
Revalno pov:
__ADS_1
Di atas podium aku bahagia menerima penghargaan.Aku senang bisa membuat bunda tersenyum bangga padaku.Aku tahu hati bunda sakit dan terluka.Aku selalu berjuang untuk bisa mengobati luka bunda dengan prestasi prestasiku yang membuat senyum di bibirnya.Bunda adalah wanita yang kuat,yang selalu bangkit dan tersenyum walo hatinya terluka.Aku bangga memiliki nya."terimakasih bunda,karena bunda Valno bisa seperti sekarang bunda super heroku.valno sayang banget sama bunda".ujar ku ketika bunda memelukku di atas podium.Ku seka air matanya,air mata bahagia dan bangga.Hingga ku tangkap sosok yang sangat aku rindukan.duduk di kursi roda di ujung ruangan.Ku tatap dengan benar,aku takut salah mengenalinya.Ayah sosok yang sangat ku rindu dan ku sayang.Walo bagai manapun beliau adalah ayah bagiku."ayah".lirih suaraku takut bunda mendengar dan takut bunda akan sakit lagi.aku dan bunda turun dari podium.dan duduk di kursi undangan paling depan."temui ayah valno,bunda gapapa ".bisik bunda yang membuat aku kaget dan gugup."bunda melihat ayahmu di sudut ketika kamu menyebut namanya tadi.temui dia.bunda gak akan marah".ucap bunda.Terbukti bundaku memang wanita berhati baik dan seperti malaikat.Aku memandang bunda menegaskan kembali untuk ijinnya tadi.Bunda pun mengangguk mengisyaratkan.Aku bangkit dan berlari ke arah pria yang sangat sangat ku rindukan."ayah".panggilku ketika aku telah berdiri di depannya dan memeluknya.Sosok itu diam mematung,membiarkanku mendekap erat dia.hingga kurasakan tanganya membalas memelukku.kurasakan air hangat air mata ayah membasahi.pipinya."ayah.....".panggilku lagi.Ayah menatapku dan mencium wajahku berkali kali."selamat ya nak,maafkan ayah,maafkan ayah tolong maafkan kesalahan ayah".hanya maaf dan maaf lah yang keluar dari bibir ayahku."ayah kenapa,ayah sakit?".tanyaku yang melihat ayah duduk di kursi roda.Ayah menggeleng."ayah kakinya sakit valno.maafkan ayah ya nak".ulangnya lagi dengan kata maaf.Aku terus memeluknya meluapkan rindu."put antar aku pulang".ujar ayah pada om putra asistennya."ayah revalno rindu,ayah ikut valno dan bunda kita makan dulu".ajakku pada ayah.
__ADS_1
Kulihat putraku menghampiri sosok laki laki yang sangat dirindukan nya.Kak nando ayah dari putraku.Kulihat tubuhnya yang lemah dan kursi roda menopang badanya.Kemana kak nando yang egois gagah dan semena mena dulu.Sekarang yang ku lihat hanya sosok lemah dan tak berdaya.Hariku iba namun rasa sakitku belum bisa membaik.ku pandang tingkah dua orang laki laki di hidupku.Putraku merindukan ayahnya,ayah yang selalu meninggalkannya,ayah yang tak pernah ada untuknya.Hatiku geram namun aku tak bisa mengingkari dia adalah ayah biologis valno.Kulangkahkan kaki menguatkan hati menghampiri mereka."Kak nando".sapaku padanya.dia hanya menunduk dan mengusap air matanya."maaf anye aku datang di saat tak tepat".ujar nya masih menunduk tak menatapku."bunda ayah sakit".ujar putraku dengan sorot mata memintaku berdamai dengan ayahnya.Aku hanya memandang sesaat."ya valno,ayo kita pulang" ajak ku pada putraku."bunda bolehkah kita makan bersama ayah?".tanya nya memohon ijin padaku.Aku menganggukkan mengiyakan permintaannya.Aku tak boleh egois untuk anakku.Walau aku membenci sikap kak Nando dulu tapi dia tetap ayah kandung Revalno.Kebahagiaan putraku lebih utama dari segalanya."maaf valno ayah harus pergi meeting,lain kali ayah pasti akan makan bersama kamu".kak Nando sepertinya tau keraguan hatiku."maaf kan aku anye,selamat ya kamu berhasil mendidik valno pintar dan berprestasi.Aku yakin Valno akan jadi anak yang sukses dan baik di bawah didikanmu,maaf kan aku dan kesalahanku di masa lalu".Kak Nando memohon maaf dan menunduk."sekali lagi selamat ya nak,maaf ayah tak selalu ada untuk kamu".ujar nya lagi sambil berlalu dari hadapanku dan Revalno.Aku diam menatap kepergian mantan suamiku,hatiku tersentuh dengan keadaannya namun aku belum bisa memaafkannya.Ku peluk putraku ku bimbing dia melangkah menuju mobil kami yang sudah menunggu di parkiran sekolah Revalno.Ku elus punggung nya menguatkan anakku untuk melangkah ke masa depan.
__ADS_1