kak Nando membuat aku merasa tak nyaman."ayo pulang sama ayah".ajak Kak Nando menekankan kata ayah pada Revalno.Aku dan tania saling menatap kemudian terdiam menyaksikan kedua pria dewasa.Gio mengangguk pada Revalno memberi ijin dan mengisyaratkan bahwa tidak apa apa."bunda Valno pulang dulu sama ayah ya,bunda sama tante tania kan?".tanya revalno.Karena tadi kami berangkat naik mobil baru tania tanpa sopir pak tobi.Tania mengangguk"ya biar bunda tante yang jaga,kamu sama ayah kamu sana".ujar tania."Lho kamu gak bareng kita nye?".tanya kak Nando kecewa.dia berharap dengan mengajak revalno maka aku pun akan ikut dengannya."ndak Kak,Aku dan tania mau ke kantor sebentar,sudah satu minggu anye gak ke kantor".jawabku."oooooo ya sudah".Katanya kecewa dan berlalu dengan revalno.Gio yang dari tadi hanya diam mendekatiku."biar aku yang antar".kata nya padaku dan tania."ndak Kak aku bareng sama tania aja,ndak enak ngrepotin kamu".tolak ku."aku harus belajar jadi suami siaga".lirihnya namun masih terdengar oleh tania."ekhm.....".tania berdehem sambil tersenyum menggoda kami."tar dulu nich mesra mesraannya,tunggu halal dulu".godanya sambil menyenggol tanganku."apaan sich dek,kakak ga ada apa apa sama kak gio".jawab ku yang membuat wajah gio berubah."ada apa apa juga tania gapapa,tania seneng kalo tuan Gio mau jagain kakak tania".godanya yang langsung mendapat cubitan dariku."auwww,sakit kak".kejutnya."insya allah tan,doain saya bisa merebut hati kakak kamu yang kayak batu ini".canda gio."oooooo jadi aku kayak batu!".kataku sambil mengerucutkan bibirku merajuk.Kami pun tertawa,tanpa ku sadari masih ada sepasang mata yang menatap penuh kemarahan dari balik jendela mobil.
Hari ini akhir pekan aku sedang santai di taman belakang rumah sambil membaca novel di aplikasi hp ku."bun jalan yuk".ajak revalno yang sudah ada di sampingku."hmmm...kemana nak?".tanya ku."kita nonton sama cari keperluan valno sekolah yuk ma!".tante tania lagi sibuk di toko kuenya jadi gak bisa antar valno".rajuknya."ya bentar bunda siap siap dulu ya".jawabku sambil ku sesap teh hangat di meja sampingku."non anye ada tamu".bik narsih asisten rumah tangga yang membantu bik minah."siapa bik?".tanyaku hendak bangkit duduk."tuan Gio non".jawabnya."o ya bik suruh masuk ke sini".jawabku.tak lama setelah bik narsih berlalu gio sudah ada di taman belakang bersama aku dan putraku."pagi bun,valno".sapanya."pagi om".jawab valno agak cemberut."kenapa kok cemberut valno,gak suka nich om main ke sini?".tanya gio melihat putraku cemberut."ndak om,valno mau ajak bunda nonton tadi,tapi ada om!".katanya dengan wajah masam."ooooo kita nonton bareng yuk,sekalian berenang dan jalan jalan".ajak gio yang langsung membuat wajah putraku kembali ceria."wah bener juga om,pasti tambah seru kalau ada om".katanya dengan senang hati."ya uda valno siap siap dulu ya om".jawabnya sambil berlalu meninggalkan aku dan gio berdua.Gio duduk di sampingku."diam aja gak nyambut calon suami nich".godanya."calon suami calon suami apaan".jawabku."ya uda kalo bukan calon berarti suami donk".candanya yang aku pelengosi malas."yuk siap siap sana,aku tunggu,biar aku bisa lebih dekat dengan putraku".candanya lagi."hmmm".jawabku singkat."kok cm hmmm"ucapnya lagi."iya iya kak,bawel".kataku dengan jengkel hendak melangkah menuju kamarku.namun karena dengan menghentak aku tersandung kaki meja dan jatuh di pangkuan gio.Lama mata kami saling bertatap hingga suara deheman mama yang membuat kami tersadar dan aku bangkit dengan malu."mama"sapa gio yang juga ikut bangkit dan salim dengan mamaku."sudah tadi gio?".tanya mama."barusan ma,saya ijin mau ajak anyelir dan revalno keluar ma.boleh?".ijinnya pada mama yang mendapat anggukan."mama ikut juga?".tawarnya kepada mama."ndak nak gio,mama gampang capek kalau kena angin.kalian jalan jalan ber tiga saja".jawab mama.Mereka mengobrol serius ketika aku berlalu untuk ke kamar ku.entah apa yang mereka bicarakan.Hingga aku selesai bersiap,ku lihat mama,revalno dan kak gio mengobrol serius.Namun mereka segera berhenti ketika melihatku berjalan menghampirinya.Muncul tanda tanya besar di pikiranku.'apa yang sedang mereka bicarakan?'.tanya pikiranku pada diriku sendiri.