
Alleta dan sendy tiba di kantor ... tidak ada waktu bersantai semua nampak sibuk, begitu pula alleta dan sendy.
Kring kring ... panggilan masuk dari hazzel untuk alleta.
Alleta : "Hallo alleta disini"
Hazzel : "Ya hallo, bu alleta, aku hazzel"
Alleta : "Ya mas hazzel ada yang bisa aku bantu? "
Hazzel : "Saya hanya ingin memastikan, apa semua baik-baik saja untuk acara besok? "
Alleta: Aman semua pak hazzel, saya pasti akan report semua nya"
Hazzel : Baiklah, saya titip acara nya besok dan saya minta anda terus update setiap perkembangan nya. Pak aditya orang yang sangat perfeksionis, saya harap tidak ada kesalahan."
Alleta : "Baik pak hazzel, bisa di mengerti"
Hazzel : "Baiklah"
Tut .. tut ... telfon terputus.
Sore hari, jam kantor sudah selesai, alleta bergegas pergi,Sendy tersenyum dari balik pintu kacanya melihat kepergian alleta, "Dasar keras kepala, pasti ia pergi ke venue, membuatku khawatir saja" gumamnya.
Sendy pun diam-diam mengikutinya, ternyata benar apa yang sendy tebak, alleta memang datang ke venue.
Alleta kembali mengikat rambutnya dan turun kelapangan,memastikan semuanya aman. Dia terlihat sangat lincah, setelah bolak-balik memeriksa produksi, ia langsung kembali ke laptop nya untuk memeriksa pekerjaan yang lainnya. Fokusnya buyar setelah seseorang meletakan satu cup kopi hangat di hadapannya.
"Pak sendy?" ucapnya smbil tersenyum, sendy duduk di ujung meja tempat alleta duduk.
__ADS_1
"Kamu keras kepala banget sih, aku kan udah bilang kamu istirahat aja, kamu cuma harus tetep cantik aja kan?" ucapnya sambil tersenyum jahil.
"/Cih/ apa-apaan kau ini, terimakasih yah?" ucap alleta sambil meminum kopi nya.
"Sama-sama, ini ambil" ucap sendy sambil memberikan sebuah kunci.
"Kunci apa ini?" tanya alleta bingung.
"Aku udah bukain kamar buat kamu, aku yakin kamu pasti ngga akan pulang,ambil aja,jangan tidur sembarangan disini" ucap sendy setengah berbisik
"Kenapa?" tanya alleta bingung
"Karena kamu cantik kalau lagi tidur"
"Dasar gila, jangan mengatakan hal seperti itu setiap hari, aku ngga akan terpengaruh" ucap nya
"Hahahah liat aja ntar."
"Aku percaya itu, sedikit pun aku gak ragu" ucap sendy yang terdengar tulus.
Aletta pun tersenyum tanpa menjawab.
"Udah, kamu istirahat aja, liat muka kamu udah kecapean."
"Iya, baiklah, aku akan naik, tapi..."
"Tapi apa alleta?"
"Tapi, anda tidak akan memotong gajiku untuk kamar ini kan?" tanya alleta dengan sangat serius.
__ADS_1
"Hahaha kamu gemesin banget sih, udah naik aja."
Alleta hanya tersenyum lalu pergi, namun langkah nya terhenti, "Kenapa bapak ngikutin saya?" tanyanya dengan penuh curiga.
"Dih geer, liat" ucap nya sambil menunjukan kunci kamar nya.
Alleta mengerutkan dahinya,.
"Aku juga mau istirahat, emang nya kamu doang yang capek?""sudah, ayo naik.." ucapnya sambil mendorong tubuh alleta dari belakang.
"Dasar, dia memang pria gila" batin alleta sambil tersenyum.
Hari H
Semua persiapan sudah siap, alleta pun turun ke venue, Sendy pun turun dengan penampilan casual elegant nya, di ikuti dengan aditya yang datang dengan setelan jas dan sangat tampan, disamping nya berdiri namira dengan gaun yang sangat indah dan cantik.
"Mas adit, ngeliat kamu sekarang, seperti nya jarak kita semakin jauh" batin alleta, "hei alleta apa yang kau fikirkan, fokus, kau sedang bekerja" batinnya. Ian pun pergi, aditya ternyata diam-diam memperhatikan alleta.
Di tengah acara, alleta mendengar ada panggilan telepon, ia pun keluar menjauh dan masuk ke pintu darurat, aditya memperhatikannya dan mengikutinya diam-diam.
Panggian alleta telah selesai, ia pun menutup panggilannya lalu berbalik, betapa kaget nya dia, aditya yang sangat tampan hari itu berdiri di hadapannya. "Mas adit? kamu lagi ngapain?" tanya nya setengah berbisik dan panik.
"Aku kangen kamu, kamu liat aku dari tadi, kenapa kamu ga nyapa aku al?" tanya aditya.
"Mas kita lagi kerja, lagian kamu lagi sama mbak namira kan? ayok kita keluar, ga enak kalau diliat orang." ucap alleta, namun aditya menarik lengan alleta dan memeluknya dengan erat, alleta mencoba melepaskannya, namun pelukan aditya semakin erat, "Diam alleta, 5 menit aja adit mohon." ucapnya lembut sambil mencium rambut alleta, alleta yang tadinya melawan, akhirnya pasrah. "Wangi ini, wangi yang paling aku suka di dunia ini" batin alleta.
"Kenapa sulit banget buat bikin kamu balik sama aku al?" batin aditya.
Mereka berdua berpelukan, mereka berdua terlihat sangat nyaman bersama, aditya perlahan melepaskan pelukannya, lalu memegang kedua pipi alleta dengan kedua tangannya, dahinya ia sandarkan ke dahi alleta mereka saling memandang, tatapan mereka semakin dalam, perlahan wajah aditya semakin dekat, dan entah kenapa alleta malah diam saja dan malah memejamkan matanya, aditya tersenyum, lalu mencium bibir mungil alleta, dan alleta pun membalas ciumannya, mereka menghentikan ciumannya, lalu kembali saling memandang, aditya mendorong tubuh alleta ke tembok dan melanjutkan ciumannya, ciuman mereka semakin panas. sampai akhirnya alleta tersadar, dan mendorong tubuh aditya.
__ADS_1
"Ini ngga bener mas" ucapnya lalu pergi, saat tiba di depan pintu, alleta kembali di buat kaget, sendy sudah berdiri di hadapannya, "Pak sendy?" ucapnya dengan nada bergetar.
Beberapa saat ia terdiam, lalu tersenyum. "Aku nyari kamu kemana-mana, ayok masuk, acara ini butuh kamu" ucap sendy lembut sambil menuntun tangan alleta dan keluar. "Pria ini? apa dia melihat kejadian tadi?" batin alleta merasa tidak tenang.