Aku Istri Ke 2

Aku Istri Ke 2
WARNI DAN MBAK SAROH


__ADS_3

Pukul 10 siang aku dan valno sudah di jalan menuju apartmen tempat ku dulu tinggal.Valno yang sejak pagi sudah ta bisa tenang hendak bertemu dengan ayahnya.terus meminta untuk segera berangkat.Sepanjang jalan pun tak hentinya valno berceloteh tentang ayahnya.raut wajah yang benar benar bahagia tersorot di matanya.suster berni yang duduk di sebelahnya dengan setia mendengarkan.1 jam perjalana dari rumah ma2 ke apartmen kami sampai di lobby.Dengan terus tersenyum valno yang tanganya ada di genggamanku.Kami melangkah menuju lift yang akan membawa kami ke lantai 23 tempat unit kami berada.Dengan langkah yang gemetar ketika menginjakkan kaki di lantai tempat unit kami dulu.tiba tiba hatiku ragu.Namun tangan kecil ini menggenggam ku hangat."Bunda ayah pasti senang ketemu kita".celotehnya."Belum sayang,kita ini pulang ke rumah ayah,ayah masih kerja nanti sore baru pulang".jelasku semoga saja tak segera bertemu dengan kak nando,agar aku bisa menata jantungku yang berdegeb kencang.berat langkah ini menuju pintu unit apartmen ku.kumasukan pasword yang masih ku hafal di luar kepala.Dengan derap jantung yang tak beraturan aku masuk kedalam rumah."tuan ada maaf......"mbak saroh menggantung kalimatnya dan mematung menatapku valno dan suster berni yang berdiri di ruang tamu."mbak saroh".sapaku membuyarkan lamunan mbak saroh."non anye".tangis nya pecah sambil berlari memelukku."benar ini non anye?".tanyanya lagi masih belum yakin.Tadi dia mengira kak nando yang datang."ya mbak dan ini valno putraku".valno pun tersenyum ramah pada mbak saroh."valno ini mbak saroh yang bantu bunda di sini dulu".terangku.valno pun menerima uluran tangan mbak saroh dan mencium tangannya takzim.aku memang membiasakan valno mencium tangan orang yang lebih tua jika bertemu ato pamit."Ya allah non mbak ga nyangka non mau balik.tuan tiap hari hanya datang ke rumah ini menunggu jika tiba tiba non pulang".cerita mbak saroh dengan air mata yang membasahi pipinya."budhe ada siap.......".marni terdiam sama seperti mbak saroh yang terbengong melihat kedatanganku."non anye......".ucapnya dengan menutup mulutnya.namun sesaat kemudian suara tangisnya pecah."kok jadi semua nangis bunda?".tanya valno yang bingung melihat semua menagis."ini.....?".ungkap marni sambil tersenyum dan mencoba memeluk valno."bunda.....".dengan isyarat wajahnya bertanya padaku.aku menganggukan kepala."sayang ini mbak marni sama juga yang jaga dan bantu bunda di sini".terangku."non akan tinggal di sini lagi kan,kasihan tuan non tiap hari menangis di kamar non"cerita marni yang membuat hatiku luruh.Ternyata kak nando masih menungguku.marni segera berlari kekamarnya dan melakukan panggilan"tuan non anye ada di sini".ucapnya pada telf.aku yang hendak menghentikan sudah terlambat marni sudah menutup telfnya."marni....."tatapku tajam karena aku belum 100% siap bertemu dengan kak nando.marni tertunduk dengan suara lirih dia berkata."maaf non saya hanya ingin melihat tuan bahagia seperti dulu sama non anye".cicitnya.aku pun hanya diam.kulangakahkan kakiku menuju kamar lamaku.kuedarkan pandanganku keseluruh penjuru,semua masih sama hanya satu yang berubah terpasang besar fotoku di tembok kamar.foto ku yang tersenyum sambil mengelus perutku.foto saat kak nando tau kehamilanku.Ternyata di cetak besar dan di pasang di tembok kamar ini.Valno yang mengantuk di bawa suster berni dan marni kekamar sebelah untuk di tidurkan.Aku duduk di ujung tempat tidur lama mengingat setiap kenangan yang terlintas selama aku tinggal di kamar ini.Sangking fokusnya melamun tanpa ku sadari sosok pria yang kuhindari 6tahun ini berdiri di hadapanku.segera melangkah dan bersujud di bawah kakiku dengan menangis.Aku terkejut,kudapati kak nando yang meminta maaf dan menangis.benar benar bukan kak nando yang dulu ku kenal yang sombong dan arogan."anye.......".di genggamnya tanganku di cium nya keningku sambil tiada henti terucap kata maaf dari bibirnya.terus menangis.Aku tak bisa ber gerak dan berucap.air mataku juga mengalir dengan derasnya.Laki laki.yang dulu tegap berdiri melindungiku,sekarang menangis dan meminta maaf padaku.Hatiku masih merasakan kehangatan dalam dekapannya.di peluknya aku erat seolah takut aku akan menghilang.di ciumnya keningku pupuku dan bibirku.aku ta mengelak,aku merindukan setiap sentuhan hangatnya.aku merindukan setiap kasih sayangnya.Namun aku hanya terdiam tak berkata apapun.


__ADS_2