ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF

ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF
#12


__ADS_3

Farrel melihat mimik wajah alleta yang benar-benar marah dengan kejadian tadi siang memilih untuk menuruti mau alleta untuk tidak mengganggunya. Ia berlari mengejar alleta, ia menahan lengan alleta, "Buat kejadian tadi siang, atas nama sheila aku minta maaf ya letta, tapi kamu harus tau, dia bukan pacar aku let" jelas farrel


Alleta tersenyum, lalu meepaskan tangan farrel sambil tersenyum. "Hehe iya ka, ga apa-apa, tapi suasana hati ku sedang kurang baik, kaka ngerti ya?"jawab alleta pelan.


Farrel pun mengerti, lalu ia memutuskan untuk menuruti keinginan alleta, ia pun pergi meninggalkan alleta setelah pamit. Ia pun pergi mengambil motor sport nya,sedangkan aditya langsung mengambil mobilnya kemudian mengejar alleta yang sedang marah.


Alleta masih tampak mengomel sambil berjalan sendirian, aditya bisa langsung tau kalo suasana hati alleta sedang tidak baik, tetapi aditya tetap ingin mengikutinya, aditya hanya mengikuti alleta dari belakang sambil memperhatikan alleta yang nampak sangat kesal melalui gerakan tubuh alleta, entah itu seperti menendang, mengepalkan tangan, dan melompat kesal, melihat semua itu aditya bukannya menyerah, tapi malah asik tertawa melihat tingkah alleta. " Hhahhahaha saat marah pun ia masaih aja sangat lucu". gumamnya.


Jalanan tampak sepi, alleta masih berjalan menuju halte " Apa benar setiap hari dia melewati tempat ini? jalanan ini nampak sangat sepi" batin aditya sambil menyisir keadaan sekitar. "Bahaya sekali" gumamnya.


Dan ternyata benar apa yang di fikirkan aditya, tiba-tiba muncul 3 orang pria tinggi besar menghampiri alleta.


"Mau kemana neng ? malem malem sendirian ? bagi duit dong" ucap salah satu preman itu .


"Enak aja lo, gue yang kerja elo yang minta duit ! kerja dong kalo mau duit" ucap alleta tegas, walupun sebenarnya dia sangat ketakutan.

__ADS_1


"Galak banget, tipe abang si neng",  ucap salah satu preman yang mulai mendekati alleta, dengan langkah mundur alleta bersiap untuk lari. aditya sangat panik langsung memarkirkan mobilnya sembarangan, aditya keluar dari mobil tanpa menutup pintunya, alleta berlari dan di kejar oleh para preman, aditya segera menghadang alleta,


//Brukkkk!!!// alleta yang sedang di kejar preman tidak sengaja  menabrak aditya, "aditya " ucapnya kaget, tetapi entah mengapa alleta sangat begitu lega aditya datang di saat yang tepat menurut nya.


"Lo gpp?" tanya aditya sambil memegang keda bahu alleta. alleta langsung melihat kearah belakang menunjuk ketiga preman yang mengejarnya.


"Itu dit, itu". ucapnya dengan nafas terengah-engah.


"Wah ada pahlawan kesiangan nih" ucap salah satu preman menujuk pada aditya.


Aditya menggeser tubuh alleta kebelakang tubuhnya.


Ketiga preman itu tampak marah dengan ucapan aditya lalu menyerang aditya bersamaan .


Mereka berkelahi, 3 lawan 1 perkelahian semakin sengit ketika salah satu preman mengambil sebuah kayu besar, lalu menghajar bahu aditya sehingga aditya pingsan, alleta yang panik langsung menjerit meminta bantuan orang-orang, saat alleta pergi para preman itu langsung mengambil dompet dan ponsel aditya, kemudian mereka kabur membawa mobil aditya. Saat alleta kembali bersama beberapa orang yang hendak membantunya, alleta sudah tidak melihat ke 3 preman itu, begitu juga dengan mobil aditya yang sudah hilang.

__ADS_1


"Adityaaaaaa!!" alleta berteriak memanggil nama aditya sembari menghampiri aditya yang sudah tidak sadarkan diri. beberapa orang membantu menggotong aditya ke bangku pinggiran jalan, alleta sangat bingung melihat keadaan aditya, alleta memanggil-manggil nama aditya dengan panik, sambil menangis.


"Aditya bangun ,, hiks hiks,, maafin gue gara gara gue lo jadi sakit aditya, bangun" hiks hiks"


"Neng, bawa ke rumah sakit aja neng, ucap salah satu warga yang hendak membantu alleta.


"Oia bener, "ucapnya, kemudian meronggoh ponsel yang ada disakunya untuk menelepon ambulance, ketika hendak menelfon, aditya tiba-tiba sadar,


"jangan telfon rumah sakit al,"ucapnya lemah. kemudian pingsan lagi, alleta terlihat sangat bingung, alleta berusaha mencari ponsel aditya, atau dompetnya untuk mengantar aditya pulang, tapi alleta tidak menemukan keduanya. "Gimana ini , gue mesti bawa dia kemana?" gumam alleta. karena alleta sama sekali tidak mengetahui di mana rumah aditya, bahkan no teman teman aditya saja alleta tidak punya,


"Neng, bawa pulang aja " ucap salah satu warga


"Pulang?" gumamnya sambil melihat wajah aditya yang sangat lemah, akhirnya alleta memutuskan untuk membawa aditya pulang kerumahnya.


Alleta memesan taxi, dengan di bantu oleh warga sekitar, alleta membopong aditya yang tinggi di bantu oleh warga sekitar, alleta masuk ke dalam taxi, alleta menyenderkan kepala aditya ke pundaknya agar aditya merasa nyaman, karena tidak mungkin alleta merebahkan tubuh aditya yang tinggi di jok belakang.

__ADS_1


"Jalan xx" pak ucapnya pada supir taxi nya.


"Baik mbak". ucap supir taxi itu. sepanjang perjalanan alleta sangat panik, alleta menggenggam tangan aditya, sambil sesekali mengelus pipi aditya dengan panik. tidak disangka ternyata di perjalanan, aditya sudah sadar, tapi dia enggan membuka matanya, karena sangat menikmati moment kedekatannya dengan alleta. (dasar aditya, udah sakit masih aja iseng).


__ADS_2