Aku Istri Ke 2

Aku Istri Ke 2
HILDA


__ADS_3

Sudah 2minggu lalu kecelakaan yang menimpa Revalno sudah di tangani kepolisian.Bukti demi bukti pun akhirnya terkuak.Hingga sore ini aku mendapat telf dari Gio,awalnya aku enggan menerimanya karena aku lebih memilih untuk menghindar darinya.Aku lelah dengan semua tudingan orang orang padaku.Namun sepertinya Gio tak gentar terus telf.Hingga akhirnya ku angkat untuk mendengar alasannya menelfon tiada henti.


Anyelir~"asslmkm ada apa telf saya Gio?".


Gio~"waalaikum slm,maaf kalau aku mengganggu waktumu anye.aku hanya ingin menyampaikan hal penting padamu.tapi ku mohon jangan marah".


Anyelir~"hal penting apa gio dan mengapa aku harus marah?".


Gio~"siang tadi aku telah menyerahkan hilda kepada pihak berwajib,aku telah menemukan hilda yang bersembunyi di perkampungan padat penduduk".

__ADS_1


Anyelir~"maksudnya?aku bingung,apa hubungannya hilda dengan ku dan apa masalahnya hilda hingga kau bawa ke kantor polisi?".


Gio~"Hilda adalah dalang di balik tabrak lari yang di alami revalno,dia yang menyuruh orang untuk sengaja menabrak revalno karena kebenciannya padamu".


Anyelir~"bagai mana kamu tahu itu hilda?".


Anyelir~"terima kasih sudah membantu kami menemukan hilda,semoga hilda tak bisa lepas dari jeratan hukum dan mendekam di penjara!".


Gio~"aku bisa pastikan itu,kamu tenang saja.sekuat apapun keluarga hilda untuk menjamin nya aku akan berusaha menjadi penghalang untuknya.

__ADS_1


Anyelir~"terimakasih sekali lagi ku ucapkan padamu gio.maaf aku belum bisa membalas kebaikanmu".


Gio~"hmm....ya sudah aku hanya ingin menyampaikan itu,asslmkm".


Anyelir~"ya terimakasih, waallaikum slm".


Kami pun mengakhiri panggilan.Aku terdiam dan bersyukur karena dalang di balik kecelakaan putraku sudah di tangkap dan aku sangat berterimakasih pada gio."kenapa kak?".tanya tania yang sudah duduk di sampingku."eh dek,tadi gio telf katanya dalang penabrakan Revalno sudah tertangkap".jawabku."wah syukurlah kak,keluarga kita jadi bisa tenang.kenapa ya kak ada aja yang jahat sama kita?".tania dengan wajah muramnya."entahlah dek ini semua bagian dari ujian allah,mungkin allah menganggap kita mampu menghadapinya".jawabku bijak."ya kak,memang siapa yang mengatur menjahati keluarga kita?".tanya tania lagi."hilda dek".jawabku singkat."apa hilda kak,bener bener to cewek.mulutnya tajam hatinya busuk.huh pengen tania bejek bejek biar jadi mendol!".tania meradang sambil mempraktekan mengulek sambel.Aku yang awalnya diam jadi tertawa melihat tingkah adikku satu ini."kamu tuch dek ada ada aja,besok pagi temenin mbak ke kantor polisi nganter Revalno yang harus bersaksi".kataku."boleh tuch kak,biar bisa ketemu hilda nanti ku lombok tuch mulutnya".dia masih dengan emosinya."tadi mau di mendol kok ganti di lombok(cabe dalam bahasa jawa) sich dek".candaku."heheehehehe ya ya kak".cengir nya sambil ku acak acak rambutnya."ah kakak rambut tania jadi berantakan".ujarnya.kami pun lanjut bercanda.


Esok nya aku Tania dan Revalno berangkat bersama ke kantor polisi untuk memberi kesaksian.kulihat wajah putraku yang santai dan datar tanpa ekspresi berjalan beriringan dengan kami memasuki kantor.Kebanyakan anak pasti takut masuk sini,tapi beda dengan revalno dia dengan santai dan tanpa rasa takut.Benar benar aura yang di turun dari ayahnya.Berkuasa dan tak takut apapun.Aku masuk dengan dan bertemu Gio yang sedang berbincang dengan polisi di situ."Revalno,anyelir".sapanya menghentikan perbincangan.Polisi yang berbincang dengannya pun berhenti berbincang dan menengok ke arah kami."selamat datang bu anyelir nak gio".sapa kepala polisi dengan ramah.beberapa polisi pun menghampiri kami."silakan ke ruangan sebelah revalno,bapak mau tanya tanya sedikit bisa di dampingi kalau revalno takut".kata polisi."ndak pak valno siap kok".katanya sambil berjalan masuk."bunda tunggu sini dulu,valno gak lama kok".pamit putraku."gak perlu bunda dampingi,yakin nak?".tanyaku ragu ragu."ya bun,bunda istirahat duduk sini".jawabnya sambil berlalu menuju ruangan yang di tunjuk polisi tadi.Gio datang menghampiriku."anye".sapa nya sambil mengulurkan tangan untuk berjabat dengan ku an tania.akupun menyambutnya sopan."sudah sarapan?".tanya gio basa basi.aku pun mengangguk."sudah kak,kakak sudah?".aku bertanya balik."sudah tadi sebelum berangkat ke sini".jawabnya yang sudah duduk di sampingku.kami berbincang sekedar basa basi.Hingga percakapan kami terhenti dengan kehadiran keluarga hilda."dasar wanita ******,sudah merebut tunangan anakku sekarang malah menjebloskan anakku kepenjara.wanita laknat".maki ibu hilda dengan menyerang ku membabi buta.aku menutupi wajahku dengan kedua tanganku agar tak terkena kuku kuku runcingnya.Gio dan tania pun terkejut dan buru buru mendorong ibu itu.Gio melindungi ku dengan menjadikan tubuhnya tameng.Tas harmes mahal milik ibunya hilda terus melayang memukul punggung gio.Gio pun berbalik badan menghadap wanita itu yang seketika langsung berhenti."gio".katanya syok."maaf mama gak maksud menyakiti mu".katanya sambil salah tingkah.Gio menatap tajam dengan tatapan membunuh ke arah wanita yang ternyata mama dari hilda.Aku menyentuh lengan gio memintanya untuk menahan emosinya agar masalah tidak semakin panjang dan rumit.Gio menarik nafas panjang dan mengeluarkanya untuk menurunkan emosinya."tolong jangan di perpanjang".bisikku pelan di samping gio.Dia diam tapi tatapannya penuh arti ke arah keluarga hilda."Saya memutuskan pertunangan sudah 2tahun lalu dan kalian tahu kenapa?".gio angkat bicara.di sana banyak wartawan berita yang sudah dari tadi mengekspos kami."karena hilda putri anda berselingkuh dan tidur di ranjang sahabat saya oskar".gio mengherdik."saya tak mau membuka aib keluarga kalian,tapi kalian ternyata seperti anjing yang menggigit majikannya".gio kian emosi."saya mendekati anyelir setelah 1tahun pembatalan pertunangan,tapi kalian masih mencari cari masalah tiada henti".herdik gio yang membuat kedua orang tua hilda yang ternyata papanya juga ada di sana."ma bukannya mama sudah papa beri tahu,jangan bermain api dengan nak gio,jangan terlalu memanjakan anakmu itu.ini jadinya".papa hilda memarahi mamanya.Wanita itu diam dan menunduk,keberaniannya tadi sepertinya luber seperti margarin yang di panaskan.

__ADS_1


__ADS_2